Uji T-Test Perbedaan Rata-Rata Dua Kelompok


Pengujian parametrik sendiri memiliki beberapa syarat yaitu terdapat satu sampel tetapi memiliki 2 nilai pengamatan, datanya berupa data kuantitatif (rasio – interval), memiliki asala populasi dari distribusi yang normal (pada populasi terdapat distribusi difference = d yang memiliki distribusi normal dengan memiliki nilai mean μd=0 dan variance =1).

Baca juga: Uji T-Test Perbedaan Rata-Rata Dua Kelompok

Contoh Kasus

berikut adalah contoh kasus dari uji t dengan kelompok (sampel) yang saling berpasangan (berhubungan) yaitu :



  • Bagaimana perbedaan daya tahan tubuh sebelum dilakukan vaksinasi covid -19 dengan sesudah dilakukan vaksinasi covid – 19?
  • Berapa besar angka kematian yang dicapai sebelum terciptanya vaksin untuk covid – 19 dan sesudah tersebarnya vaksin dari covid – 19?
  • Apakaah terdapat perbedaan saat menimbang berat badan dengandua timbangan yang satu menggunakan timbangan digital dan yang satunya lagi menggunakan timbangan digital?

Dari beberapa contoh yang telah disebutkan dapat dilihat pada point perama bahwa dalam pengujian menggunakan 1 individu tetapi memiliki perlakuan pengujian yang berbeda yaitu dilakukan pengujian sebelum dan pengujian sesudah. Untuk pengujian point ketiga juga sama menggunakan satu individu tetapi menggunakan dua alat timbang badan yang berbeda.

Hipotesis Uji T Dengan Dua Kelompok (Sampel)

Ada beberapa perbedaan dalam melakukan perhitungan atau pengujian dalam melakukan hipotesis uji t dengan dua kelompok (sampel). Berikut beberapa jenisnya yaitu :

  • Melakukan pengujian dua arah. Pada pengujian ini terdapat hepotesis awal yang memiliki tidak perbedaan signifikan antara rata – rata pertama dan rata – rata kedua. Sedangkan berbeda dengan hipotesis alternatif, hipotesis ini memilki memiliki perbedaan signifikan antara rata – rata pertama dan rata – rata kedua.

  • Melakukan pengujian satu arah. Pengujian ini menggunakan hipotesis awal kelompok pertama memiliki kesamaan dengan rata – rata dengan kelompok kedua atau adanya nilai lebih besar antara kelompok pertama dibandingkan dengan kelompok kedua. Sedangkan untuk hipotesis alternatifnya memiliki rata – rata kelompok satu yang lebih kecil dibandingkan dengan rata – rata dari kelompok 2.

  • Melakukan pengujian satu arah yang berkebalikan. Pengujian ini merupakan kebalikan dari penjelasan pada point sebelumnya yaitu dimana hipotesis pertama memiliki rata – rata yang sama denga atau kurang dari kelompok kedua. Sedangkan untuk hipotesis alternatifnya kelompok pertama memilik rata – rata lebih besar daripada rata – rata kelompok kedua.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis awal dapat ditolak apabila |t hitung| > t tabel atau hipotesis dapat dikatakan diterima apabila |t hitung| <= t tabel.

Baca juga: Uji Hipotesis Satu Sampel Dan Dua Sampel

Cara Melakukan Pengujian

Statistik hitung (t hitung):

Dimana

Keterangan :

D = Selisih x1 dan x2 (x1-x2)

n = Jumlah Sampel



Leave a Comment