Jenis Jenis Soket Listrik atau Colokan Listrik


Colokan tipe C merupakan colokan dengan dua kawat yang mempunyai dua pin bundar. Jenis colokan ini cocok dengan soket yang menerima kontak bulat mulai dari 4,0 sampai 4,8 mm pada pusat 19 mm. Namun sudah tergantikan oleh soket E, F, J, K atau N yang bisa bekerja lebih baik dengan colokan tipe C. Steker ini sangat terbatas jika digunakan pada peralatan yang membutuhkan sekitar 2,5 amp.

Penggunaan colokan tipe C ini cukup meluas di seluruh dunia, dimana banyak digunakan di berbagai negara di Eropa terkecuali negara inggris Inggris, Irlandia, Siprus, dan Malta. Selain itu, sejumlah negara yang berada di benua Afrika, Asia (termasuk Indonesia), dan Amerika juga banyak yang menggunakan colokan tipe C.



  1. Colokan Tipe D

Colokan Tipe D

Colokan tipe D mempunyai tiga pin bulat berukuran besar dalam pola segitiga. Penggunaan colokan tipe M ini sering dipadukan dengan colokan tipe D untuk peralatan yang lebih besarnya. Hasil akhirnya adalah beberapa soket bisa difungsikan dengan colokan tipe D dan tipe M.

Jenis colokan yang tergolong dalam 5 amp ini banyak digunakan di beberapa negara di kawasan Asia Selatan seperti India, Banglades, Pakistan, dan Maladewa. Bahkan juga banyak digunakan di berbagai negara yang berada di benua Afrika seperti Nigeria.

  1. Colokan Tipe E

Colokan Tipe E

Colokan listrik tipe E mempunyai dua pin bulat 4,8 mm dengan jarak 19 mm, dimana didalamnya terdapat lubang untuk soket yang mempunyai pin pembumian male. Colokan ini mempunyai bentuk bulat dan soket tipe E mempunyai reses bulat.



Colokan yang termasuk dalam golongan 16 amp ini biasanya digunakan di berbagai negara Afrika seperti Kamerun, Madagaskar, Ethiopia, dan Pantai Gading. Sementara itu, negara-negara di Eropa juga banyak yang menggunakan colokan tipe E ini. Beberapa diantaranya adalah Denmark, Polandia, dan Belgia.

  1. Colokan Tipe F

Colokan Tipe F

Colokan tipe F mempunyai dua pin bulat 4,8 mm dengan jarak sekitar 19 mm. Jika  dilihat secara sekilas colokan ini memiliki tampilan yang tidak berbeda jauh dengan colokan tipe E.  Namun juga mempunyai perbedaan, dimana colokan tipeF mempunyai dua klip arde di samping dibanding kontak arde female.

Colokan yang termasuk dalam golongan 16 amp ini mungkin terdengar tidak asing karena sudah banyak digunakan di Indonesia. Beberapa negara di Asia, Afrika, dan Eropa banyak sekali yang menggunakan colokan listrik tipe ini, termasuk diantaranya negara Rusia, Libya, dan Korea Selatan.

  1. Colokan Tipe G

Colokan Tipe G

Colokan tipe G mempunyai  tiga bilah persegi panjang dengan pola segitiga serta mempunyai sekering yang tergabung didalamnya (umumnya sekering 3 amp khusus untuk perangkat dengan tugas yang lebih kecil seperti PC / Komputer dan untuk 13 sekering biasanya digunakan pada perangkat dengan tugas yang berat seperti pemanas).





Leave a Comment