Uji T-Test Perbedaan Rata-Rata Dua Kelompok


Uji T-Test Perbedaan Rata-Rata Dua Kelompok – Dalam melakukan hipotesis akan menggunakan beberapa macam pengujian untuk dapat menarik kesimpulan. Pengujian statistik parametri memiliki pengertian yaitu pengujian yang digunakan untuk memperoleh soatu kesimpulan mengenai populasi dari beberapa sampel yang telah diambil.

Pada pengujian statistik parametrik digunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesiss awal yang dapat menyatakan bahwa diantara kedua rata – rata sampel yang diambil secara acak dari satu populasi tidak terdapat perbedaan signifikan.



Baca juga: Uji T-Test Perbedaan Rata-Rata Dua Sampel Saling Bebas

Sedangkan dalam beberapa jenis pengujian dapat mencari atau menemukan beberapa hal. Salah satu contoh nya adalah pengujian jenis uji t. Uji t memiliki beberapa sampel. Berdasarkan sampel yang didapat untuk pengujian uji t dapat diketahui beberapa hal seperti pengujian uji t dengan kelompok (sampel) saling bebas (independen) dan kelompok (sampel) saling berpasangan (dependen).

Nah, untuk kali ini akan dibahas tentang uji t – test perbedaan rata – rata dua kelompok (sampel) yang saling berpasangan. Pengujian ini digunakan ketika terjadi dua kelompok yang saling berhubungan. Maksud dari dua kelompok (sampel) saling berpasangan adalah kedua kelompok tersebut memiliki subjek yang sama tetapi memiliki pengujian (perhitungan) yang berbeda pada masing – masing kelompok.

Pengujian kelompok (sampel) berpasangan ini dapat dilakukan apabila suatu kondisi mengalami pengujian komparasi antara dua nilai yang saling berpasangan digunakan sebagai pengamatan, misalnya saja sebelum atau sesudah (pre atau post). Lalu pengujian ini dilakukan apabila terjadi uji parametrik.



Pengujian parametrik sendiri memiliki beberapa syarat yaitu terdapat satu sampel tetapi memiliki 2 nilai pengamatan, datanya berupa data kuantitatif (rasio – interval), memiliki asala populasi dari distribusi yang normal (pada populasi terdapat distribusi difference = d yang memiliki distribusi normal dengan memiliki nilai mean μd=0 dan variance =1).

Baca juga: Uji T-Test Perbedaan Rata-Rata Dua Kelompok

Contoh Kasus

berikut adalah contoh kasus dari uji t dengan kelompok (sampel) yang saling berpasangan (berhubungan) yaitu :

  • Bagaimana perbedaan daya tahan tubuh sebelum dilakukan vaksinasi covid -19 dengan sesudah dilakukan vaksinasi covid – 19?
  • Berapa besar angka kematian yang dicapai sebelum terciptanya vaksin untuk covid – 19 dan sesudah tersebarnya vaksin dari covid – 19?
  • Apakaah terdapat perbedaan saat menimbang berat badan dengandua timbangan yang satu menggunakan timbangan digital dan yang satunya lagi menggunakan timbangan digital?

Dari beberapa contoh yang telah disebutkan dapat dilihat pada point perama bahwa dalam pengujian menggunakan 1 individu tetapi memiliki perlakuan pengujian yang berbeda yaitu dilakukan pengujian sebelum dan pengujian sesudah. Untuk pengujian point ketiga juga sama menggunakan satu individu tetapi menggunakan dua alat timbang badan yang berbeda.

Hipotesis Uji T Dengan Dua Kelompok (Sampel)

Ada beberapa perbedaan dalam melakukan perhitungan atau pengujian dalam melakukan hipotesis uji t dengan dua kelompok (sampel). Berikut beberapa jenisnya yaitu :

  • Melakukan pengujian dua arah. Pada pengujian ini terdapat hepotesis awal yang memiliki tidak perbedaan signifikan antara rata – rata pertama dan rata – rata kedua. Sedangkan berbeda dengan hipotesis alternatif, hipotesis ini memilki memiliki perbedaan signifikan antara rata – rata pertama dan rata – rata kedua.

  • Melakukan pengujian satu arah. Pengujian ini menggunakan hipotesis awal kelompok pertama memiliki kesamaan dengan rata – rata dengan kelompok kedua atau adanya nilai lebih besar antara kelompok pertama dibandingkan dengan kelompok kedua. Sedangkan untuk hipotesis alternatifnya memiliki rata – rata kelompok satu yang lebih kecil dibandingkan dengan rata – rata dari kelompok 2.



  • Melakukan pengujian satu arah yang berkebalikan. Pengujian ini merupakan kebalikan dari penjelasan pada point sebelumnya yaitu dimana hipotesis pertama memiliki rata – rata yang sama denga atau kurang dari kelompok kedua. Sedangkan untuk hipotesis alternatifnya kelompok pertama memilik rata – rata lebih besar daripada rata – rata kelompok kedua.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis awal dapat ditolak apabila |t hitung| > t tabel atau hipotesis dapat dikatakan diterima apabila |t hitung| <= t tabel.

Baca juga: Uji Hipotesis Satu Sampel Dan Dua Sampel

Cara Melakukan Pengujian

Statistik hitung (t hitung):

Dimana

Keterangan :



D = Selisih x1 dan x2 (x1-x2)

n = Jumlah Sampel

X bar = Rata-rata

S d = Standar Deviasi dari d.

Langka pengujian

Berikut langkah – langkah dari pengujian hipotesis uji t dengan perbedaan rata – rata dua kelompok yang saling berpasangan (berhubungan) :

  1. Tetapkan H0 dan H1
  2. Tetapkan titik kritis (tingkat kepercayaan 95 %) atau (tingkat kepercayaan 99 %) yang terdapat pada tabel “t”.
  3. Tentukan daerah kritis, dengan db = n -1.
  4. Tentukan t hitung dengan menggunakan rumus.
  5. Lakukan uji signifikansi dengan membandingkan besarnya “ t” hitung dengan “t” tabel.

Baca juga: Cara Uji Hipotesis Dengan SPSS

Contoh Soal

Setelah mengetahui Langkah – Langkah maka selanjutnya masuk ke penerapan perhitungan atau contoh kasus. Dibawah ini adalah contoh kasus dari pengujian hipotesis

Ada seorang mahasiswa pendidikan yang melakukan penelitian menemukan metode “SIAP” sebagai metode baru untuk mengajarkan mata pelajaran matematika untuk tingkat pendidikan SMA.

Untuk mengetahui efektifitas apakah metode ini berguna atau tidak maka dilakukan pengujian terhadap metode baru itu denganHipotesis Nol (Nihil) yang mengatakan : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai matematika antara sebelum dan sesudah di terapkannya metode “SIAP” sebagai metode ajar siswa SMA Negeri 1. sampel yang digunakan adalah 20 siswa dengan taraf kepercayaan 95 % (alfa=5% ).



Leave a Comment