Fungsi Dan Cara Kerja Jaringan Wifi


Fungsi Dan Cara Kerja Jaringan Wifi – Jika membahas tentang jaringan komputer ataupun internet, tentunya Anda sudah sering mendengar yang namanya Wifi. Sekarang ini, jaringan Wifi memang sedang populer di kalangan masyarakat karena dinilai sangat praktis dan mudah untuk digunakan.

Hampir semua perangkat seperti laptop dan smartphone menyediakan fitur yang satu ini. Apalagi di jaman modern seperti saat ini koneksi internet memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, baik itu untuk melakukan komunikasi di media sosial ataupun untuk urusan pekerjaan.

Maka tak heran, jika tempat publik selalu menyediakan jaringan Wifi mulai dari caffe, hotel, penginapan, mall, dan bahkan perkantoran. Mengingat pentingnya peran Wifi dalam kehidupan sehari-hari, pada artikel ini kami akan menjelaskan mengenai pengertian Wifi, fungsi, dan juga cara kerjanya. Berikut ini adalah pembahasan selengkapnya.

Baca juga: Pengertian NFC (Near Field Communication)

Pengertian Wifi

 

Wireless Fidelity atau yang biasa disebut dengan Wifi merupakan teknologi komunikasi nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai penghubung antara dua perangkat atau lebih agar bisa saling bertukar informasi. Jaringan Wifi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1991 oleh perusahaan NCR Corporation dan AT&T untuk sistem kasir.

Seperti yang sudah kami singgung sebelumnya bahwa teknologi Wifi kini sudah banyak digunakan di beberapa perangkat mobile seperti laptop dan smartphone hingga perangkat elektronik yang lainnya seperti DVD player, televisi, digital kamera, printer,  dan konsol game. Bahkan penggunaannya sudah semakin luas hingga ke berbagai perangkat rumah tangga yang lainnya seperti kulkas, lampur dan pengatur suhu (AC).

Teknologi Wifi adalah sebuah teknologi yang berbasis pada standar IEEE 801.11. Sedangkan yang memiliki merk dagang Wifi adalah Wifi Alliance. Wifi Alliance ini menyebutkan bahwa Wifi merupakan “produk jaringan wilayah lokal nirkabel (WLAN) apapun yang berdasarkan pada standar Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11”.

Karena memiliki kelebihan yang memperbolehkan jaringan Area Local (LAN atau Local Area Network) untuk bisa beroperasi tanpa menggunakan kabel (nirkabel), maka teknologi ini sudah semakin populer.

Fungsi Wifi

Wifi memiliki beberapa fungsi penting yang perlu Anda ketahui, diantaranya:

  1. Sebagai Media Komunikasi Wireless

Fungsi utama Wifi memang sebagai media alat komunikasi antar perangkat tanpa perlu menggunakan kabel atau wireless. Wifi ini juga bisa diibarakan sebagai pengganti dari jaringan kabel. Dimana pada jaringan Wifi biasanya sudah didesain khusus supaya lebih simple dan praktis. Sehingga para user nantinya tidak perlu menggunakan kabel sebagai media transmisinya.

  1. Modem dari Smartphone

Dengan adanya Wifi, maka smartphone ataupun device yang lainnya bisa mudah terhubung dengan internet sehingga user tidak perlu lagi mengaktifkan paket data berbayar. Selain itu, jika smartphone yang Anda miliki mendukung perangkat wireless, Anda juga bisa menjadikan smartphone tersebut sebagai modem.

Hal tersebut pastinya akan sangat bermanfaat terutama jika Anda berpergian ke sebuah tempat yang tidak memasang Wifi. Jika paket data yang Anda miliki cukup banyak, maka ketika mengakses internet melalui laptop, Anda bisa memanfaatkan smartphone untuk dijadikan sebagai modem yang menggunakan sinyal Wifi supaya terhubung ke laptop.

  1. Kecepatan Internet yang Lebih Baik

Saat mengakses internet menggunakan jaringan seluler seringkali lemot karena tergantung dari adanya sinyal. Namun hal ini berbeda jika Anda menggunakan jaringan Wifi karena dijamin lebih terjamin kecepatannya.

Salah satu indikasinya adalah Anda bisa melakukan streaming video dengan lancar, mungunduh dokumen besar secara cepat, dan tidak membutuhkan banyak waktu untuk loading.

  1. Berbagi Data Antar Perangkat

Wifi juga bisa memiliki fungsi untuk berbagi data antar perangkat. Seperti misalnya jika Anda memiliki dua perangkat elektronik, dan Anda ingin memindah data yang ada pada satu perangkat ke perangkat yang lainnya. Dengan menggunakan Wifi ini maka Anda tidak akan membutuhkan kabel. Sehingga pekerjaan dipastikan bisa lebih praktis dan efisien.

  1. Menghubungkan Beberapa Perangkat dalam Sebuah Jaringan

Jaringan Wifi juga berbeda jauh dengan kabel LAN yang dimana penggunaannya sangat terbatas. Pada Wifi ini bisa digunakan oleh beberapa komputer tanpa perlu menambah jumlah kabel. Dengan begitu maka Wifi akan mempermudah para user sekaligus tanpa harus terkoneksi pada sebuah jaringan.

Cara Kerja Wifi

Wifi merupakan Jaringan Area Lokal (LAN atau Local Area Network) yang tidak membutuhkan adanya kabel dan memiliki kecepatan internet yang tinggi. Wifi juga biasa disebut dengan WLAN (Wireless Local Area Network).

Sinyal radio merupakan kunci yang sangat memungkinkan komunikasi dalam jaringan Wifi. Untuk mengirimkan dan menerima sinyal radio biasanya Wifi akan menggunakan dua frekuensi gelombang radio. Frekuensi gelombang radio yang digunakan disini adalah frekuensi 2,4GHz dan 5GHz.

Data dari internet akan diterima oleh router yang kemudian diterjemahkan menjadi sinyal radio. Selanjutnya akan ditransmisikan mulai dari antena Wifi ke perangkat yang akan menerima Wifi seperti laptop atau smartphone yang sudah dilengkapi dengan jaringan Wifi.

Smartphone atau komputer yang menerima sinyal Wifi akan langsung membaca dan menerjemahkannya menjadi sebuah data yang bisa dipahami oleh semua perangkat tersebut. Dengan begitu akan terjadi koneksi diantar pengguna dengan jaringan.

Sedangkan untuk pengiriman informasi yang berasal dari komputer atau ponsel, perangkat ini akan menerjemahkan data menjadi sinyal radio yang kemudian ditransmisikan menggunakan antena. Sinyal akan diterima oleh router nirkabel lalu diterjemahkan. Lalu router akan mulai mengirimkan informasi ke internet dengan menggunakan koneksi ethernet kabel listrik.

Jarak jangkaian diantara router Wifi atau Hotspot Wifi dalam suatu ruangan adalah 30 meter. Namun jarak tersebut akan lebih luas jika berada di luar ruangan. Untuk masalah kecepatan koneksi sendiri umumnya juga tergantung dari jarak antara perangkat penerima dengan sumber sinyal radio.

Koneksi Wifi bisa semakin meningkat jika perangkat yang dimiliki oleh user berada dalam jarak yang tidak jauh dengan router atau titik hotspotnya. Begitu pula sebaliknya, koneksi sinyal Wifi bisa semakin lamaban jika lokasinya jauh dari sumber sinyalnya.

Jaringan Wifi 802.11

Ada dua macam jaringan WLAN yang bisa dibentuk menggunakan teknologi Wifi. Jaringan yang dimaksud disini adalah jaringan infrastruktur dan jaringan ad-hoc.

  1. Jaringan Infrastruktur atau Infrastructure Network

Aplikasi jaringan infrastruktur ini dibuat khusus untuk perkantoran atau area yang ingin menyediakan “hotspot”. Peralatan WLAN akan diinstalasi sebagai pengganti sistem kabel sehingga akan lebih menghemat biaya. Namun jaringan kabel blackbon akan masih tetap dibutuhkan dan terhubung dengan server.

Jaringan nirkabel nantinya dibagi dalam beberapa bagian yang disebut dengan sel. Masing-masing akan dilayani oleh Stasiun Pangkalan (Base Station) atau Acces Point (AP) yang memiliki peran sebagai pengendali sel yang berkaitan. Pada umumnya dalam setiap Acces Point memiliki jarak mulai dari 30 sampai 300 meter. Hal ini tergantung dari lingkungan dan lokasi Acces Point itu sendiri.

  1. Jaringan Ad-Hoc

Jenis jaringan kedua yang biasa digunakan adalah jaringan Ad-Hoc. Jaringan ini dapat terbentuk saat beberapa komputer dan periferal seperti printer atau scanner dalam sebuah lokasi yang ingin dihubungkan antara satu sama lain. Hubungan diantara beberapa komputer dan perangkat periferal ini umumnya dibutuhkan saat beberapa orang sedang berkumpul atau ingin share data, atau mungkin saat ingin mengakses printer tanpa perlu menggunakan koneksi kabel.

Dalam kondisi seperti ini para user hanya akan melakukan komunikasi antara satu sama lain dan tidak menggunakan jaringan kabel yang lebih luas. Jaringan Ad-Hoc bahkan tidak butuh Titik Akses (Acces Point) serta algoritma tertentu dalam protokol.

Baca juga: Teknologi Charger Wireless

Standar Jaringan Wifi 802.11

Seiring dengan berkembangan teknologi Wifi maka sekarang ini sudah ada beberapa standar jaringan Wifi. Adapun beberapa standarisasi Wifi 802.11 yang paling umum digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Standarisasi 802.11a

Standarisasi 802.11a bisa mentransmisikan sinyal pada frekuensi 5GHz yang menggunakan kecepatan koneksi hingga mencapai 54 Mbps atau Megabit per detik. Pada umumnya standarisasi ini menggunakan Orthogonal Frequency-Division Multiplexing (OFDM)yang merupakan teknik pengodean yang lebih efisien. Teknik pengodean ini akan membagi sinyal radio menjadi beberapa sub-sinyal sebelum akhirnya sampai ke penerima. Sehingga nantinya akan mengurangi terjadinya gangguan (interference) dalam koneksi.

  1. Standarisasi 802.11b

802.11 merupakan standard Wifi yang memiliki koneksi paling lamban dibandingkan lainnya. Selain itu, harganya juga jauh lebih murah dan ekonomis. Bahkan karena harganya sangat murah, standarisasi ini dulunya pernah sangat populer.

Standarisasi 802.11b ini akan mentransmisikan sinyal dalam pita frekuensi 2,4 GHz spektrum radio yang bisa memberikan kecepatan sampai 11 Mbps atau megabit data per detik. Selain itu, untuk meningkatkan kecepatannya maka standarisasi ini sudah memiliki modulasi Kode Kunci Pelengkap atau Complementary Code Keying (CCK).

  1. Standarisasi 802.11g

Sama halnya dengan 802.11b, standarisasi 802.11g ini juga menggunakan pita frekuensi 2,4 Spektrum Radio. Namun kecepatan yang dimiliki 802.11g jauh lebih cepat daripada standarisasi 802.11b.

Standarisasi 802.11g mampu memberikan kecepatan koneksi sekitar 54 megabit per detik. Bahkan standarisasi ini juga sudah menggunakan pengkodean OFDM sehingga bisa lebih cepat.

  1. Standarisasi 802.11n

Standarisasi yang paling umum digunakan sekarang ini adalah standarisasi Wifi 802.11n. Namun standarisasi ini memiliki kecepatan dan jangkauan yang lebih tinggi dibandingkan pendahulunya. Standarisasi 802.11n mampu mencapai kecepatan hingga 600 megabit per detik.

Standarisasi ini mampu mentransmisikan sampai empat aliran jalur data (4 spatial streams). Namun biasanya router Wifi yang bisa digunakan untuk mentransmisikan sekitar dua atau tiga aliran jalur saja. Standarisasi ini sudah menggunakan pita frekuensi 2,4GHz dan 5GHz.

  1. Standarisasi 802.11ac

Standarisasi Wifi 802.11ac merupakan standar paling baru yang diperkenalkan pertama kali  pada tahun 2013. Penggunaannya sendiri masih belum luas dan masih berupa draft di Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE). Namun untuk perangkat yang mendukungnya kini sudah tersedia di pasaran.

Standarisasi yang satu ini sangat kompatibel dengan 802.11n. Atau dapat dikatakan bahwa standarisasi 802.11ac juga kompatibel dengan beberapa standarisasi yang lainnya. Standarisasi ini menggunakan pita frekuensi 5 GHz yang memiliki kecepatan sekitar 1,3 Gigabit per detik dalam satu aliran jalur, tetapi kemungkinan akan lebih rendah.

Sama halnya dengan 802.11n, standarisasi Wifi ini sangat memungkinkan transmisi dibeberapa aliran spasial dan bahkan bisa delapan aliran jalur.

Leave a Comment