Pengertian Sensor Sentuh Dan Rangkaiannya


Pengertian Sensor Sentuh Dan Rangkaiannya – Dalam tubuh manusia ada sebuah panca indera yang memiliki fungsi untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Konsep yang sama juga diterapkan pada mesin atau sebuah perangkat elektronik atau listrik supaya bisa berinteraksi dengan lingkungan yang ada disekitarnya.

Sensor Sentuh



Maka dari itu, sekarang ini sudah banyak diciptakan berbagai jenis sensor untuk melakukan tugas. Salah satu jenis sensor tersebut adalah touch sensor atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut dengan sensor sentuh.

Nah, kali ini kami akan membahas mengenai pengertian sensor sentuh lengkap beserta jenis dan juga rangkaiannya. Untuk lebih lengkapnya, mari langsung saja kita simak pembahasannya di bawah ini.

Apa Itu Sensor Sentuh (Touch Sensor)

Sensor Sentuh

Sesuai namanya, sensor sentuh atau touch sensor merupakan salah satu sensor elektronik yang memiliki fungsi sebagai pendeteksi sentuhan. Pada dasarnya, jenis sensor yang satu ini beroperasi sebagai sakelar jika disentuh, seperti sakelar yang ada pada lampu, layar sentuh ponsel, dan lain sebagainya.

Sensor sentuh ini juga dikenal dengan nama sensor taktil atau tactile sensor. Seiring dengan berkembangnya teknologi, sensor sentuh sudah semakin banyak digunakan di jaman modern ini. Bahkan sudah menggeser peranan sakelar mekanik pada berbagai perangkat elektronik.



Baca juga: Fungsi Dan Rangkaian Sensor Proximity

Jenis-Jenis Sensor Sentuh (Touch Sensor)

Sensor sentuh berdasarkan fungsinya dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu sensor kapasitif, sensor resistif, surface acoustic wave dan multi touch. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai ke empat jenis touch sensor tersebut:Jenis-jenis Sensor Sentuh

 

Sensor Kapasitif

Sensor sentuh kapasitif adalah salah satu jenis sensor sentuh yang paling populer di jaman sekarang ini. Hal tersebut karena sensor kapasitif memiliki banyak sekali keunggulan. Beberapa keunggulan yang dimilikinya yaitu memiliki ketahanan lebih kuat, mampu tahan lama, mudah untuk digunakan, dan harganya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sensor resistif. Bahkan ponsel-ponsel pintar atau smartphone sekarang ini sudah banyak yang menggunakan teknologi satu ini karena mampu menghasilkan respon yang lebih cepat dan akurat.

Berbeda halnya dengan sensor sentuh resistif yang biasa menggunakan tekanan tertentu untuk dapat merasakan perubahan pada bagian permukaan layar, sensor kapasitif ini umumnya memanfaatkan sifat konduktif alami yang ada dalam tubuh manusia sebagai pendekteksi perubahan layar sentuhnya.

Untuk layar sentuh pada sensor kapasitif ini dibuat dari berbagai bahan konduktif seperti misalnya Indium Tin Oxide atau yang biasa disingkat dengan ITO. Bahan tersebut dilapisi dengan menggunakan kaca dan biasanya hanya bisa disentuh langsung oleh jari manusia atau stylus khusus ataupun saruh khusus yang pastinya mempunyai sifat konduktif.

Ketika jari sedang menyentuh bagian layar, maka medan listrik pada layar sentuh tersebut akan mengalami perubahan. Setelah itu, akan  di respon secara langsung oleh processor untuk dapat membaca pergerakan jari tangan terebut. Jadi dalam hal ini harus benar-benar diperhatikan bahwa sentuhan kita tidak akan pernah bisa di respon oleh layar sensor kapasitif ini jika kita menggunakan berbagai bahan non-konduktif untuk dijadikan sebagai perantara jari tangan dan layar sentuh tersebut.



Sensor Resistif

Berbeda dengan sensor kapasitif, sensor resistif ini merupakan sebuah sensor sentuh yang tidak bergantung pada sifat listrik yang mengalami perubahan pada konduktivitas pelat logam. Sensor sentuh resistif beroperasi dengan cara mengukur tekanan yang diberikan pada bagian permukaannya. Sensor ini memang tidak perlu untuk mengukur perbedaan kapasitansi, sehingga sudah pasti bisa beroperasi di berbagai bahan non konduktif seperti pena, stylus atau jaring yang ada di dalam sarung tangan.

Terdapat dua lapisan konduktif yang ada di dalam sensor suhu ini, dimana lapisan konduktif tersebut dipisahkan oleh jarak atau celah yang cukup kecil. Pada umumnya dua lapisan konduktif (lapisan atas dan lapisan bawah) tersebut dibuat dari sebuah film. Film-film ini dilapisi dengan Indium Tin Exide yang merupakan salah satu konduktor listrik yang sangat baik dan transparan atau bening.

Untuk cara kerjanya tidak berbeda jauh dengan sebuah sakelar, ketika bagian film bagian lapisan atas menerima tekanan tertentu baik itu dengan jari ataupun stylus, maka film bagian atas akan bersentuhan secara langsung dengan fil lapisan bawah. Hal ini tentunya dapat memicu timbulnya aliran listrik pada titik koordinat yang tertentu pada layar tersebut sekaligus memberikan signal ke prosesor untuk dapat melakukan proses berikutnya.

Surface Acoustic Wave

Surface Acoustic Wave

Untuk dapat  mendeteksi kejadian pada permukaan layarnya, sistem teknologi ini biasa menggunakan gelombang ultrasonik. Dalam monitornya terdapat dua tranduser, yaitu pengirim dan penerima sinyal ultrasonik. Bahkan juga dilengkapi dengan sebuah reflektor yang memiliki fungsi untuk mencegah gelombang ultrasonic supaya tetap berada pada area layar monitor.



Kedua tranduser tersebut dipasang pada empat sisi,  dua vertikal dan dua horizontal. Jika panel touchnya tersentuh langsung maka bagian dari gelombang tersebut nantinya ada yang diserap oleh sentuhan tersebut, seperti misalnya terhalang oleh tangan, tuts, stylus, dan masih banyak lagi.

Sentuhan ini membuat adanya perubahan berupa gelombang yang dipancarkan. Perubahan gelombang ultrasonik yang sudah terjadi selanjutnya akan diterima oleh receiver serta diterjemahkan langsung dalam bentuk pulsa-pulsa listrik. Kemudian informasi sentuhan ini akan mengalami perubahan menjadi suatu data yang akan di teruskan ke controller untuk diproses secara lebih lanjut.

Data yang dihasilkan oleh sentuhan tersebut adalah data mengenai posisi tangan yang menyentuh sinyal ultrasonik secara langsung. Apabila hal ini dilakukan secara kontinyu maka akan ada banyak sensor gelombang ultrasonic pada media yang telah disentuhnya.

Multi Touch

Multi Touch



Leave a Comment