Sistem Bilangan Dalam Elektronika Digital


Sistem Bilangan Dalam Elektronika Digital – Yang dimaksud dengan bilangan adalah suatu objek mateatika yang dapat digunakan untuk suatu pengukuran, perhitungan dan juga pelabelan. Dan yang dimaksud dengan sistem bilangan adalah sebuah sistem penulisan yang digunakan agar dapa mengekspresikan suatu bilangan



Dapat juga diartikan bahwa sistem digital memiliki fungsi sebagai pengukur dari suatu nilai atau besaran dengan sifat tetap atau tidak teratuk dalam bentuk diskrit berupa digit – digit atau angka – angka. Pengertian lain dari sistem bilangan adalah cara yang dapat digunakan untuk mewaili besaran suatu item fidik. Dalam sistem bilangan ini digunakan bilangan dasar atau basis tertentu yang disebutkan dalam bahasa inggrisnya sabagai “Base” atau “Radix”.

Dimana base atau radix tersebut merupakan jumlah atau total dari digit suku angka yang dapat digunakan dalam suatu sisdtem bilangan. Dapat dicontohkan untuk sistem bilangan desimal, memiliki radix dari sistem tersebut adalah 10 yang memiliki arti 10 suku angka yaitu bilangan 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 atau dapat disebutkan terdiri dari 10 bilangan desimal.

Baca juga: Apa Itu Bilangan BCD

Sejarah Sistem Bilangan Digital

Bilangan biner pertama kali ditemukan oleh Gottfried Wilhelm yang merupakan seorang filsud yang berasar dari jerman. Selain menjadi filsuf beliau juga merupakan seorang ahli matematika, ilmuan dan masih banyak gelar yang dimiliki olehnya.

Dari penemuan beliau merupakan sistem bilangan yang merupakan awal mula dari semua bilangan digital. Dari bilangan biner tersebut kita dapat menghubahnya atau melakukan konversi bilangan sehingga menjadi sistem bilangan yang lainnya seperti desimal, oktal dan hexadesimal. Dalam melakukan pengelompokannya dalam komputer sebanyak 8 dengan format 1 byte atau bita. Dalam ilmu komputer menjelaskan bahwa 1 byte sama dengan 8 bit.

Baca juga: Cara Konversi Bilangan Desimal Ke Hexadesimal

Fungsi Sistem Bilangan Digital

Sistem bilangan digital ini memiliki fungsi yang ditujukan kepada hardware, software maupun user yang dapat digunakan sebagai penghubung dari semuanya. Bilangan biner ini secara umum dapat digunakan secara meyeluruh pada sistem komputer. Hal tersebut dikarenakan komputer hanya memahami pernyataan 1 dan 0 ata true dan false atau juga dapat disebut on dan off saja.



Sistem Bilangan pada Elektronika Digital

Didalam dunia elektronika digital ini untuk pengetahuan dari sistem bilangan adalah suatu pengetahuan dasar yang wajib untuk dipelajari. Hal itu dikarenakan seemua rangakaian digita ataupun perangkat digital dirancang dengan menggunakan konsep dari sistem bilangan tersebut.

Sistem bilangan digital pada elektronika dapat digunakan untuk mewakili iformasi yang akan diolah ataupun dilakukan pemrosesan hingga menghasilkan sesuatu dari proses atau olahannya. Sistem ini biasa diunakan pada teknik elektronika digital diantaranya yaitu sistem bilangan desimal, biner, hexadesnimalm, dan yang terakhir adalah dapat digunakan pada sistem bilangan oktal.

Baca juga: Cara Konversi Bilangan Desimal Ke Oktal

Jenis – Jenis Bilangan Digital

Bilangan Desimal

Basis atau ridix dari suatu bilangan desimal yaitu 10 jadi berkisar antara 0 sampai dengan 9 (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9). Atau dapat diartikan yaitu angka yang berada pada sebelah kiri koma desimal dapat disebut dengan bilangan bulat sedangkan untuk angka yang berada pada sebelah kanan dapat disebut dengan bilangan pecahan.

Sistem bilangan desimal dapat disebut juga dengan sistem bilangan yang digunakan pada kehidupan kita sehari – hari. Di Indonesia menggunakan tanda baca koma (,) yang digunakan sebagai sperator (pemisah) antara bilangan bulat dengan bilangan pecahan. Sedangkan untuk negara – negara lainnya biasa digunakan tanda titik (.) sebagai pemisahnya.

Pada sistem ini digit atau angka yang digunakan secara berturut – turus berada pada posisi sebelah kiri dari koma desimal (,) yang menunjukkan bobot  nilai dan seterusnya. Sebaliknya untuk angka atau digit yang terletak berurutan disebelah kanan dari koma (,) maka memiliki bobot nilai yaitu  dan seterusnya.

Hal tersebut dapat diartikan bahwa setiap posisi dari digit atau angka memiliki bobot yang berbeda pada masing – masing angkanya yang dinatakan dengan pangkat bilangan dengan basis 10. Pada bilanan desimal ini untuk cara menuliskannya diberi subscript angka 10, contohnya seperti 10932(10).



Baca juga: Cara Konversi Bilangan Desimal Ke Biner

Contoh

Kita ambil contoh pada sebuah bilangan Desimal 235,12. Bagian bilangan bulatnya adalah 235 sedangkan bagian bilangan pecahannya adalah 0,12. Digit-digitnya 5, 3, dan 2 masing-masing memiliki bobot 102, 101 dan 100. Demikian juga digit 1 dan 2 dibelakang koma memiliki bobotnya masing-masing yaitu 10-1 dan 10-2.

Secara Matematis, dapat kita tulis sebagai berikut :

235,12 = (2 x 102) + (3 x 101) + (5 + 100) + (1 x 10-1) + (2 x 10-2)

Bilangan Biner

Sistem bilangan biner dapat disebut juga dengan binary numbering system dimana sistem bilangan ini berbasis dua dan merupakan sistem bilangan yang digunakan oleh semua rangkaian elektronika yang memiliki sistem digital.



Basis atau ridix dari sistem bilangan ini ada dua yaitu angka 0 dan juga angka 1. Atau juga dapat diartikan dengan sistem bilangan yang hanya menggunakan dua simbol yaitu 1 dan 0 atau dalam pemrograma komputer dapat disebut dengan true dan false. Sistem bilangan ini untuk setiap angkanya atau digitnya memiliki bobot  dan seterusnya yang dihitung mulai dari kanan hingga ke kiri.

Sistem bilangan biner ini dapat dikonversikan ke sistem bilangan oktal dan juga dapat dikonversi ke sistem bilangan hexadesimal. Dan penulisan dari sistem ini adalah dengan diberi subscript angka dua contohnya saja bilangan biner 10101(2)



Leave a Comment