Menentukan Jenis Transistor NPN Dan PNP

Transistor NPN Dan PNP – Transistor merupakan salah satu komponen semikonduktor yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronika. Komponen ini mempunyai banyak fungsi yang dibutuhkan oleh rangkaian elektronika. Adapun fungsi-fungsi transistor adalah sebagai penguat, penyearah, Switch, Mixer, dan Stabilisator.

Perbedaan Transistor NPN dan NPN

Transistor sendiri sendiri mempunyai banyak jenis, namun secara umum hanya dibedakan menjadi dua macam, yaitu transistor NPN dan transistor PNP.  Lalu apa yang dimaksud dengan transistor NPN dan PNP? Bagaimana cara membedakan keduanya? Untuk lebih jelasnya mari langsung saja simak pembahasan berikut ini.

Baca juga: Jenis Konfigurasi Transistor

Pengertian Transistor NPN

Pengertian Transistor NPN

Transistor NPN merupakan salah satu jenis transistor yang tergolong dalam kategori transistor BJT (Bipolar Junction Transistor). NPN sendiri adalah kependekan dari Negatif Positif. Istilah NPN umumnya digunakan untuk menandakan bagaimana cara kerja dari komponen transistor tersebut.

Dalam hal ini NPN merupakan jenis transistor yang bekerja dengan cara mengalirkan arus negatif dengan positif sebagai biasnya. Hal ini berarti bahwa komponen transistor NPN nantinya akan mengalirkan arus negatif mulai dari emitor menuju kolektor (emitor berperan sebagai input sedangkan kolektor sebagai output) apabila kaki basisnya mendapat arus positif.

Pengertian Transistor PNP

Sama halnya dengan transistor NPN, transistor ini juga merupakan salah satu jenis transistor yang termasuk dalam kategori BJT. PNP sendiri adalah singkatan dari Positif Negatif Positif, ini berarti bahwa transistor PNP akan bekerja dengan cara mengalirkan arus positif mulai dari emitor menuju ke kolektor (emitor berperan sebagai input sedangkan kolektor berperan sebagai output) apabila kaki basisnya mendapat arus negatif.

Berikut ini adalah simbol dari komponen transistor PNP dan NPN:

simbol transistor PNP dan NPN

Perbedaan Transistor NPN dan NPN

Perlu diketahui bahwa transistor PNP dan PNP memiliki bentuk yang hampir sama dan sangat sulit untuk dibedakan. Sebelum membahas lebih jauh, kami disini akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai perbedaan dari transistor PNP dan NPN jika dilihat dari berbagai sisi.

Perbedaan Transistor NPN dan NPN

Cara Kerja

Perbedaan yang paling menonjol antara transistor PNP dengan NPN bisa dilihat dari cara kerjanya. Pada transitor NPN, arus akan mengalir mulai dari kolektor menuju emitor jika basisnya mendapat muatan positif. Sementara itu, pada transistor PNP arus akan mengalir mulai dari emitor menuju kolektor jika basisnya mendapat muatan negatif (-).

Bahan Penyusun

Perbedaan selanjutnya bisa dilihat dari bahan semikonduktor yang telah digunakan atau komponen penyusunnya. Pada umumnya transistor PNP menggunakan dua bahan semikonduktor tipe P dan satunya lagi bahan semikonduktor tipe N. Sementara pada transistor NPN menggunakan dua bahan semikonduktor tipe N dan satu bahan semikonduktor tipe P.

Output

Berdasarkan output yang dihasilkan, komponen transistor NPN bisa menghasilkan output arus negatif pada kaki kolektor jika dalam kondisi aktif. Demikian sebaliknya, transistor PNP bisa menghasilkan arus positif pada kaki kolektor jika dalam kondisi aktif.

Input

Selain dari segi output, perbedaan antara transistor PNP dan NPN bisa dilihat dari segi input kaki transistor. Transistor PNP bisa menghasilkan arus positif pada kaki kolektor jika dalam kondisi aktif, sementara transistor NPN bisa mengeluarkan arus negatif pada kaki kolektor jika dalam kondisi aktif.

Pada komponen transistor PNP, tegangan positif (+) akan terhubung pada kaki emitor dan untuk tegangan negatif (-) akan terhubung pada kaki kolektor. Sementara pada transistor NPN, tegangan positif (+) akan terhubung pada kaki kolektor dan untuk tegangan negatif (-) akan terhubung pada kaki emitor. Apabila prinsip ini tidak diterapkan maka komponen transistor tidak bisa berkerja dengan baik.

Simbol

Perbedaan antara transistor NPN dan PNP juga bisa dilihat dari gambar simbol. Bisa anda lihat pada gambar yang kami beri daiatas bahwa  transistor PNP memiliki tanda panah yang akan selalu masuk ke dalam, sementara pada transistor NPN untuk tanda panahnya akan selalu mengarah keluar.

Cara Menentukan Jenis Transistor NPN dan PNP Menggunakan Multimeter / Avometer

Seperti yang sudah kami jelaskan diatas bahwa transistor NPN dan transistor PNP mempunyai bentuk fisik yang tidak berbeda jauh sehingga sangat sulit untuk dibedakan tanpa menggunakan bantuan dari alat ukur (Multimeter), terkecuali jika anda sudah mendapatkan datasheet  komponen transistor tersebut berdasarkan kode yang ada di badan transistor yang bersangkutan. Nah, pada pembahasan selanjutnya kami akan menjelaskan bagaimana cara  menentukan jenis transistor NPN dan PNP menggunakan Multimeter.

Dalam hal ini penting sekali untuk mengetahui bagaimana posisi kaki terminal basis, kolektor, dan emitor transistor tersebut. Berikut ini kami akan berikan referensi tata letak kaki terminal transistor yang banyak digunakan di hampir semua rangkaian elektronika. Berikut adalah tata letak dari komponen transistor berdasarkan bentuk paket transistornya:

TRANSISTOR BIPOLAR

Pada prinsipnya, di bagian internal suatu komponen transistor terdapat dua buah dioda. Apabila komponen transistor tersebut merupakan jenis PNP maka pada bagian internalnya terdapat sebuah dioda PN yang berada di terminal Emitor Basis dan satunya lagi adalah dioda NP yang berada di terminal Basis Kolektor.

Dengan adanya prinsip ini maka akan memudahkan anda untuk membedakan jenis transistor NPN dan PNP menggunakan pengukuran mode dioda yang ada pada Multimeter Digital.

Pada mode dioda ini maka bagian layar Multimeter akan menunjukkan suatu tegangan tertentu jika probe  merah (positif) dihubungkan secara langsung pada terminal anoda dan probe hitam (negatif) pada bagian terminal katoda. Demikian sebaliknya, layar Multimeter akan menunjukkan “NOL” jika probe merah (positif) dihubungkan secara langsung ke terminal katoda dan probe hitam (negatif) menuju terminal anoda.

Jika anda sudah mengetahui bagaimana posisi kaki terminal transistor dan prinsip dasar suatu transistor, selanjutnya kami akan menjelaskan bagaimana cara menentukan jenis transistor NPN dan PNP dengan menggunakan digital multimeter. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa anda ikuti:

menentukan jenis transistor NPN dan PNP

Langkah-Langkah Menentukan Jenis Transistor NPN

Sebelum memulai langkah-langkah, anda harus menyiapkan terlebih dahulu komponen transistor yang ingin diuji. Setelah itu, pastikan bahwa alat pengukur (Multimeter) benar-benar dalam kodnsisi baik. Jika sudah maka anda bisa mengikuti langkah-langkah menentukan jenis transistor NPN berikut ini:

  1. Pertama anda harus mengatur terlebih dahulu posisi saklar pada mode dioda.
  2. Lalu hubungkan probe merah (+) ke terminal basis transistor.
  3. Selanjutnya menghubungkan probe hitam (-) ke terminal emitor transistor. Jika sudah maka layar multimeter akan menampilkan nilai tegangan tertentu.
  4. Kemudian pindahkan probe hitam (-) ke terminal kolektor transistor. Layar multimeter nantinya akan menampilkan nilai tegangan tertentu.
  5. Apabila langkah ke 3 dan ke 4 sudah menampilkan nilai tegangan tertentu, maka bisa dipastikan bahwa komponen tersebut adalah transistor jenis NPN.

Emitor = Semikonduktor Tipe N = Katoda pada Dioda.
Basis = Semikonduktor Tipe P = Anoda pada Dioda.
Kolektor = Semikonduktor Tipe N = Katoda pada Dioda.

Langkah-Langkah Menentukan Jenis Transistor PNP

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa diikuti untuk menentukan transistor PNP:

  1. Silahkan anda atur terlebih dahulu saklar pada mode dioda.
  2. Jika sudah hubungkan probe hitam (-) ke terminal basis transistor.
  3. Kemudian hubungkan probe merah (+) ke terminal emitor transistor. Layar multimeter akan menampilkan nilai tegangan yang tertentu.
  4. Selanjutnya pindahkan probe merah (+) ke terminal kolektor transistor. Layar Multimeter akan menampilkan nilai tegangan tertentu.
  5. Apabila langkah ke 3 dan ke 4 sudah benar-benar menampilkan nilai tegangan yang tertentu, maka sudah bisa dipastikan bahwa komponen tersebut adalah transistor jenis PNP.

menentukan jenis Transistor PNP

Emitor = Semikonduktor Tipe P = Anoda pada Dioda.
Basis = Semikonduktor Tipe N = Katoda pada Dioda.
Kolektor = Semikonduktor Tipe P = Anoda pada Dioda.

Baca juga: Transistor MOSFET

Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C) serta terdapat jenis PNP dan NPN. Untuk lebih gampang sebenarnya dapat kita pelajari dari datasheet transistor tersebut, seperti datasheet transistor TIP 40 ini. Namun saat ini kita akan memperlajari cara menentukan tanpa datasheet, yaitu menggunakan AVO Meter.

1. Menentukan Jenis dan Kaki Basis

a. Atur AVO Meter pada Ohmmeter skala X10 atau X100
b. Buat perumpamaan kaki transistor dengan memberi nomor seperti gambar berikut:

c. Hubungkan probe dengan kaki-kaki transistor, kemudian cocokkan dengan tabel berikut:

2. Menentukan Kaki Emitor dan Kolektor

Setelah melakukan langlah 1 maka sudah diketahui kaki basis, sekarang tinggal 2 kaki yang belum diketahui, untuk itu lakukan langkah berikut:

a. Pindahkan saklar AVO Meter ke X10KOhm
b. Buat perumpamaan dua kaki yang belum diketahui dengan nama kaki A dan kaki B.
c. Hubungkan probe dengan kaki A dan kaki B
d. Perhatikan tabel berikut:

Selain dengan cara tersebut, menetukan kaki emitor juga dapat dilihat melalui bodi transistor, yaitu terdapat tanda huruf C, tanda bulat, kotak atau titik segitiga. Sedangkang untuk emitor ditandai dengan sirip.

Sedangkan transistor dengan bodi logam dapat kita tentukan kaki kolektor dengan mengukur antara bodi dengan salah satu kaki, apabila jarum bergerak, maka kaki tersebut adalah kolektor. Hal tersebut karena bodi transistor adalah kolektor.

Leave a Comment