Pengertian Katup Solenoid Dan Cara Kerjanya


Perubahan jalur aliran seperti demikian membuat solenoid tipe 3-way ini banyak digunakan dalam dunia industri. Salah satunya adalah sebagai perangkat eksekusi sistem interlock. Langsung saja lihat contohnya pada gambar berikut ini.



Pada gambar tersebut, solenoid memiliki fungsi sebagai bagian dari interlock I-0341. Seperti misalnya interlock I-0341 yang berisi pernyataan sebagai berikut ini:

  1. Apabila tekanan dalam vessel A rendah maka valve XV 888 akan menutup.
  2. Apabila level tangka B rendah maka valve XV 888 akan menutup.
  3. Apabila pompa B beroperasi maka XV 888 akan membuka.

Reaksi dari valve XV 888 yang bisa membuka ataupun menutup dikarenakan adanya perangkat 3-way solenoid valve yang dapat mengubah kondisi dari De-energized menjadi Energized, dan demikian sebaliknya.

Gambar berikut ini menggambarkan pemasangan 3 way solenoid valve pada suatu ESD valve.

Membuka dan menutupnya ESD valve tersebut tergantung dari kondiis 3-way solenoid valve itu sendiri. Untuk pemasangan seperti diatas dalam kondisi normal ESD valve akan membuka apabila solenoid Energized  dan menutup saat solenoid De-energized.

Baca juga: Jenis Jenis Motor DC

Tips Memilih Solenoid Valve untuk Kebutuhan Proyek Anda

Selanjutnya kami akan memberikan beberapa tips memilih solenoid valve yang sesuai dengan kebutuhan proyek Anda:

  1. Memahami Sistem Kerja Solenoid Valve

Sebelumnya Anda harus paham mengenai sistem kerja solenoid valve agar bisa menentukan jenis solenoid manakah yang dibutuhkan. Solenoid valve memiliki sistem kerja dasar, yakni normally open dan normally close.

Normally close (NC) merupakan prinsip kerja solenoid valve dalam posisi normal atau tanpa arus (off / katup valve tertutup). Sebaliknya, sistem kerja dari solenoid ini adalah open atau katub terbuka dan katup valve tertutup jika mendapat supply tegangan.

  1. Memilih Bahan

Bahan yang digunakan dalam pembuatan solenoid valve sangat beragam, mulai dari plastik pvc, plastik tlefon, nylon, kuningan atau brass, stainless steel, dan sebagainya. Silahkan pilih bahan sesuai dengan kebutuhan atau produk Anda.

Jika produk tersebut adalah gas maka Anda harus memilih solenoid dari bahan kuningan yang spesifikasinya dapat digunakan untuk gas. Namun jika produk Anda adalah minuman ataupun makanan maka pilihlah solenoid dari bahan stainless stell supaya lebih aman untuk makanan.

  1. Tekanan Maksimal pada Solenoid Valve

Selanjutnya Anda juga harus mengecek spesifikasi tekanan yang dimiliki oleh solenoid valve. Jika produk Anda memiliki tekanan tinggi seperti air dengan tekanan lebih dari 10 bar maka pilihlah solenoid yang khusus high pressure.

Sedangkan solenoid dari bahan plastik memiliki tekanan maksimal sekitar 8 bar. Kebanyakan solenoid plastik bukan merupakan tipe low pressure sehingga diperlukan tekanan untuk membantu proses buka tutup solenoid.

  1. Memilih Merk yang Sesuai

Merk juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Kualitas yang dihasilkan oleh setiap merk sudah pasti berbeda. Seperti misalnya solenoid yang merupakan buatan dari Cina dibandingkan dengan solenoid dari Eropa.

Jika digunakan dalam industri skala besar untuk melakukan produksi setiap hari dan bahkan nonstop maka sangat disarankan untuk memilih solenoid Eropa. Solenoid buatan Eropa seperti sirai memang memiliki harga yang jauh lebih mahal.



Leave a Comment