Jenis Transistor Final Yang Bagus Untuk Bass


Jenis Transistor Final Yang Bagus Untuk Bass – Transistor merupakan dalah satu komponen yang terdapat didalam rangkaian elektronika yang digunakan sebagai saklar (switch) dan pengua sinyal.



Didalam dunia audio transistor ini difungsikan sebagai penguat audio terutama terdapat pada rangkaian power amplifier analog maupun digital yang dapat menghasilkan output audio dengan daya yang tinggi. Hal tersebut dapat terjadi karena banyak dari tyoe transistor khusus yang memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan penguat audio yang tidak menggunakan komponen ini.

Baca juga: Cara Mengukur Transistor Dengan Multitester

Baca juga: 3 Jenis Konfigurasi Transistor

Kondisi tersebut seperti dalam beberapa hal daya, disipasi panas, dan kemampuan untuk menguatkan arus yang dimiliki diatas rata – rata. Pada artikel ini akan mebahas tentang transisitor fnal yang dapat digunakan pada alat musik Bass.

Pengertian Transistor Final

Transistor sendiri merupakan komponen penting dan vital pada sebuah amplifier yang memiliki tugas sebagai penerus sinyal audio secara langsung ke speaker dengan resistansi yang cukup rendah yaitu sekitar 4 Ohm.

Penggunaan resistansi yang rendah ini pasti transistor akan bekerja cukup keras, oleh karena hal itu transistor ini dapat disebut juga dengan transistor final yang dikarenakan posisinya memang paling akhir yang ada pada sebuah sirkuit amplifier.

Dalam mendapatkan hasil suara bass yang bagus dan baik maka tidak hanya membutuhkan atau mengandalakan dari transistor saja, tapi harus juga memperhatikan beberapa hal yaitu:



  • Kemampuan supply daya (khususnya Elco)
  • Kapasitas Trafo Supply
  • Kemampuan Speaker

Pada dasarnya transistor ini merupakan jenis transistor bipolar biasa, akan tetapa pada jenis ini memiliki nilai pengutan yang sangat besar dan dapat menangani aliran arus listrik yang tinggi. Dapat diketahui bahwa pada sebuah power amplifier biasanya terdiri dari blok atau bagian seperti pre amp, buffer, driver, dan final, nah untuk letak dari transistor final dipasang pada blok final tersebut.

Baca juga: Mengenal Kode Kode Transistor

Penggunaan hFE Transistor Final

Dalam amplifier dngan kelas high – end kadang diperlukan untuk dapat menyesuaikan nilai hFE pasangan transistor final. hFE merupakan nilai penguatan gain, jadi nilai tersebut dapat memberikan pengaruh ke outputnya, dimana transistor final hFE dengan jenis yang sama akan menghasilkan output penguatan sinyal positif dan negatifnya secara mulus

Akan tetapi pada penggunaannya sehari – hari tidaklan mudah untuk dapat menemukan padangan hFE yang sama walau type dari transistor dari produsen yang sama. Hal tersebut dapat terjadi karena nilai toleransi dari hFE saat transistor tersebut dibuat. Tapi pada akhirnya yang menentukan adalah kualitas suara walaupun nilai hFEnya berbeda.

Baca juga: Pengertian Dan Fungsi UJT

Transistor Final Untuk Alat Musik Bass

Berikut adalah beberapa transistor final yang baik digunakan untuk alat musik bass yaitu transistor toshiba, sanken dan pasangan dua transistor 2N3055 dan 2N2955. Berikut adalah penjelasan pada masing – masing transistor final tersebut

Transistor Final Toshiba

Untuk transistor final toshiba ini memilik karakter output suara yang lantang, akan tetapi hal tersebut dapat menyebabkannya menjadi lebih cepat panas. Dalam perpasangannya menggunakan daya 150 Watt sehingga membuat transistor ini banyak digunakan teknisi untuk merakit amplifier.



Agar dapat menghasilkan output bass yang bagus dan baik karena transistor final ini cepat panas maka dalam penggunaannya dalam sirkutit harus diperbanyak dengan minimal pemasangan 2 trail transistor power (1 trail = 1 pasang transistor final), akan tetapi harus tetap memperhatikan supply daya agar tegangan tidak mengalami penurutnan. Penggunaan dari transistof final toshiba yang kw dapat mudah rusak saat diberikan tegangan dengan voltase yang tinggi. Berikut adalah tipe pasangan transistor final yang sering digunakan:

Secara fisik memang transistor jenis ini memiliki bentuk yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis sanken, akan tetapi transistor final toshiba akan lebih cocok jika digunakan untuk amplifier dengan daya yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan dapat lebih tahan panas serta tegangan maksimal yang telah diberikan lebih tinggi sampai 230 Volt.

Dalam menghasilkan output dari penguat yang menggunakan pasangan transistor final ini dapat ditingkatkan dengan cara merangkai pasangan transistor final tersebut secara paralel agar dapat menghasilkan penguatan daya yang semakin besar. Jenis transistor final ini sering digunakan pada rangkaian power amplifier kelas H yang memiliki daya tegangan sampai 115 Volt. Berikut adalah tabel datasheet dari transistor final ini:



Transistor Final Sanken

Apabila penggunaannya berada didalam ruangan (indoor) maka dapat disarankan untuk menggunakan transistor final sanken ini, karena output yang dapat dihasilkan akan lebih “sopan” dan tidak cocok apabila digunakan untuk karakter suara yang “high”. Karena hal tersebut maka transistor sanken sangat cocok digunakan untuk subwoofer.

Untuk transistor final jenis sanken ini dapat dibilang tidak mudah panas, dimana secara fisik transistor sanken lebih besar dibandingkan dengan transistof final toshiba. Untuk tipe yang sering digunakan pada transistor final ini adalah 2SC2922 – 2SA1216 yang dapat menggeluarkan daya sampai 200 Watt dengan spesifikasinya memiliki teganga maksimal 180 Volt dan arusnya 17 A. selain pasangan transistor tersebut, terdapat juga pasangan transistor final lainnya dengan kapasitas daya yang lebih besar yaitu:

Berdasarkan dari beberapa pengalaman dan datasheet, untuk transistor final sanken ini memiliki disipasi daya yang lebih bebas dibandingkan dengan transistor toshiba yang memiliki kelebihan tegangan yang lebih tinggi. Berikut adalah datasheet dari kapasitor final ini:



Leave a Comment