Cara Menghitung Uji Validitas Kuesioner Dengan Excel


Menguji Validitas Kuesioner Dengan Excel – Dalam suatu penelitian kuesioner merupakan aspek penting, karena dapat diggunakan sebagai alat ukur yang sangat efektif dalam mengukur perilaku, sikap, preferensi, pendapat, serta niat dari respon suatu peneltian.

Kuesioner sendiri adalah daftar pertanyaan yang nantinya akan diberikan kepada responden secara langsung maupun tidak dan digunakan untuk mengumpulkan data dengan relatif cepat. Responden yang telah diberikan kuesioner hanya perlu mengisikan jawaban dari pertanyaan, dapat juga hanya perlu memilih.



Jenis Kuesioner

Kuesioner dapat juga disebut dengan wawancara tertulis, karena data yang diperoleh berasal dari ketentuan yang didapatkan dari jawaban responden. Kuesioner memiliki 3 jenis yaitu:

  • Kuesioner terbuka

Merupakan kuesioner yang dapat memberikan kesempatan pada responden untuk menambahkan pendapat pribadi terhadap daftar pertanyaan atau pernyataan yang telah tercantum.

  • Kuesioner tertutup

Kuesioner yang sudah memiliki daftar pertanyaan atau pernyataan yang telah dicantumkan juga beserta jawabannya. Umumnya pertanyaan yang diajukan memiliki jawaban ya atau tidak atau dapat berupa pilihan ganda yang berisi jawaban.

  • Kuesioner campuran

Jenis kuesioner ini merupakan gabungan antara kuesioner terbuka dengan kuesioner tertutup. Biasanya kuesioner ini digunakan untuk membahas topik yang lebih mendalam dan biasanya digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data berupa angka.



Baca juga: Uji Hipotesis Asosiatif Non Parametrik

Isi dari kuesioner haruslah berkaitan dengan permasalahan penelitian yang nantinya akan dibahas dan informasi yang ingin dihimpun pada penelitian tersebut. hal – hal yang harus diperhatikan dalam pembuat kuesioner yaitu:

  • Sederhana. Kuesioner yang dibuat haruslah to the point agar responden tidak bingung dan dapat dengan mudah dipahami
  • Ukuran Jelas. Dalam pertanyaan yang ada pada kuesioner haruslah menggunakan pengukuran atau satuan ukur yang jelas
  • Pertanyaan Tidak Bertele – tele. Diharapkan pada kuesioner tidak terdapat penjelasan yang tidak berguna atau bertele – tele karena dapat menimbulkan kejenuhan saat responden menjawabnya.
  • Pengkategorian Pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan harus terlebih dahulu dikelompokkan sesuai informasi yang diperlukan
  • Jangan Membungungkan. Pertanyaan yang ada dalam kuesioner haruslah tidak membingungkan karena dapat berpengaruh pada jawaban responden.

Dalam suatu penelitian kuesioner akan dilakukan pengujian untuk mendapatkan data yang pasti. Pengujian tersebut adalah uji validati kuesioner. Validitas biasanya dikaitkan dengan validasi padahal memiliki perbedaan yaitu jika validasi merupakan proses dalam mencari suatu keabsahan dari data atau mencari kevalidan, dan untuk validitas merupakan hasil dari pencarian suatu data tesebut.

Sedangkan uji validitas memilik pengertian pengujian yang dapat digunakan untuk melihat apakah suatu alat ukur dapat disebut valid (sahih) atau tidak valid. Maksud dari alat ukur adalah pertanyaan – pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner. Validitas data dapat dibagi menjadi dua yaitu validitas logis dan empiris. Berikut penjelasan dari masing – masing validitas:

Jenis Validitas Data

Validitas Logis

Validitas ini dapat dikatakan merujuk pada kondisi instrumen valid yang didasarkan pada hasil penalaran. Tes validitas ini dapat dibagi menjadi 3 yaitu:

  • Validitas Isi (Content Validity). Validitas ini merupakan pertanyaan – pertanyaan yang ada pada isi dari suatu kuesioner, dan dapat mencakup semua materi yang hendak diketahui atau diukur.
  • Validitas Berdasarkan Kriteria (Criterion-Related Validity). Validitas yang merupakan suatu ukuran dari validitas ang telah ditentukan dan terdapat perbandingan skor – skro tes yang didapt dengan suatu kinerja tertentu dari pengukuran luar. Pengukuran tersebut harus berhubungan dengan variabel yang diukur dan juga secara teoritis.
  • Validitas Konstruk (Construct Validity). Validitas ini dapat merujuk pada kualitas dari suatu alat ukur yang digunakan apakah alat tersebut dapat menggambarkan konstruk teoretis sebagai dasar operasinalisasi atau tidak

Validitas Empiris

Sebuah validitas yang dilakukan pengujian berdasarkan pengalaman (empiris). Validitas ini dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

  • Validitas Internal. Suatu validitas yang melakukan pengukuran seberapa cocok antara suatu yang diamati, dikukur maupun dianalisis apakah sesua dengan realita atau tidak. Validitas ini digunakan untuk mengetahui apakah penelitian yang dilakukan telah sesuai dengan realita.
  • Validitas Eksternal. Validitan yang menguji apakah suatu penelitian dapat diterapkan pada suatu situasi. Validitas ini memiliki pertanyaan yang mengacu pada generalitas atau universalitas suatu penelitian.

Baca juga: Uji Hipotesis Satu Sampel Dan Dua Sampel

Rumus Uji Validitas

Berikut adalah rumus yang dapat digunakan ketika menguji suatu validitas data:



Keterangan:

rxy= koefisien korelasi

n= jumlah responden uji coba

X= skor tiap item



Y= skor seluruh item responden uji coba

Kemudian, untuk menguji signifikan hasil korelasi kita gunakan uji-t. Adapun kriteria untuk menentukan signifikan dengan membandingkan nilai t-hitung dan t-tabel. Jika t-hitung > t-tabel, maka dapat kita simpulkan bahwa butir item tersebut valid.

Rumus T Hitung

Kriteria Pengujian Validitas

Berikut adalah kriteria – kriteria yang perlu diperhatikan dalam melakukan uji validitas. Uji validitas perlu mengkorelasikan antar masing – masing skor item indikator dengan total skor konstruk. Berikut kriteria pengujian validitas:

  • Kriteria pengujiannya yaitu:

H0 diterima apabila r hitung > r tabel, (alat ukur yang digunakan valid atau sahih)

H0 ditolak apabila r statistik ≤ r tabel, (alat ukur yang digunakan tidak valid atau sahih)

  • Cara menentukan besar nilai R tabel

R tabel = df (N-2), tingkat signifikansi uji dua arah. Misalnya R tabel = df (13-2, 0,05). Untuk mendapatkan nilai R tabel kita harus melihat ditebal R.

Baca juga: Rumus Regresi Linear Sederhana

Langkah-langkah Pengujian Validitas Data

Berikut adalah langkah – langkah dalam melakukan pengujian validitas data:

1) Uji Kredibilitas (Validitas Internal)

Uji ini dimaksudkan dimana seorang peneliti dapat diperccaya dalam mengumpulkan data yang real dan dapat mengintepretasikan data autentuk secara akurat. Adapun beberapa point penting dalam pengujian ini adalah:



Leave a Comment