Simbol MCB Dan Cara Membaca Kodenya


5. MCB 3 Phase

mcb 3 fase



Cara Kerja MCB

MCB bekerja dengan cara memutuskan hubungan listrik yaitu dengan memanfaatkan panas yang dihasilkan dari aliran listrik sesuai dengan beban listrik yang digunakan.

Karena pada bagian kontak MCB terdapat bimetal yang akan terputus kontaknya jika panasnya cukup untuk memuaikan bimetal atau dengan kata lain arus nya melebihi kapasitas MCB itu sendiri.

MCB adalah komponen yang umumnya dipasang pada setiap KWH Meter yang berfungsi sebagai pengaman jika terjadi korsleting listrik dan juga tentunya sebagai pembatas arus atau batas pemakaian daya sesuai dengan daya terpasang di rumah kita. Sehingga tentunya nilai kapasitas MCB akan berbeda beda tergantung kapasitas daya terpasang dari PLN.

Terdapat banyak pilihan daya jenis ukuran MCB mulai dari 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A bahkan 60A seperti contoh gambar diatas.
Untuk menghitung kapasitas arus maximal yang bisa dialirkan MCB mudah saja yaitu dengan cara mengalikan kapasitas arus MCB dengan tegangan PLN yaitu 220 V.

Misalnya :

Untuk MCB 6A :

6A x 220V = 1320 VA

Untuk MCB 10A :

10A x 220V = 2200 VA

Jadi untuk MCB 10A bisa dialirkan arus listrik maximal sebesar daya reaktif sebesar 2200VA yang secara kasarnya konsumen sering menyebutnya Watt, walaupun secara perhitungan sebenarnya berbeda.

Baca juga: Rumus Watt, Volt, Ampere

Dari rumus diatas juga tentunya diketahui tidak sembarangan dalam menentukan ukuran MCB yang akan dipasang di sebuah instalasi listrik, tentunya jika diketahui daya maksimal keseluruhan di sebuah rumah adalah 1300 VA maka MCB yang dipasang bukanlah yang 6A tetapi dipasang ukuran MCB yang lebih besar.

Alasannya adalah supaya ketika semua alat listrik di rumah dinyalakan bersamaan MCB tidak turun / trip / jepret. Selain itu harus diperhatikan bahwa penggunaan MCB yang tidak sesuai bisa menyebabkan kebakaran.



Leave a Comment