Rumus Dan Contoh Soal Teorema Norton


Rt = 20Ω + (60Ω || 30Ω) ⇒ ( “||” disini berarti Paralel )
Rt = 20Ω + ((30Ω x 60Ω) / (30Ω + 60Ω))
Rt = 20Ω + 20Ω
Rt = 40Ω

Jika sudah mendapat nilai Total Resistor (Rt), maka langkah berikutnya adalah menghitung arus listrik yang mengalir berdasarkan Hukum Ohm:



It = V / Rt
It = 12V / 40Ω
It = 0,3A

Selanjutnya silahkan cari nilai arus sumber (ISc)  yang sama seperti nilai arus Norton (IN)  dengan menerapkan prinsip pembagi arus (Current Divider Rule).

ISc = IN = 0,3A ((60Ω / (30Ω + 60Ω))
ISc = IN = 0,2A

Jadi, arus Norton sebesar 0,2A.

Langkah 3.

Langkah ketiga adalah melepaskan arus sumbernya, short atau hubungsingkatkan tegangan sumber kemudian lepaskan resistor beban seperti pada gambar berikut ini:

Baca juga: Pengertian, Rumus Dan Jenis Arus Listrik

Langkah 4.

Menghitung atau mengukur resistansi pada Rangkaian Terbuka. Resistansi ini disebut sebagai Resistansi Norton (RN). Bisa dilihat pada langkah 3 bahwa tegangan sumber telah dihubungsingkatkan, maka untuk tegangan sumbernya sama dengan 0.

Pada gambar ini juga diketahui bahwa resistor 30Ω dirangkai dalam bentuk seri dengan resistor 60Ω dan 20Ω. Perhitungan yang bisa digunakan untuk mencari Resistor Norton (RN) adalah sebagai berikut ini:



Leave a Comment