Cara Uji Hipotesis Uji-F Dengan SPSS


5) Menentukan nilai signifikasi. Apabila telah menemukan nilai t hitung makan lakukanlah perbandingan dengan nilai standar signifikasinya

6) Kriteria pengujian.



Rumus Uji F

Dalam melakukan penujian terdapat berbagai rumus yang telah diutarakan oleh beberapa peneliti. Untuk pengujian statistika F maka dapat digunakan rumus uji f. Berikut adalah rumus dari uji F:

Keterangan:

  • R2 merupakan nilai dari koefisien determinasinya
  • n merupakan banyaknya jumlah data (sampel) yang diuji
  • k merupaka jumlah cariabel independen pada masing – masing sampel

Cara menghitung F tabel

  • Menghitung F Tabel Dengan Menggunakan Microsoft Excel

Dalam perhitungan ini diharapkan untuk terlebih dahulu memahami nilai f pada tabel. Untuk caranya hanya menempatkan kursor pada kolom yang akan menghasilkan nilai F tabel kemudian masukkan rumus “=FINV (0.05,3,8)”, lalu tekanlah “Enter”, maka hasil f tabel yang dicari akan muncul. Maksuda dari rumus tersebut adalah menggunakan tingkat signifikasi 5% dengan derajad bebasnya 1=3 dan 1=8. Nilai yang digunakan dapat berubah apabila diperlukan sesuai dengan situasi dan kebutuhan.

  • Menghitung F Tabel Dengan Menggunakan SPSS

Untuk menghitung f tabel pertama – tama anda diperlukan untuk membuka aplikasi SPSS, lalu buatlah tab variabel view. Untuk masing – masing variabel berilah nama contohnya saja DF1 untuk variabel pertama dan DF2 untuk variabel kedua. Kedua variabel tersebut dapat diisi dengan sembarang angka. Setelah itu pada numeric exspression dapat diketikkan formula “IDF.F(0.05,DF1,DF2)”, kemda f tabel akan muncul pada kolom yang diinginkan

Baca juga: Uji Hipotesis Asosiatif Non Parametrik

Syarat Penarikan Kesimpulan Uji T

dalam menarik kesimpulan dari uji F diperlukan syarat – syarat. Berikut syarat dari penarikan kesimpulan dari uji F:

  • Jika F hitung > F tabel maka H0 ditolak dan Ha Artinya, semua variabel bebas adalah penjelas yang signifikan terhadap variabel terikat.
  • Jika F hitung < F tabel maka H0 diterima dan Ha Artinya, semua variabel bebas bukan penjelas yang signifikan terhadap variabel terikat.

Contoh kasus

Suatu penelitian melakukan pengujian untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara motivasi mahasiswa dengan tingkat prestasi kuliah dan juga pengaruh antara minat mahasiswa dan tingkat prestasi saat kuliah secara simultan antara keduanya (melihat pengaruh gabungan dari motivasi dan minat terhadap variabel tingkat prestasi

Catatan: Untuk melakukan uji F simultan dalam analisis regresi linear berganda, maka kita cukup memperhatikan hasil yang terdapat dalam tabel output “ANOVA”.

Rumusan Hipotesis dalam Uji F Simultan

Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi (X1) dan minat (X2) secara simultan terhadap variabel tingkat prestasi (Y).

Dasar Pengambilan Keputusan dalam Uji F

Dalam pengambilan kesimpulan dapat digunakan dua cara untuk pengujian hipotesis uji F ini yaitu dengan memlakukan perbandingan antara nilai signifikasinya dan perbandingan antara nilai probabilitas hasil output dari tabel ANOVA.



Leave a Comment