Jenis Jenis Soket Listrik atau Colokan Listrik


Jenis Jenis Steker Listrik – Dalam dunia kelistrikan tentu ada banyak sekali komponen yang digunakan sebagai instalasi listrik. Beberapa komponen tersebut adalah kabel, saklar, colokan listrik dan lain sebagainya.

Setiap jenis komponen tersebut sudah pasti memiliki fungsi berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan listrik. Maka dari itu penting sekali untuk mengenali dan memahami masing-masing komponen inslatasi listrik tersebut.



Jenis Jenis Soket Listrik atau Colokan Listrik (Stop Kontak)

Salah satu komponen listrik yang sudah pasti sering Anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah colokan listrik, bahkan alat ini sudah sangat umum dan banyak digunakan. Seperti misalnya, sebagai colokan listrik yang digunakan sebagai penghubung berbagai barang elektronik seperti TV, komputer atau laptop, kulkas, charger ponsel dan masih banyak sekali peralatan lainnya yang memanfaatkan arus listrik.

Meskipun memiliki ukuran yang tidak begitu besar tetapi colokan atau yang biasa disebut dengan soket listrik ini memiliki peran dan fungsi yang cukup penting untuk mengalirkan listrik. Keberadaan colokan atau soket listrik maka arus listrik dipastikan akan menjadi aman dan lebih mudah untuk dialirkan. Ukuran dan bentuk colokan sendiri sangat beragam karena tergantung dari jenisnya.

Baca juga: Macam Macam Kabel Listrik

Jenis-Jenis Colokan Listrik

Perlu Anda ketahui bahwa sekarang ini ada 14 jenis colokan listrik yang digunakan di berbagai negara.Hal ini penting untuk diperhatikan supaya travel adapter yang Anda bawa nantinya benar-benar cocok dengan colokan listrik di negara tersebut. Berikut ini adalah 14 jenis soket listrik (colokan listrik) di seluruh dunia yang perlu Anda ketahui:

  1. Colokan Tipe A

Colokan Tipe A



Jenis atau tipe colokan yang pertama adalah colokan tipe A. Colokan ini merupakan colokan ungrounded yang terdiri dari dua pin paralel datar. Pin yang ada pada colokan tipe A ini mempunyai lubang yang berada di bagian ujung dan pas dengan “tonjolan” yang ditemukan pada kontak wiper dari sejumlah soket. Hal ini membuat pin bisa dicengkeram secara lebih erat supaya terjadi kontak yang lebih dan membuat colokan tidak mudah terlepas dari soket.

Pada umumnya colokan listrik tipe A ini digunakan di beberapa negara di Amerika Tengah dan Amerika Utara. Namun meski demikian, colokan tipe A juga banyak digunakan di beberapa negara Asia seperti Malaysia, Jepang, Thailand dan juga Tiongkok.

  1. Colokan Tipe B

Colokan Tipe B

Tipe colokan listrik B merupakan sebuah colokan yang terdiri dari dua pin paralel datar dan pin arde bulat. Untuk pin arde lebih panjang dibandingkan dua yang lainnya sehingga perangkat akan langsung terhubung ke ground sebelum daya tersambung.

Sama halnya dengan colokan tipe A, colokan tipe B ini juga banyak digunakan di beberapa negara yang berada di Amerika Tengah dan Amerika Utara. Disamping itu, colokan yang merupakan golongan 15 amp juga banyak digunakan di negara Asia. Beberapa diantaranya adalah negara Jepang, Taiwan, Thailand, dan Laos.

  1. Colokan Tipe C

Colokan Tipe C



Colokan tipe C merupakan colokan dengan dua kawat yang mempunyai dua pin bundar. Jenis colokan ini cocok dengan soket yang menerima kontak bulat mulai dari 4,0 sampai 4,8 mm pada pusat 19 mm. Namun sudah tergantikan oleh soket E, F, J, K atau N yang bisa bekerja lebih baik dengan colokan tipe C. Steker ini sangat terbatas jika digunakan pada peralatan yang membutuhkan sekitar 2,5 amp.

Penggunaan colokan tipe C ini cukup meluas di seluruh dunia, dimana banyak digunakan di berbagai negara di Eropa terkecuali negara inggris Inggris, Irlandia, Siprus, dan Malta. Selain itu, sejumlah negara yang berada di benua Afrika, Asia (termasuk Indonesia), dan Amerika juga banyak yang menggunakan colokan tipe C.

  1. Colokan Tipe D

Colokan Tipe D

Colokan tipe D mempunyai tiga pin bulat berukuran besar dalam pola segitiga. Penggunaan colokan tipe M ini sering dipadukan dengan colokan tipe D untuk peralatan yang lebih besarnya. Hasil akhirnya adalah beberapa soket bisa difungsikan dengan colokan tipe D dan tipe M.

Jenis colokan yang tergolong dalam 5 amp ini banyak digunakan di beberapa negara di kawasan Asia Selatan seperti India, Banglades, Pakistan, dan Maladewa. Bahkan juga banyak digunakan di berbagai negara yang berada di benua Afrika seperti Nigeria.



  1. Colokan Tipe E

Colokan Tipe E

Colokan listrik tipe E mempunyai dua pin bulat 4,8 mm dengan jarak 19 mm, dimana didalamnya terdapat lubang untuk soket yang mempunyai pin pembumian male. Colokan ini mempunyai bentuk bulat dan soket tipe E mempunyai reses bulat.

Colokan yang termasuk dalam golongan 16 amp ini biasanya digunakan di berbagai negara Afrika seperti Kamerun, Madagaskar, Ethiopia, dan Pantai Gading. Sementara itu, negara-negara di Eropa juga banyak yang menggunakan colokan tipe E ini. Beberapa diantaranya adalah Denmark, Polandia, dan Belgia.

  1. Colokan Tipe F

Colokan Tipe F

Colokan tipe F mempunyai dua pin bulat 4,8 mm dengan jarak sekitar 19 mm. Jika  dilihat secara sekilas colokan ini memiliki tampilan yang tidak berbeda jauh dengan colokan tipe E.  Namun juga mempunyai perbedaan, dimana colokan tipeF mempunyai dua klip arde di samping dibanding kontak arde female.

Colokan yang termasuk dalam golongan 16 amp ini mungkin terdengar tidak asing karena sudah banyak digunakan di Indonesia. Beberapa negara di Asia, Afrika, dan Eropa banyak sekali yang menggunakan colokan listrik tipe ini, termasuk diantaranya negara Rusia, Libya, dan Korea Selatan.

  1. Colokan Tipe G

Colokan Tipe G



Leave a Comment