Pengertian Katup Solenoid Dan Cara Kerjanya


Untuk dapat menyalurkan udara bertekanan menuju semua sistem atau sirkuit pneumatik maka dibutuhkan unit pelayanan (service unit) yang dilengkpi dengan penyaring (filter), katup kran (shut off valve), dan juga pengatur tekanan (regulator).



Service unit ini memang sangat penting karena udara bertekanan yang dibutuhkan di dalam sirkuit pneumatic harus dalam kondisi bersih, dengan tekanan operasional yang mencapai 6 bar. Udara bertekanan kemudian disalurkan oleh solenoid valve pneumatic saat menerima tegangan input pada kumparan dan  menarik plunger sehingga udara bertekanan akan keluar dari outlet port melewati selang elastis untuk menunju katup pneumatik (katup pengarah atau inlet port pneumatic).

Udara bertekanan yang berhasil masuk akan langsung mengisi tabung pneumatic (silinder pneumatik kerja tunggal) sehingga bisa membuat piston bergerak maju. Udara bertekanan ini akan terus mendorong piston sampai bisa berhenti pada lubang outlet port pneumatic (batas dorong piston).

Jenis-Jenis Solenoida (Solenoid)

Pada dasarnya, solenoida terbagi dalam dua jenis, yaitu:

1. Solenoida Linier atau Linear Electro Mechanical Actuator (LEMA)
2. Solenoida Rotasi atau Rotary Solenoida
  1. Solenoida Liner (Linear Solenoida)

Solenoida linier merupakan sebuah perangkat bersifat elektromagnetik yang berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi gerak atau mekanis. Disebut dengan solenoida linier karena actuactor atau plungernya mengalami pergerakan maju mundur secara liniear.

Jenis solenoida ini dibedakan lagi menjadi dua macam jenis, yaitu:

  • Solenoida Linier Tarik (Pull Type)

Dalam penggunaannya, solenoida liner tarik atau pull type akan menarik plunger menuju kearahnya.

  • Solenoida Liner Dorong (Push Type)

Kebalikan dari solenoida liner tarik, jenis solenoida linier tipe dorong ini akan mendorong plunger menuju kearahnya.

Kedua jenis solenoida tersebut pada umumnya mempunyai konfigurasi bentuk yang hampir sama. Namun juga memiliki sedikit perbedaan yang ada pada peletakan plunger dan pegasnya.

Penggunaan Solenoid dalam Kehidupan Sehari-Hari

  1. Bel Listrik

Pada bel listrik, jika solenoid sudah dialiri oleh arus listrik maka besi yang ada dalam rangkaian bel listrik akan mengalami perubahan menjadi magnet. Magnet tersebut akan menarik besi lentur yang kemudian bergerak untuk memukul dinding bel, sehingga dapat menghasilkan bunyi.

Perubahan posisi pada besi lentur ini bisa membuat arus listrik menjadi putus, sehingga gaya magnet yang dimiliki besi akan hilang. Lalu kepingan besi lentur akan kembali lagi pada posisi semula, sehingga dialiri listrik kembali dan medan magnet akan membuat besi kembali lagi tertarik ke bagian dinding bel. Pergerakan ini akan terjadi secara berulang dan cepat sehingga bel akan terus menghasilkan bunyi saat dialiri oleh listrik.

  1. Speaker

Dalam sebuah speaker terdapat 2 magnet, yaitu magnet permanen dan elektromagnet yang berasal dari solenoid. Elektromagnet dan magnet permanen nantinya akan saling berhubungan antara satu sama lain. Kutup positif yang dimiliki oleh elektromagnet akan tertarik dengan kutub negatif dari magnet permanen.

Sebeliknya, kutub negatif yang dimiliki oleh elektromagnet akan ditolak oleh kutub negatif dari magnet permanen. Selanjutnya akan terjadi pertukaran orientasi kutub elektromagnet, sehingga membuat arah gaya tarik menariknya juga ikut bertukar. Dalam hal ini, arus bolak balik akan selalu memberikan dorongan pada magnet koil suara dan magent permanen.

  1. Pesawat Telepon

Pesawat telepon umumnya terbagi dalam 2 bagian penting, yaitu mikrofon dan speaker. Cara kerja mikrofon disini adalah mengubah gelombang suara menjadi gelombang listrik. Jika seseorang sedang berbicara maka gelombang suara akan ditangkap oleh mikrofo sehingga membuat  diafragma alumunium menjadi bergetar.

Serbuk karbon pada mikrofon akan selalu berubah sehingga dapat menimbulkan terjadinya gelombang listrik, dimana gelombang listrik ini dikirimkan secara langsung ke penerima pada pesawat telepon yang lain,  kemudian diterima oleh speaker. Speaker akan mendorong gelombang listrik untuk menggerakan membran hingga menghasilkan suara.

  1. Kunci Pintu Listrik

Cara kerja dari kunci pintu listrik adalah dengan menggunakan gaya elektromagnetik. Solenoida dalam kunci listrik akan dihubungkan menuju saklar. Kemudian jika dihubungkan dengan sumber listrik, yaitu dengan cara menekan saklarnya maka arus listrik akan mengalir menjadi solenoid. Kemudian akan terjadi gaya elektromagnetik yang dapat menarik solenoida sehingga pintu bisa dibuka. Namun jika solenoid tidak dialiri oleh arus listrik maka pintu akan terkunci kembali.

  1. Detektor Logam

Detektor logam biasa digunakan untuk memeriksa keberadaan suatu logam ataupun benda yang bisa mengalami reaksi saat mendapat gaya elektromagnetik. Dalam alat ini terdapat sebuah kumpara besar yang dialiri oleh arus listrik sehingga dapat menimbulkan gaya elektromagnetik.

Jika ada logam yang saling berdekatan dengan detektor logam, maka dia akan langsung mengubah besarnya gaya elektromagnetik dari solenoid yang dihubungkan dengan alarm, sehingga alarm nantinya dapat menghasilkan bunyi.

Solenoid Type 2-Way dan 3-Way

  1. 2-Way Solenoid Valve

Silahkan lihat terlebih dahulu gambar solenoid type 2-way berikut ini:

 

Jika solenoid sedang dalam kondisi De-energize yang dimana posisi plug menyentuh seat maka berarti plug akan menutup seat sehingga aliran dari sisi masuk nantinya tidak dapat keluar menuju sisi keluaran. Pada gambar berikut ini media aliran ditunjukkan dengan warna kuning.



Leave a Comment