Pengertian Tespen Dan Cara Menggunakannya


Resistor / Batang arang (Karbon)

Resistor yang ada pada tespen dapat digunakan sebagai komponen yang menurunkan nilai dari aliran arus listrik yang dialirkan melalui probe. Pada alat ini juga terdapat batang arang (karbon) yang juga dapat menurunkan nilai arus listrik. Arus listrik yang telah diturunkan akan diteruskan ke lampu indikator.



Lampu Indikator

Bagian lampu indikator ini terletak pada bagian atas dari tespen dan memiliki fungsi sebagai pemberi tanda apabila objek yang dicek memiliki tegangan atau tidak. Untuk arus listrik yang telah diteruskan dari resistor memiliki nilai yang sangat kecil dan dapat disesuaikan dengan rating arus kerja dari lampu indikator.

Pegas

Pegas merupakan salah satu bagian tespen yang memiliki fungsi sebagai penerus kontak atau tekanan dari tutup konduktor yang akan menuju ke lampu indikator. Bagian ini juga berguna agar lampu indikator yang terdapat pada bagian atas tespen dapat ditekan atau tersentuh.

Tutup Konduktor

Bagian ini terdapat pada pangkal dari tespen. Tutup konduktor ini sendiri terdiri terbuat dari bahan logam yang dapat menghantarkan listrik. Tutup konduktor inilah yang nantinya akan disentuh oleh jari manusia dimana jari manusia dapat berfungsi sebagai ground / penetral.

Baca juga: Penyebab Listrik Mati Tapi Meteran Masih Nyala

Baca juga: Pengertian Dan Fungsi Grounding Pada Instalasi Listrik

Prinsip dan Cara Kerja Tespen

Berikut adalah prinsip dan cara kerja dari alat ukur tespen yaitu:

Prinsip Kerja Tespen

Alat ukur ini memiliki prinsip kerja yaitu:

1) Arus listrik akan mengalir jika bagian ujung tespen dihubungkan dengan objek yang bertegangan

2) Resistor memiliki fungsi untuk menghambat arus listrik yang mengalir sehingga dapat menurunkan nilai arusnya samapi aman digunakan pada lampu indikator

3) Nilai arus listrik yang kecil akan mengalir ke kuturp positif dari lampu indikator. Arus listrik sendiri dapat difungsikan sebagai phasa listrik

4) Ketika tutup konduktor disentuh atau ditekan maka pegas yang terdapat pada ujung tespen akan menyentuh kutub negatif dari lampu indikator. Fungsi pada bagian ini digunakan sebagai ground / netral listrik.

5) Apabila phasa dan netral listrik dapat mengalir menuju masing – masing kutub yang ada pada lampu indikator maka lampu indikator tersebut akan menyala. Jadi dapat diartikan lampu indikator dapat menunjukkan bahwa objek yang diukur memiliki tegangan listrik.

Cara Kerja Tespen

Dapat dilihat dari kontruksi dari alat ini cukup sederhana. Dimana bagian ujung yang berada dibawah (probe) dapat berhubungan langsung dengan aliran listrik yang akan diukur dan juga bagian ini juga dapat digunakan seperti obeng biasa.

Jadi cara kerja dari alat ini adalah suatu alat yang akan diukur akan dihubungkan dengan probe yang nantinya aliran listrik itu akan dilemahkan pada batang arang atau resistor yang terdapat pada alat ini. Resistor tersebut akan mengalirkan tegangan yang sangat kecil ke pada lampu indikator yang nantinya akan menyatakan hasil akhir dari pengukuran. Lalu tegangan kecil tersebut akan di ground kan dengan pegas yang telah dipegang menuju ke bawah atau tanah.

Baca juga: Jenis Jenis Kabel Listrik

Jenis – Jenis Tespen

Alat ukur ini memiliki beberapa macam yang dapat digunakan untuk mengetahui suatu alat telah dialiri oleh tegangan listrik atau tidak. Berikut adalah beberapa jenis dari tespen:



Leave a Comment