Jenis Jenis Soket Listrik atau Colokan Listrik

Jenis Jenis Steker Listrik – Dalam dunia kelistrikan tentu ada banyak sekali komponen yang digunakan sebagai instalasi listrik. Beberapa komponen tersebut adalah kabel, saklar, colokan listrik dan lain sebagainya.

Setiap jenis komponen tersebut sudah pasti memiliki fungsi berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan listrik. Maka dari itu penting sekali untuk mengenali dan memahami masing-masing komponen inslatasi listrik tersebut.

Jenis Jenis Soket Listrik atau Colokan Listrik (Stop Kontak)

Salah satu komponen listrik yang sudah pasti sering Anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah colokan listrik, bahkan alat ini sudah sangat umum dan banyak digunakan. Seperti misalnya, sebagai colokan listrik yang digunakan sebagai penghubung berbagai barang elektronik seperti TV, komputer atau laptop, kulkas, charger ponsel dan masih banyak sekali peralatan lainnya yang memanfaatkan arus listrik.

Meskipun memiliki ukuran yang tidak begitu besar tetapi colokan atau yang biasa disebut dengan soket listrik ini memiliki peran dan fungsi yang cukup penting untuk mengalirkan listrik. Keberadaan colokan atau soket listrik maka arus listrik dipastikan akan menjadi aman dan lebih mudah untuk dialirkan. Ukuran dan bentuk colokan sendiri sangat beragam karena tergantung dari jenisnya.

Baca juga: Macam Macam Kabel Listrik

Jenis-Jenis Colokan Listrik

Perlu Anda ketahui bahwa sekarang ini ada 14 jenis colokan listrik yang digunakan di berbagai negara.Hal ini penting untuk diperhatikan supaya travel adapter yang Anda bawa nantinya benar-benar cocok dengan colokan listrik di negara tersebut. Berikut ini adalah 14 jenis soket listrik (colokan listrik) di seluruh dunia yang perlu Anda ketahui:

  1. Colokan Tipe A

Colokan Tipe A

Jenis atau tipe colokan yang pertama adalah colokan tipe A. Colokan ini merupakan colokan ungrounded yang terdiri dari dua pin paralel datar. Pin yang ada pada colokan tipe A ini mempunyai lubang yang berada di bagian ujung dan pas dengan “tonjolan” yang ditemukan pada kontak wiper dari sejumlah soket. Hal ini membuat pin bisa dicengkeram secara lebih erat supaya terjadi kontak yang lebih dan membuat colokan tidak mudah terlepas dari soket.

Pada umumnya colokan listrik tipe A ini digunakan di beberapa negara di Amerika Tengah dan Amerika Utara. Namun meski demikian, colokan tipe A juga banyak digunakan di beberapa negara Asia seperti Malaysia, Jepang, Thailand dan juga Tiongkok.

  1. Colokan Tipe B

Colokan Tipe B

Tipe colokan listrik B merupakan sebuah colokan yang terdiri dari dua pin paralel datar dan pin arde bulat. Untuk pin arde lebih panjang dibandingkan dua yang lainnya sehingga perangkat akan langsung terhubung ke ground sebelum daya tersambung.

Sama halnya dengan colokan tipe A, colokan tipe B ini juga banyak digunakan di beberapa negara yang berada di Amerika Tengah dan Amerika Utara. Disamping itu, colokan yang merupakan golongan 15 amp juga banyak digunakan di negara Asia. Beberapa diantaranya adalah negara Jepang, Taiwan, Thailand, dan Laos.

  1. Colokan Tipe C

Colokan Tipe C

Colokan tipe C merupakan colokan dengan dua kawat yang mempunyai dua pin bundar. Jenis colokan ini cocok dengan soket yang menerima kontak bulat mulai dari 4,0 sampai 4,8 mm pada pusat 19 mm. Namun sudah tergantikan oleh soket E, F, J, K atau N yang bisa bekerja lebih baik dengan colokan tipe C. Steker ini sangat terbatas jika digunakan pada peralatan yang membutuhkan sekitar 2,5 amp.

Penggunaan colokan tipe C ini cukup meluas di seluruh dunia, dimana banyak digunakan di berbagai negara di Eropa terkecuali negara inggris Inggris, Irlandia, Siprus, dan Malta. Selain itu, sejumlah negara yang berada di benua Afrika, Asia (termasuk Indonesia), dan Amerika juga banyak yang menggunakan colokan tipe C.

  1. Colokan Tipe D

Colokan Tipe D

Colokan tipe D mempunyai tiga pin bulat berukuran besar dalam pola segitiga. Penggunaan colokan tipe M ini sering dipadukan dengan colokan tipe D untuk peralatan yang lebih besarnya. Hasil akhirnya adalah beberapa soket bisa difungsikan dengan colokan tipe D dan tipe M.

Jenis colokan yang tergolong dalam 5 amp ini banyak digunakan di beberapa negara di kawasan Asia Selatan seperti India, Banglades, Pakistan, dan Maladewa. Bahkan juga banyak digunakan di berbagai negara yang berada di benua Afrika seperti Nigeria.

  1. Colokan Tipe E

Colokan Tipe E

Colokan listrik tipe E mempunyai dua pin bulat 4,8 mm dengan jarak 19 mm, dimana didalamnya terdapat lubang untuk soket yang mempunyai pin pembumian male. Colokan ini mempunyai bentuk bulat dan soket tipe E mempunyai reses bulat.

Colokan yang termasuk dalam golongan 16 amp ini biasanya digunakan di berbagai negara Afrika seperti Kamerun, Madagaskar, Ethiopia, dan Pantai Gading. Sementara itu, negara-negara di Eropa juga banyak yang menggunakan colokan tipe E ini. Beberapa diantaranya adalah Denmark, Polandia, dan Belgia.

  1. Colokan Tipe F

Colokan Tipe F

Colokan tipe F mempunyai dua pin bulat 4,8 mm dengan jarak sekitar 19 mm. Jika  dilihat secara sekilas colokan ini memiliki tampilan yang tidak berbeda jauh dengan colokan tipe E.  Namun juga mempunyai perbedaan, dimana colokan tipeF mempunyai dua klip arde di samping dibanding kontak arde female.

Colokan yang termasuk dalam golongan 16 amp ini mungkin terdengar tidak asing karena sudah banyak digunakan di Indonesia. Beberapa negara di Asia, Afrika, dan Eropa banyak sekali yang menggunakan colokan listrik tipe ini, termasuk diantaranya negara Rusia, Libya, dan Korea Selatan.

  1. Colokan Tipe G

Colokan Tipe G

Colokan tipe G mempunyai  tiga bilah persegi panjang dengan pola segitiga serta mempunyai sekering yang tergabung didalamnya (umumnya sekering 3 amp khusus untuk perangkat dengan tugas yang lebih kecil seperti PC / Komputer dan untuk 13 sekering biasanya digunakan pada perangkat dengan tugas yang berat seperti pemanas).

Inggris merupakan salah satu negara yang menggunakan jenis colokan listrik ini. Dalam soket Inggris sering dijumpai penutup jendela pada kontak yang hidup serta netral. Dengan begitu maka benda asing tidak akan bisa dimasukkan ke dalamnya.

  1. Colokan Tipe H

Colokan Tipe H

Colokan tipe H merupakan salah satu jenis colokan yang tergolong dalam 16 amp, dimana tipe ini terdiri dari dua pin datar yang memiliki bentuk V dan juga pin landasan (sekarang ini telah dihapus untuk versi yang disematkan). Lubang-lubang pada colokan ini cukup lebar di bagian tengah  sehingga bisa mengakomodasi versi yang disematkan dari colokan tipe H dan colokan tipe C.

  1. Colokan Tipe I

Colokan Tipe I

Colokan  tipe I terdiri dari dua pin datar yang memiliki bentuk V dan dilengkapi dengan sebuah pin arde. Namun ada juga versi plug yang hanya mempunyai dua pin datar. Australia merupakan salah satu negara yang menggunakan colokan tipe I dan mempunyai sistem colokan standar golongan 10 amp, namun juga mempunyai konfigurasi soket golongan 15 amp walapun pin ground-nya jauh lebih lebar. Colokan 10 amp standar bisa masuk ke dalam soket 15 amp namun tidak sebaliknya.

  1. Colokan Tipe J

Colokan Tipe J

Colokan yang merupakan golongan 10 amp ini mempunyai dua pin bulat dan sebuah pin grounding. Meskipun sekilas memiliki tampilan yang sama dengan colokan brasil tipe N, tetapi colokan tipe J bisa dibilang tidak kompatibel dengan colokan tipe N tersebut. Hal ini karena memiliki pin arde yang lebih jauh dari garis tengah dibandingkan dengan tipe N. Akan tetapi untuk colokan tipe C lebih kompatibel dengan colokan tipe J.

  1. Colokan Tipe K

Colokan Tipe K

Colokan tipe K merupakan sebuah colokan yang mempunyai dua pin bulat dan pin arde. Jika dilihat secara sekilas, colokan tipe K hampir sama dengan colokan tipe F. Akan tetapi, colokan tipe F mempunyai klip grounding dengan pin grounding. Adapun contoh negara yang pada umumnya menggunakan colokan listrik tipe K adalah Denmark, Bangladesh, dan Madagaskar.

  1. Colokan Tipe L

Colokan Tipe L

Colokan tipe L merupakan jenis colokan yang mempunyai dua golongan, yaitu golongan 10 amp dan juga golongan 16 amp. Untuk versi 10 amp mempunyai dua pin bundar dengan ketebalan 4 mm dan jaraknya sekitar 5,5mm, dengan pin grounding pada bagian tengah. Sedangkan versi 16 amp mempunyai dua pin bulat dengan ketebalan 5 mm,  dengan jarak terpisah dan sebuah pin grounding.

  1. Colokan Tipe M

Colokan Tipe M

Colokan tipe M mempunyai tiga pin bulat yang ada dalam segitiga dan nampak mirip dengan soket India tipe D, namun memiliki pin yang jauh lebih besar. Colokan tipe M ini seringkali digunakan untuk berbagai peralatan yang lebih besar di berbagai negara yang menggunakan colokan tipe D, sehingga colokan di beberapa negara tersebut terkadang juga memiliki fungsi yang sama dengan colokan tipe M.

  1. Colokan Tipe N

Colokan Tipe N

Sama halnya dengan colokan tipe L, colokan tipe N ini juga mempunyai dua golongan yaitu 10 amp dan 20 amp. Untuk versi 10 amp mempunyai dua pin bulat dengan ketebalan 4 mm dan sebuah pin grounding. Sedangkan untuk versi 20 amp biasa digunakan pada peralatan yang jauh lebih berat dan mempunyai dua pin bundar dengan diameter sekitar 4,8 mm. Selain itu, colokan tipe N ini juga dilengkapi dengan sebuah pin grounding.

Baca juga: Macam Macam Saklar Listrik

Itulah 14 jenis soket listrik atau colokan listrik yang digunakan di seluruh dunia. Sebagai informasi tambahan, 7 jenis colokan pertama merupakan yang paling populer dibanding dengan 7 jenis lainnya. Hal ini karena 7 jenis colokan tersebut banyak digunakan oleh berbagai negara di seluruh dunia. Sedangkan untuk 7 jenis colokan yang terakhir pada umumnya hanya digunakan oleh beberapa negara saja, dan untuk penggunaannya tidak begitu luas.

Daftar Negara Dan Tipe Colokan Yang Digunakan

Nama Negara Tipe / Jenis
Colokan dan Soket
Tegangan dan Frekuensi
yang digunakan
Afganistan Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Afrika Selatan Tipe C, Tipe D, Tipe M, Tipe N 230V, 50Hz
Afrika Tengah Tipe C, Tipe E 220V, 50Hz
Albania Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Algeria Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Amerika Serikat Tipe A, Tipe B 120V, 60Hz
Andorra Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Angola Tipe C 220V, 50Hz
Antigua & Barbuda Tipe A, Tipe B 230V, 60Hz
Arab Saudi Tipe G 220V, 230V, 60Hz
Argentina Tipe C, Tipe I 220V, 50Hz
Armenia Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Australia Tipe I 230V, 50Hz
Austria Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Azerbaijan Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Bahama Tipe A, Tipe B 120V, 60Hz
Bahrain Tipe G 230V, 50Hz
Bangladesh Tipe C, Tipe D, Tipe G, Tipe K 220V, 50Hz
Barbados Tipe A, Tipe B 115V, 50Hz
Belanda Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Belarus Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Belgia Tipe C, Tipe E 230V, 50Hz
Belize Tipe A, Tipe B, Tipe G 110V, 220V, 60Hz
Benin Tipe C, Tipe E 220V, 50Hz
Bhutan Tipe C, Tipe D, Tipe F, Tipe G, Tipe M 230V, 50Hz
Bolivia Tipe A, Tipe C 115V, 230V, 50Hz
Bosnia & Herzegovina Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Botswana Tipe D, Tipe G, Tipe M 230V, 50Hz
Brasil Tipe C, Tipe N 127V, 220V, 60Hz
Britania Raya (Inggris) Tipe G 230V, 50Hz
Brunei Darussalam Tipe G 240V, 50Hz
Bulgaria Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Burkina Faso Tipe C, Tipe E 220V, 50Hz
Burundi Tipe C, Tipe E 220V, 50Hz
Ceko Tipe C, Tipe E 230V, 50Hz
Chad Tipe C, Tipe D, Tipe E, Tipe F 220V, 50Hz
Chili Tipe C, Tipe L 220V, 50Hz
China Tipe A, Tipe C, Tipe I 220V, 50Hz
Denmark Tipe C, Tipe E, Tipe F, Tipe K 230V, 50Hz
Djibouti Tipe C, Tipe E 220V, 50Hz
Domikia Tipe D, Tipe G 230V, 50Hz
Ekuador Tipe A, Tipe B 110V, 60Hz
El Salvador Tipe A, Tipe B 115V, 60Hz
Eritrea Tipe C, Tipe L 230V, 50Hz
Estonia Tipe C, Tipe E 230V, 50Hz
Ethiopia Tipe C, Tipe E, Tipe F, Tipe L 220V, 50Hz
Fiji Tipe I 240V, 50Hz
Filipina Tipe A, Tipe B, Tipe C 220V, 60Hz
Finlandia Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Gabon Tipe C 220V, 50Hz
Gambia Tipe G 230V, 50Hz
Georgia Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Ghana Tipe D, Tipe G 230V, 50Hz
Grenada Tipe G 230V, 50Hz
Guatemala Tipe A, Tipe B 120V, 60Hz
Guinea Tipe C, Tipe F, Tipe K 220V, 50Hz
Guinea Bissau Tipe C 220V, 50Hz
Guinea Khatulistiwa Tipe C, Tipe E 220V, 50Hz
Guyana Tipe A, Tipe B, Tipe D, Tipe G 240V, 60Hz
Haiti Tipe A, Tipe B 110V, 60Hz
Honduras Tipe A, Tipe B 110V, 60Hz
Hongkong Tipe D, Tipe G 220V, 50Hz
Hongaria Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
India Tipe C, Tipe D, Tipe M 230V, 50Hz
Indonesia Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Irak Tipe C, Tipe D, Tipe G 230V, 50Hz
Iran Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Irlandia Tipe G 230V, 50Hz
Islandia Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Israel Tipe C, Tipe H, Tipe M 230V, 50Hz
Italia Tipe C, Tipe F, Tipe L 230V, 50Hz
Jamaika Tipe A, Tipe B 110V, 50Hz
Jepang Tipe A, Tipe B 110V, 50Hz, 60Hz
Jerman Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Jordan Tipe B, Tipe C, tipe D,
Tipe F, Tipe G, Tipe J
230V, 50Hz
Kamboja Tipe A, Tipe C, Tipe G 230V, 50Hz
Kamerun Tipe C, Tipe E 220V, 50Hz
Kanada Tipe A, Tipe B 120V, 60Hz
Kazakhstan Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Kenya Tipe G 240V, 50Hz
Kirgizstan Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Kiribati Tipe I 240V, 50Hz
Kolombia Tipe A, Tipe B 110V, 60Hz
Komoro Tipe C, Tipe E 220V, 50Hz
Republik Kongo Tipe C, Tipe E 230V, 50Hz
Korea Selatan Tipe C, Tipe F 220V, 60Hz
Korea Utara Tipe A, Tipe C, Tipe F 220V, 110V, 50Hz, 60Hz
Kosta Rika Tipe A, Tipe B 120V, 60Hz
Kroasia Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Kuba Tipe A, Tipe B 110V, 60Hz
Kuwait Tipe C, Tipe G 240V, 50Hz
Laos Tipe A, Tipe B, Tipe C, Tipe E, Tipe F 230V, 50Hz
Latvia Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Lebanon Tipe A, Tipe B, Tipe C, Tipe D, Tipe G 220V, 50Hz
Lesotho Tipe M 220V, 50Hz
Liberia Tipe A, Tipe B, Tipe C, Tipe E, Tipe F 120V, 220V, 50Hz, 60Hz
Libya Tipe C, Tipe D, Tipe F, Tipe L 127V, 230V, 50Hz
Liechtenstein Tipe C, Tipe J 230V, 50Hz
Lituania Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Luksemburg Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Madagaskar Tipe C, Tipe D, Tipe E, Tipe J, Tipe K 127V, 220V, 50Hz
Makedonia Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Maladewa Tipe A, Tipe C, Tipe D, Tipe G, Tipe J,
Tipe K, Tipe L
230V, 50Hz
Malawi Tipe G 230V, 50Hz
Malaysia Tipe A, Tipe C, Tipe G, Tipe M 240V, 50Hz
Mali Tipe C, Tipe E 220V, 50Hz
Malta Tipe G 230V, 50Hz
Maroko Tipe C, Tipe E 127V, 220V, 50Hz
Mauritania Tipe C 220V, 50Hz
Mauritius Tipe C, Tipe G 230V, 50Hz
Meksiko Tipe A, Tipe B 127V, 50Hz
Mesir Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Mikronesia (Kep.) Tipe A, Tipe B 120V, 60Hz
Moldova Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Monako Tipe C, Tipe D, Tipe E, Tipe F 230V, 50Hz
Mongolia Tipe C, Tipe E 220V, 50Hz
Montenegro Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Mozambik Tipe C, Tipe F, Tipe M 220V, 50Hz
Myanmar Tipe C, Tipe D, Tipe F, Tipe G 220V, 50Hz
Namibia Tipe D, Tipe M 230V, 50Hz
Nauru Tipe I 240V, 50Hz
Nepal Tipe C, Tipe D, Tipe M 230V, 50Hz
Niger Tipe A, Tipe B, Tipe C, Tipe D,
Tipe E, Tipe F
220V, 50Hz
Nigeria Tipe D, Tipe G 230V, 50Hz
Nikaragua Tipe A, Tipe B 120V, 60Hz
Norwegia Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Oman Tipe C, Tipe G 240V, 50Hz
Pakistan Tipe C, Tipe D, Tipe G, Tipe M 230V, 50Hz
Palau Tipe A, Tipe B 120V, 60Hz
Panama Tipe A, Tipe B 110V, 60Hz
Pantai Gading Tipe C, Tipe E 230V, 50Hz
Papua Nugini Tipe I 240V, 50Hz
Paraguay Tipe C 220V, 50Hz
Perancis Tipe C, Tipe E 230V, 50Hz
Peru Tipe A, Tipe B, Tipe C 220V, 60Hz
Polandia Tipe A, Tipe B 120V, 60Hz
Portugal Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Qatar Tipe D, Tipe G 240V, 50Hz
Rep. Dem. Kongo Tipe C, Tipe D, Tipe E 220V, 50Hz
Republik Dominika Tipe A, Tipe B 110V, 60Hz
Rumania Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Rusia Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Rwanda Tipe C, Tipe J 230V, 50Hz
Saint Kitts and Nevis Tipe A, Tipe B, Tipe D, Tipe G 230V, 60Hz
Saint Lucia Tipe G 240V, 50Hz
Saint Vincent & the Grenadines Tipe A, Tipe C, Tipe E, Tipe G, Tipe I, Tipe K 230V, 50Hz
Samoa Tipe I 230V, 50Hz
San Marino Tipe C, Tipe F, Tipe L 230V, 50Hz
Sao Tome & Principe Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Selandia Baru Tipe I 230V, 50Hz
Senegal Tipe C, Tipe D, Tipe E, Tipe K 230V, 50Hz
Serbia Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Seychelles Tipe G 240V, 50Hz
Sierra Leone Tipe D, Tipe G 230V, 50Hz
Singapura Tipe C, Tipe G, Tipe M 230V, 50Hz
Siprus Tipe G 240V, 50Hz
Slovenia Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Slowakia Tipe C, Tipe E 230V, 50Hz
Solomon (Kep.) Tipe G, Tipe I 220V, 50Hz
Somalia Tipe C 220V, 50Hz
Spanyol Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Sri Lanka Tipe D, Tipe G, Tipe M 230V, 50Hz
Sudan Tipe C, Tipe D 230V, 50Hz
Suriah Tipe C, Tipe E, Tipe L 220V, 50Hz
Suriname Tipe C, Tipe F 127V, 60Hz
Swaziland Tipe M 230V, 50Hz
Swedia Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Swiss Tipe C, Tipe J 230V, 50Hz
Taiwan Tipe A, Tipe B 110V, 60Hz
Tajikistan Tipe C, Tipe F, Tipe I 220V, 50Hz
Tanjung Verde Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Tanzania Tipe D, Tipe G 230V, 50Hz
Thailand Tipe A, Tipe B, Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Timor Leste Tipe C, Tipe E, Tipe F, Tipe I 220V, 50Hz
Togo Tipe C 220V, 50Hz
Tonga Tipe I 240V, 50Hz
Trinidad & Tobago Tipe A, Tipe B 115V, 60Hz
Tunisia Tipe C, Tipe E 220V, 50Hz
Turki Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Turkmenistan Tipe B, Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Tuvalu Tipe I 220V, 50Hz
Uganda Tipe G 240V, 50Hz
Ukraina Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Uni Emirat Arab Tipe C, Tipe D, Tipe G 220V, 50Hz
Uruguay Tipe C, Tipe F, Tipe I, Tipe L 230V, 50Hz
Uzbekistan Tipe C, Tipe I 220V, 50Hz
Vanuatu Tipe C, Tipe G, Tipe I 220V, 50Hz
Venezuela Tipe A, Tipe B 120V, 60Hz
Vietnam Tipe A, Tipe C, Tipe F 220V, 50Hz
Yaman Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Yunani Tipe C, Tipe F 230V, 50Hz
Zambia Tipe C, Tipe D, Tipe G 230V, 50Hz
Zimbabwe Tipe D, Tipe G 220V, 50Hz

Sekian dulu informasi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini mengenai berbagai jenis soket atau colokan listrik. Semoga website ini makin bermanfaat dan sampai jumpa kembali di pembahasan yang menarik lainnya.

Leave a Comment