Pengertian Solar Cell / Solar Panel


Namun solar cell ini juga memiliki kekurangan, yang dimana jika digunakan didaerah rawan atau sering mendung maka akan mengalami penurunan efisiensi. Sedangkan ciri-cirinya sendiri, solar cell ini mempunyai penampilan yang terlihat lebih unik. Hal ini karena adanya retakan-retakan dalam solar cell yang dimilikinya.

Polycrystalline silikon ini mempunyai efisiensi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan efisiensi dari monocrystalline. Maka tak heran jika jumlah tenaga listrik yang dihasilkan nantinya tidak sama. Disamping itu, polycrystalline juga membutuhkan penampang yang berkuran lebih bear.



  1. Thin Film Solar Cell

Jenis solar cell atau sel surya yang terakhir adalah thin film solar cell. Thin film solar cell adalah teknologi panel solar yang terbuat dari sel surya tipis dan kemudian dipasangkan pada suatu lapisan dasar. Dengan demikian maka dilihat dari segi fisik, solar panel yang satu ini akan nampak memiliki dua lapisan.

Sesuai namanya, thin film solar cell ini mempunyai ukuran yang terbilang sangat tipis. Sehingga bobotnya akan menjadi lebih ringan dan fleksibel untuk digunakan. Selain itu, jenis solarcell ini juga menjadi salah satu teknologi yang bisa bekerja dengan baik saat berada dalam cahaya fluorescent.

Namun panel surya ini juga mempunyai efisiensi yang sangat rendah. Bahkan kemungkinan penangkapan yang bisa didapatkan adalah 8,5% untuk penampang yang memiliki luas seperti halnya monocrystalline. Sedangkan untuk masalah penggunaannya, jenis solar cell yang satu ini  biasa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan komersil.

Berdasarkan bahan material yang digunakan, solar cell thin film dibedakan lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Amorphous Silicon (a-Si) Solar Cells

Solar cell yang dibuat dari bahan Amorphous Silicon ini pada awalnya hanya diterapkan pada kalkulator dan jam tangan saja. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi maka penerapannya juga semakin luas.

Dengan adanya teknik produksi yang biasa disebut dengan “stacking” atau susunan lapis, dimana semua lapisan Amorphous Silicon digabungkan agar membentuk sebuah solar cell. Jenis ini dapat memberikan efisiensi yang lebih baik, yaitu sekitar 6% sampai dengan 8%.

  • Cadmium Telluride (CdTe) Solar Cells

Solar cell yang satu ini memiliki kandungan bahan Cadmium Telluride sehingga efisiensinya jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan solar cell Amorphous Silicon, yakni sekitar 9% sampai dengan 11%.

  • Copper Indium Gallium Selenide (CIGS) Solar Cells

Ketimbang dua jenis solar cell thin film sebelumnya, CIGS solar cell mempunyai efisiensi yang sangat tinggi yaitu sekitar 10% sampai 12%. Selain itu, solar cell ini juga tidak memiliki kandungan yang berbahaya (Cadmium) seperti yang ada pada solar cell CdTe.

Cara Kerja Solar Cell

Cahaya matahari memiliki banyak partikel kecil yang biasa disebut dengan Foton. Saat terkena cahaya matahari, foton tersebut akan langsung menghantam atom semikonduktor silikon solar cell sehingga bisa menghasilkan energi dalam jumlah besar untuk dapat memisahkan elektron dari struktur atomnya.

Elektron yang berhasil terpisah dan memiliki muatan negatif (-) ini akan bergerak dengan bebas di daerah pita konduksi yang berasal dari material semikonduktor. Atom yang sudah tidak memiliki elektron nantinya akan terjadi kekosongan pada strukturnya. Kekosongan ini lebih dikenal sengan sebutan “hole” yang memiliki muatan positif (+).

Semikonduktor dengan elektron bebas tersebut memiliki sifat negatif dan berperan untuk memberikan elektron. Adapun untuk daerah semikonduktor ini dinamakan dengan semikonduktor tipe N atau N-type. Sementara itu, daerah semikonduktor dengan hole yang memiliki sifat positif dan berperan untuk menerima (acceptor) elektron maka disebut dengan semikonduktor tipe P atau P-type.

Tepat di persimpangan antara daerah positif dengan daerah negatif (PN Junction), maka bisa menghasilkan energi yang bisa membuat elektron dan hole agar bergerak menuju arah yang berlawanan.

Kemudian elektron akan mulai menjauh dari daerah negatif dan hole nantinya akan bergerak menjauhi dari daerah positif Saat mendapat beban berupa perangkat listrik seperti lampu di persimpangan antara potifi dan negatif (PN Junction) ini maka bisa menghasilkan arus listrik.

Rangkaian Seri dan Paralel Solar Cell

Sama halnya dengan baterai, solar cell juga bisa dirangkai dalam bentuk seri ataupun paralel. Solar cell umumnya bisa menghasilkan tegangan sekitar 0,45 sampai dengan 0,5 dengan arus listrik sekitar 0,1 A ketika mendapatkan sinar cahaya yang cukup terang.

Tak jauh berbeda dengan baterai, solar cell yang dirangkai dalam bentuk seri dapat meningkatkan tegangan atau Voltage. Sementara untuk solar cell yang dirangkai dalam bentuk paralel dapat meningkatkan arus atau Current.

Eksperimen Membuat Panel Surya Sendiri

Bahan-bahan yang harus disiapkan untuk membuat panel surya sederhana di rumah antara lain:

– 1 lembar lembaran tembaga mengkilat
– 2 buah capit buaya
– 1 buah micro ammeter
– 1 buah kompor listrik
– 1 buah botol plastik bening
– 2 sdm garam meja
– 1 buah ampelas atau sikat kawat
– 1 buah gunting
– Air



Leave a Comment