Pengertian Komponen PTC Dan NTC (Thermistor)

Pengertian Komponen Thermistor – Pengertian komponen PTC dan NTC atau yang biasa disebut dengan thermistor merupakan suatu komponen elektronik yang nilai hambatannya dipengaruhi oleh suhu.

Biasanya thermistor digunakan pada rangkaian elektronika yang membutuhkan sensor suhu atau difungsikan sebagai pengukur suhu.

Pengertian Komponen PTC Dan NTC (Thermistor)

Komponen yang satu ini sebenarnya bukan merupakan komponen dasar yang harus selalu ada pada sebuah rangkain elektronik. Hal ini karena memang tidak semua fungsi rangkaian elektronik membutuhkan nilai hambatan berdasarkan suhu.

Pengertian Thermistor PTC Dan NTC

Pengertian Komponen PTC Dan NTC (Thermistor)

Seperti yang sudah kami jelaskan diatas bahwa thermistor merupakan salah satu jenis komponen yang nilai hambatan (nilai resistansinya) dipengaruhi oleh suhu atau temperature. Thermistor adalah singkatan dari “Thermal Resistor” yang memiliki arti tahanan (resistor) yang berhubungan dengan panas (thermal). Thermistor dilambangkan dengan huruf TH.

Thermistor memang dibagi dalam 2 jenis yang memiliki peran penting, yaitu thermistor PTC (Positive Temperature Coeficient) dan thermistor NTC (Negative Temperatur Coefficient). Kedua jenis thermistor ini memiliki fungsi sama yang bisa mengubah nilai suhu, tetapi memiliki cara kerja yang berlawanan.

Baca juga: Macam Macam Sensor Suhu

Sesuai dengan namanya, nilai resistansi Thermistor NTC bisa mengalami penurunan jika suhu yang berada di sekitar Thermistor NTC tersebut tinggi ( berbanding terbalik atau negatif). Namun jika suhu tersebut (berbanding lurus atau positif) maka akan semakin tinggi pula nilai resistansinya.

Komponen elektronika yang sangat peka terhadap suhu ini pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Michael Faraday yang berasal dari Inggris pada tahun 1833.  Thermistor yang telah ditemukannya tersebut adalah thermistor jenis NTC (Negative Temperature Coefficient). Michael Faraday menemukan adanya resistansi (hambatan) yang mengalami penurunan secara signifikan pada bahan Silver Sulfide saat suhu dinaikkan.

Namun disamping itu, Thermistor komersil pertama yang bisa diproduksi secara massal adalah thermistor yang ditemukan oleh ilmuwan lain yang bernama Samuel Ruben pada tahun 1930. Samuel Ruben sendiri merupakan seorang ilmuwan asal Amerika Serikat.

Simbol Gambar Thermistor PTC dan NTC

Setiap komponen elektronika sudah pasti memiliki simbol, termasuk PTC dan NTC. Nah, simbol ini banyak digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, jadi penting sekali untuk diketahui.

Berikut ini adalah simbol dan gambar perbedaan antara komponen thermistor PTC dan NTC.

Simbol dan Bentuk Thermistor

 

Pada gambar diatas bisa kita lihat bahwa perbedaan antara PTC dengan NTC terlihat cukup jelas. Disamping itu, untuk simbol dari kedua jenis thermistor ini sebenarnya tidak jauh berbeda. Hanya saja thermistor PTC dilambangkan dengan (+) sedangkan lambang NTC adalah (-).

Simbol ini menunjukkan bahwa nilai resistansi pada suatu komponen bisa dirubah dengan adanya suhu atau temperatur. Kedua jenis thermistor ini memiliki fungsi yang sama, tetapi memiliki perbedaan pada nilai koefisiennya.

Sedangkan jika dilihat dari bentuknya, thermistor PTC dan NTC Memiliki bentuk fisik yang bulat dan memiliki dua kawat pada sisi kanan dan kirinya. Untuk thermistor PTC biasanya memiliki warna biru, sedangkan untuk thermistor NTC biasanya berwarna hitam.

Ciri-Ciri Thermistor PTC dan NTC

Karakteristik Thermistor PTC dan NTC

Contoh perubahan nilai resistansi (hambatan) komponen thermistor NTC  ketika mengalami perubahan suhu di sekitarnya (dikutip dari Data Sheed yang merupakan produsen Thermistor MURATA Part No. NXFT15XH103). Thermistor jenis NTC tersebut bernilai 10kΩ pada ruangan dengan suhu (25°C) , namun bisa mengalami perubahan seiring dengan perubahan suhu yang ada disekitarnya.

Pada -40°C  nilai resistansi atau hambatannya akan berubah menjadi 197.388kΩ, ketika kondisi suhu berada pada 0°C maka nilai resistansi NTC akan mengalami perununan menjadi 27.445kΩ, pada suhu 100°C akan berubah menjadi 0.976kΩ, sedangkan pada suhu 125°C akan mengalami penurunan menjadi 0.532kΩ. Apabila ditunjukkan pada sebuah gambar, maka karakteristik thermistor NTC tersebut adalah seperti berikut ini:

Karaktreristik Thermistor NTC dan PTC

Pada dasarnya, thermistor PTC dan thermistor NTC merupakan suatu komponen yang memiliki fungsi sebagai sensor pada sebuah rangkaian elektronika yang berhubungan dengan suhu atau temperatur. Suhu operasional thermistor sendiri juga berbeda karena tergantung dari Produsen Thermistor itu sendiri, namun biasanya berkisar mulai dari -90°C sampai dengan 130°C .

Thermistor PTC dan NTC dalam kehidupan sehari-hari banyak digunakan sebagai pendeteksi kebakaran, sensor suhu pada engine (mesin) mobil, sensor yang digunakan untuk memonitor suhu Battery Pack (handphone, laptop, kamera) ketik charging, sensor sebagai pemantau suhu inkubator, sensor suhu pada kulkas, sensor suhu pada komputer, dan lain-lain.

Sebagai catatan bahwa thermistor PTC atau thermistor NTC adalah komponen elektronika yang termasuk dalam jenis komponen Transuder. Komponen transuder sendiri merupakan komponen atau perangkat yang mampu mengubah suatu energi ke energi lainnya.

Dalam hal ini, bisa dikatakan bahwa thermistor merupakan suatu komponen yang bisa mengubah energi panas atau suhu menjadi hambatan listrik. Komponen thermistor juga termasuk dalam kelompok sensor suhu.

Thermistor tidak hanya mampu mendeteksi suhu saja, tetapi juga bisa digunakan sebagai pelindung komponen dan sebagai pembatas lonjakan arus listrik pada sebuah rangkaian. Dengan melalui kedua jenis thermistor ini, maka fungsi tersebut bisa dijalankan dengan baik.

Fungsi Thermistor Pada Komponen Elektronika

1. Sensor Suhu

Thermistor berfungsi sebagai sensor suhu yang banyak digunakan apda beberapa perangkat elektronika. Dibanding dengan jenis sensor suhu yang lain, thermistor merupakan jenis sensor suhu yang paling akurat dalam jangka panjang.

2. Pembatas Lonjakan Arus

Thermistor mampu membatasi lonjakan arus untuk menghindari terjadinya kerusakan pada komponen dan mencegah sekring atau juga circuit breaker mengalami putus atau trip. Jenis thermistor yang digunakan sebagai pembatas lonjakan arus yaitu thermisor NTC.

3. Proteksi Sirkuit

Thermistor dapat digunakan sebagai pengganti sekring. Jenis thermistor yang digunakan untuk menjalankan fungsinya sebagai proteksi sirkuit adalah thermisor PTC.

Cara Kerja Thermistor

Cara Kerja Thermistor

Untuk melengkapi pembahasan ini, kami juga akan menjelaskan bagaimana cara kerja thermistor lebih rinci lagi. Cara kerja thermistor memang akan menyesuaikan perubahan nilai (hambatannya) berdasarkan besar kecilnya suhu. Suhu tersebut nantinya akan mengenai bagian dari komponen thermistor.

Dengan demikian akan langsung terjadi perubahan nilai resistansi di dalamnya. Pendeteksi suhu pada komponen thermistor ini umumnya berada pada bagian komponennya sendiri.

Pada umumnya, ada dua sistem aplikasi kerja yang bisa diterapkan pada thermistor, yaitu pemanasan internal dan pemanasan eksternal. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasan singkat mengenai perbedaan dari kedua sistem tersebut:

  1. Sistem Pemanasan Internal

Sistem pemanasan internal akan membuat thermistor bisa panas secara otomatis ketika dialiri oleh arus listrik. Sistem pemanasan internal ini seringkali digunakan pada rangkaian input power supply, salah satunya yang menggunakan thermistor jenis NTC (Negative Temperatur Coefficient).

Seiring dengan besarnya arus yang mengalir dan jangka waktu pemakaian yang cukup lama maka untuk nilai resistansi (hambatan) dari komponen NTC akan menyesuaikannya. Dengan begitu thermistor ini bisa mendapatkan fitur slow start ketika pertama kali masuk pada tegangan listrik 220 VAC.

  1. Sistem Pemanasan Eksternal

Sistem pemanasan eksternal akan membuat komponen thermistor mampu mendeteksi panas dari luar. Sistem ini pada umumnya mempunyai prinsip kerja sebagai sensor suhu. Thermistor ini sendiri akan mendeteksi secara otomatis perubahan suhu yang menjadi nilai hambatannya.

Penggunaan dengan sistem eksternal ini umumnya ada pada lempengen pendingin (heatsink) atau dari badan komponen-komponen lainnya seperti IC dan juga transistor. Sistem ini biasa digunakan pada suatu rangkaian proteksi. Seperti misalnya power amplifier dan lain sebagainya.

Contoh Penggunaan Thermistor Pada AC (Air Conditioner)

Thermistor pada AC berfungsi sebagai saklar otomatis dimana dengan adanya perubahan nilai tahanan pada thermistor maka dapat menyebabkan AC akan bekerja sesuai pengaturan.

Ketika suhu atau temperatur ruangan tersebut telah mencapai nilai yang sudah diatur, maka thermistor akan mengirim sinyal ke PCB modul untuk memutuskan arus listrik yang menuju ke unit outdoor. Sehingga AC akan berhenti bekerja dan beristirahat untuk beberapa menit.

Saat sewaktu-waktu suhu naik kembali, thermistor akan mengirimkan sinyal kembali untuk memerintahkan mesin kompresor kembali bekerja lagi. Dengan begitu dapat mencegah panas berlebih (overheat) pada kompresor.

Pada unit AC, alat thermistor terletak pada bagian indoor dan memiliki socket penghubung ke bagian komponen PCb modul, yang mana socket ini memiliki ukuran yang berbeda-beda pada masing-masing merk AC.

Prinsip Kerja

Sebuah AC telah diatur dengan suhu temperature pada remote control sebesar 20o Celcius, maka setelah temperatur ruangan tersebut dingin mencapai suhu 20o Celcius , maka kompresor akan standby secara otomatis.

Kemudian kompresor AC akan nyala lagi secara otomatis jika mendeteksi suhu ruangan tersebut kembali naik di atas 20o Celcius.

Baca juga: Cara Mengukur Thermistor

Kesimpulannya, thermistor ini memiliki peran yang penting untuk dapat mengatur atau menyesuaikan besaran nilai resistansi berdasarkan suhu.

Ringkasnya, adanya thermistor ini maka kita dapat memanfaatkan perubahan suhunya menjadikan fungsi lainnya.

Demikian pembahasan mengenai pengertian komponen PTC dan NTC yang sudah kami ulas secara lengkap beserta karakteristik dan juga cara kerjanya.

Semoga informasi yang kami sampaikan kali ini bisa bermanfaat bagi pembaca semua. Terima kasih sudah berkunjung di rodablog.com!

Leave a Comment