Pengertian Dan Fungsi SSR (Solid State Relay)


2) Seperti halnya relay pada umumnya, jenis SSR juga terdiri dari tipe NC ( Normally Close )dan NO ( Normally Open ).

3) Sebuah SSR akan bekerja pada suhu yang cukup panas. Agar tidak mengalami kerusakan, perhlu diperhatikan cara pemasangan yang tepat. Setiap SSR harus dipasang pada sebuah heatsink atau pedingin sebelum dipergunakan.



4) Pergunakan silicon grease untuk meningkatkan transfer panas dari SSR ke heatsink agar efek pendinginan lebih baik.

Baca juga: Pengertian, Cara Kerja Dan Fungsi IC

Cara Mengecek Solid State Relay

Untuk melakukan pengecekan pada solid state relay ini tidak seperti melakukan pengecekan yang dilakukan pada relay dengan medan magnet. Jadi dalam pengecekan untuk komponen ini dapat dilakukan pengecekan dengan langsung mengaplikasikan komponen ini pada rangkaian.

Dalam melakukan pengecekan SSR ini tidak dapat langsung menggunakan alat ukur. Hal tersebut dikarenakan tegangan dan arus yang ada pada tester atau multitester memiliki nilai yang rendah untuk dapat menguji baik atau tidaknya semikonduktor TRIAC yang terdapat dalam SSR tersebut.

Pengecekan SSR ini dapat menggunakan rangkaian sederhana yang digambarkan seperti gambar dibawah ini dengan melakukan penghubungan dengan beban dan juga power supply yang langsung menuju ke SSR.

Jadi apabila SSR dalam kondisi off maka tegangan akan terukur dengan nilai tegangan yang hampir mendekati tegangan sumber AC. Dan jika SSR dalam kondisi on (terdapat sinyal input dari tegangan), maka tegangan tersebut akan terukur dengan nilai yang mendekati 1 Volt. Hal tersebut dapat dikarenakan SSR yang berlaku sebagai saklar. Saat melakukan pengukuran juga harus diperhatikan kapasitas lampu ataupun beban yang digunakan harus dalam kapasitas arus SSR.

Baca juga: Perbedaan Multimeter Digital Dan Analog

Kelebihan dan Kekurangan Solid State Relay

Dalam setiap komponen elektronika maupun komponen listrik pasti masing – masingnya memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri – sendiri. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari solid state relay yaitu:

Kelebihan

Komponen solid state relay ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan relay biasa (relay konvensional). Berikut adalah beberapa kelebihan yang dimiliki oleh solid state relay ini yaitu:

  • Tidak terdapat komponen mekanik sehingga tidak ada bagian bergerak dan tidak ada akan muncul karat
  • Tidak terjadi bunga api saat perpindahan kontak
  • Switching on-off yang sangat cepat karena terjadi secara elektronik
  • Tahan terhadap goncangan
  • Tidak terdapat suara saat kontak pindah ke posisi on dan sebaliknya, pada relay konvensional suara khas relay “klik” pasti terdengar
  • Input yang sensitif bahkan bisa langsung digunakan pada CMOS dan TTL tanpa perlu sirkuit konverter

Kekurangan

Meskipun komponen ini memiliki kelebihan yang banyak dan dapat menggantikan fungsi dari relay biasa (relay konvensional), namun dalam penggunaannya dilapangan tidak berarti bahwa komponen ini tidak memiliki kekurangan sama sekali. Berikut adalah beberapa kekurangan yang dimiliki oleh komponen tersebut:

  • SSR bisa terjadi kerusakan karena tegangan transien, yaiu spike pleh induksi motor pada beban, petir dan beban induksi lainnya
  • Masih terdapat arus bocor pada saat SSR dalam kondisi off, sekitar 10mA
  • Tidak cocok digunakan pada rangkaian listrik 3 phase
  • Kekuatan relay mekanik masih lebih baik dalam menghubungkan aur dengan beban yang besar, seperti motor AC pada industri
  • Umumnya kontak pada SSR adalah SPST NO, sehingga biasanya hanya terdapat kontak normally open

Baca juga: Rangkaian Power Supply Dan Cara Membuatnya

Perbedaan Solid State Relay (SSR) Dengan Relay (Relay Mekanik)

Perbedaan antara solid state relay dengan relay biasa yaitu apabila pada relay biasa terdapat coil yang digunakan untuk membentuk medan magnet dan tuas yang ada pada relai dapat berubah posisi maka SSR tidak memiliki komponen mekasi (komponen yang bergerak). Gambar dibawah ini adalah penjelasan perbedaan yang dimaksudkan



Leave a Comment