Mengolah Data Uji Hipotesis T-Test Dengan Excel


Mengolah Data Uji Hipotesis T-Test Excel – Hipotesis sendiri memiliki arti pernyataan yang masih dipertanyakan akan kebenarannya dan masih diperlukan untuk pembuktian nya atau dapat dibilang dengan pernyataan yang masih berupa dugaan terhadap suatu hal.

Pernyataan itu perlu diuji agar mengasilkan pernyataan yang pasti. Hipotesis dibedakan menjadi dua yaitu hipotesis statistik dan hipotesis penelitian. Perbedaan kedua hipotesis ini adalah hasil pernyataan sementara yang didapat, untuk hipotesis statistik memiliki hasil pernyataan berupa angka statistik sedangkan untuk hipotesis penelitian memiliki hasil hipotesis berupa kalimat pernyataan.



Sedangkan untuk pengujian hipotesis adalah proses dari pengujian suatu peryataan hingga mendapatkan hasil pernyataan itu diterima atau ditolak. Pengujian hipotesis memiliki tujuan yaitu untuk menentukan parameter dari suatu penelitian kuantitatif yang masih memerlukan bukti untuk menciptakan hipotesis yang pasti.

Baca juga: Uji Hipotesis Satu Sampel Dan Dua Sampel

Jenis Hipotesis

Hipotesis statistika memiliki 2 jenis yaitu hipotesis Nol dan hipotesis alternatif berikut penjelasan dari masing – masing hipotesis :

  • Hipotesis Nol atau Null hypothesis (H0)

merupakan sebuah pernyataaan yang tidak memiliki perbedaan parameter atau karakteristik dalam populasi. Dapat diartikan bahwa data pada hipotesis nol ada ditingkat populasi dan dapat ditandai dengan sama denga (=)

berikut contoh dari hipotesis nol :



  1. Hipotesis nol (H0) : “a sama dengan b”
  2. Hipotesis nol (H0) : “a setidaknya b”
  3. Hipotesis nol (H0) : “a paling banyak “
  • Hipotesis Alternatif atau Alternative Hypothesis (H1)

Merupakan pernyataan yang tidak berkaitan atau bisa di sebut bertentangan engan hipotesis nol (H0). Hipotesis ini biasanya menunjukkan perbedaan dari beberapa kelompok dan dapat menjelaskan hubungan masing – masing variabel.

Berikut contoh dari hipotesis alternatif :

  1. Hipotesis alternatif (H1) : “a kurang dari y”
  2. Hipotesis alternatif (H1) : “a tidak sama dengan y”
  3. Hipotesis alternatif (H1) : “a lebih dari b”

Baca juga: Uji Hipotesis Statistik Dalam Penelitian

Macam Hipotesis

Hipotesis biasanya dibagi menjadi 4 macam berdasarkan dari bentuknya. Berikut beberapa macam hipotesis adalah :

  • Hipotesis deskriptif

Merupakan hipotesis yang jawaban atau pernyataannya setara dengan sampel dari suatu kelompok yang terdapat perbedaan yang ada didalamnya

  • Hipotesis komparatif (perbandingan)

Merupakan hipotesis yang memiliki pernyataan sementara di suatu masalah yang terdapat pada dua sampel atau lebih di dalam suatu perbandingan. Hipotesis ini dilakukan dengan dua sampel yaitu komparasi saling tidak berhubungan dan saling berhubungan

  • Hipotesis asosiatif (berhubungan)

Merupakan pernyataan sementara dari suatu hubungan antara variabel satu dan lainnya dalam suatu penelitian. Hipotesis ini juga dapat dikatakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel didalam satu sampel



  • Hipotesis kausal

Merupakan pernyataan sementara dari suatu masalah yang mempetanyakan pengaruh dari factor terhadap variabel respon. Dapat juga diartikan sebagai petunjuk hubungan dari sebab dan akibat

Pada penelitian kuantitatif dibutuhkan untuk menguji teori – teori yang saling berhubungan dengan penelitian tersebut sehingga pengujian hipotesis sangat diperlukan dalam pengambilan kesimpulan atau keputusan. Pengujian hipotesis merupakan Tindakan analisis atau melakukan perbandingan dan meneliti untuk menguji suatu parameter dari suatu penelitian apakah hipotesis itu sesuai dengan sampel data yang telah didapatkan. Sampel data yang didapat mungkin berasal dari populasi yang lebih besar dari proses yang menghasilkan data. Ada 4 tahap untuk melakukan pengujian hipotesis :

  1. Membuat dua pernyataan (hipotesis) untuk membuat perbandingan salah dan benarnya pernyataan tersebut.
  2. Menentukan konsep analisis yang dapat dilakukan untuk menguraikan bagaimana sample data akan diuji atau dievalusi atau dapat disebut dengan penentuan dari taraf nyata (a). taraf nyata dapat diartikan dengan besarnya batas dari toleransi dalam penerimaan kesalahan yang diperoleh dari hasil hipotesis terhadap masing – masing nilai parameter populasinya. Semakin tinggi nilai taraf yang digunakan maka akan semakin tinggi pula penolakan hipotesis yang sedang diuji padahal seharusnya bernilai benar
  3. Melakukan penentuan dari kriteria pengujian analisis terhadap sample data sesuai prosedur yang telah ditentukan diawal. Kriteria ini bertujuan untuk pembuatan keputusan dalam penolakan dan diterimanya hipotensi yang diuji dengan cara membandingkan nilai fatal pada tabel distribusi (nilai kritis) dengan nilai statistiknya.
  4. Menentukan hasil analisis dan menolak hipotesis nol (H0) atau dapat menyatakan hipotesis nol (H0) tersebut dapat diterima berdasarkan kesesuaian dengan sampel data yang didapatkan. Pada tahap ini biasanya menentukan rumus – rumus yang akan berhubungan dengan pengujian hipotesis. Rumus – rumus ini difungsikan untuk dapat menduga perameter dari data sampel yang akan diambil secara acak dari sebuah populasi.
  5. Membuat kesimpulan dari hipotesis tersebut apakah mengalami penolakan atau diterima. Penarikan kesimpulan dilakukan setelah melakukan perbandingan antara nilai uji statistic denagn nilai a tabel atau nilaik kritis

Baca juga: Uji T-Test Perbedaan Rata-Rata Dua Kelompok

Selanjutnya masuk pada pembahasan tentang uji T. Uji t atau biasa disebut dengan uji independen t test adalah suatu statistic yang digunakan untuk menguji kebenaran dan kepalsuan dari hipotesis yang memilik pernyataan antara dua buah mean (rata – rata) sample yag diambil secara acak dari populasi yang sama tidak terdapat perbedaan signifikan.

Uji t harus memiliki sampel yang diambil secara acak dari populasi yang sama dan datanya berskala interval atau rasio.

Berikut merupakan penggolongan dari uji t



Untuk uji t yang digolongkan satu sampel dapat untuk mengetahui perbedaan dari rata – rata suatu variabel dengan memiliki suatu konstanta tertentu atau nilai dari hipotesis. Sedangkan untuk uji t yang digolongkan dengan dua sampel dibedakan mendaji dua yaitu saling berhubungan  atau terpisah (independen).



Leave a Comment