Pengertian SCR (Silicon Controlled Rectifier)


Pengertian SCR (Silicon Controlled Rectifier) – Seperti yang kita ketahui bahwa ada banyak sekali komponen dalam elektronika. Jumlahnya sendiri tidak hanya puluhan, tetapi juga bisa mencapai ratusan. SCR merupakan salah satu jenis dari sekian banyaknya komponen tersebut. SCR bisa dibilang kurang begitu familiar, karena tidak tergolong dalam komponen elektronika yang mendasar.



Meskipun kurang populer, tetapi perannya dalam bidang elektronika sangatlah penting. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang SCR mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenis, dan juga prinsip kerjanya. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasannya berikut ini.

Baca juga: Cara Mengukur SCR Dengan Multimeter

Pengertian dan Fungsi SCR (Silicon Controlled Rectifier)

SCR atau Silicon Controlled Rectifier merupakan salah satu jenis komponen dioda yang memiliki fungsi sebagai pengendali. Berbeda halnya dengan komponen dioda lainnya yang hanya memiliki 2 kaki terminal, dioda SCR ini mempunyai 3 kaki terminal. Adapun kaki terminal ke 3 pada dioda SCR ini disebut dengan terminal “Gate” atau “Gerbang” yang memiliki fungsi sebagai pengendali atau control. Sementara untuk kaki yang lainnya adalah terminal “Anoda” dan terminal “Katoda”. Komponen dioda yang satuini juga tergolong dalam komponen Thyristor.

Menurut catatan sejarah, SCR (Silicon Controlled Rectifier) ini diperkenalkan pertama kali secara komersial pada tahun 1956. SCR mempunyai kemampuan sebagai pengendali tegangan dan daya yang sangat tinggi dalam sebuah perangkat kecil. Maka tak heran, jika SCR ini biasa digunakan sebagai saklar (switch) atau pengendali (controller) pada suatu rangkaian elektronika yang menggunakan tegangan atau arus menengah tinggi (medium high power).

Beberapa contoh pengaplikasian  SCR dalam dunia elektronika adalah sebagai berikut:



  • Rangkaian lampu dimmer
  • Rangkaian osilator
  • Rangkaian chopper
  • Rangkaian logika
  • Rangkaian pengendali kecepatan motor
  • Rangkaian inverter
  • Rangkaian timer

SCR atau yang biasa disebut thyristor ini tersusun dari semikonduktor sebanyak 4 lapis, yakni Positif Negatif Positif Negatif (PNPN). Susunan seperti ini juga sering disebut sebagai PNPN Trioda. Fungsi terminal “Gate” adalah sebagai pengendali yang terletak di lapisan silicon positif (P) yang letaknya berdekatan dengan terminal “katoda” (-). Cara kerja dari komponen SCR ini sendiri tidak berbeda jauh dengan sambungan dua buah bipolar transistor (bipolar junction transistor).

Baca juga: Perbedaan Rangkaian SCR, TRIAC, DIAC

Bentuk dan Simbol SCR

Prinsip Kerja (Silicon Controlled Rectifier)

Pada prisipnya, cara kerja komponen dioda SCR ini hampir sama seperti dioda pada umumnya. Arus listrik akan dialirkan secara terarah mulai dari terminal anoda menuju katoda. Namun arus yang mengalir tersebut diharuskan untuk melalui sebuah perantara, yaitu terminal gate.

Ketika terminal gate mendapat pemicu atau trigger maka akan berubah menjadi aktif. Trigger atau pemicu ini berasal dari arus yang memiliki muatan positif. Jika tidak, maka bisa dipastikan gate tidak akan bisa aktif sehingga SCR nantinya tidak bisa berfungsi. Setelah gate sudah berhasil aktif, arus listrik akan mengalir mulai dari anoda menuju ke katoda.



Leave a Comment