Fungsi Dan Cara Kerja Jaringan Wifi


Data dari internet akan diterima oleh router yang kemudian diterjemahkan menjadi sinyal radio. Selanjutnya akan ditransmisikan mulai dari antena Wifi ke perangkat yang akan menerima Wifi seperti laptop atau smartphone yang sudah dilengkapi dengan jaringan Wifi.

Smartphone atau komputer yang menerima sinyal Wifi akan langsung membaca dan menerjemahkannya menjadi sebuah data yang bisa dipahami oleh semua perangkat tersebut. Dengan begitu akan terjadi koneksi diantar pengguna dengan jaringan.



Sedangkan untuk pengiriman informasi yang berasal dari komputer atau ponsel, perangkat ini akan menerjemahkan data menjadi sinyal radio yang kemudian ditransmisikan menggunakan antena. Sinyal akan diterima oleh router nirkabel lalu diterjemahkan. Lalu router akan mulai mengirimkan informasi ke internet dengan menggunakan koneksi ethernet kabel listrik.

Jarak jangkaian diantara router Wifi atau Hotspot Wifi dalam suatu ruangan adalah 30 meter. Namun jarak tersebut akan lebih luas jika berada di luar ruangan. Untuk masalah kecepatan koneksi sendiri umumnya juga tergantung dari jarak antara perangkat penerima dengan sumber sinyal radio.

Koneksi Wifi bisa semakin meningkat jika perangkat yang dimiliki oleh user berada dalam jarak yang tidak jauh dengan router atau titik hotspotnya. Begitu pula sebaliknya, koneksi sinyal Wifi bisa semakin lamaban jika lokasinya jauh dari sumber sinyalnya.

Jaringan Wifi 802.11

Ada dua macam jaringan WLAN yang bisa dibentuk menggunakan teknologi Wifi. Jaringan yang dimaksud disini adalah jaringan infrastruktur dan jaringan ad-hoc.

  1. Jaringan Infrastruktur atau Infrastructure Network

Aplikasi jaringan infrastruktur ini dibuat khusus untuk perkantoran atau area yang ingin menyediakan “hotspot”. Peralatan WLAN akan diinstalasi sebagai pengganti sistem kabel sehingga akan lebih menghemat biaya. Namun jaringan kabel blackbon akan masih tetap dibutuhkan dan terhubung dengan server.

Jaringan nirkabel nantinya dibagi dalam beberapa bagian yang disebut dengan sel. Masing-masing akan dilayani oleh Stasiun Pangkalan (Base Station) atau Acces Point (AP) yang memiliki peran sebagai pengendali sel yang berkaitan. Pada umumnya dalam setiap Acces Point memiliki jarak mulai dari 30 sampai 300 meter. Hal ini tergantung dari lingkungan dan lokasi Acces Point itu sendiri.

  1. Jaringan Ad-Hoc

Jenis jaringan kedua yang biasa digunakan adalah jaringan Ad-Hoc. Jaringan ini dapat terbentuk saat beberapa komputer dan periferal seperti printer atau scanner dalam sebuah lokasi yang ingin dihubungkan antara satu sama lain. Hubungan diantara beberapa komputer dan perangkat periferal ini umumnya dibutuhkan saat beberapa orang sedang berkumpul atau ingin share data, atau mungkin saat ingin mengakses printer tanpa perlu menggunakan koneksi kabel.



Leave a Comment