Pengertian, Cara Kerja Dan Rangkaian Saklar

Pengertian Dan Rangkaian Saklar – Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita tidak pernah terlepas dengan yang namanya listrik. Terlebih jika Anda merupakan seseorang yang setiap harinya bekerja dalam bidang elektronik yang sudah pasti menggunakan listrik sebagai sumber daya (penggeraknya).

Sekarang ini sudah ada banyak sekali jenis saklar yang dijual di berbagai toko listrik dengan berbagai macam bentuk dan ukuran.  Dipasaran banyak saklar yang dijual dengan harga cukup mahal, tetapi ada juga yang dijual dengan harga sangat murah. Ada saklar yang menggunakan tiga tombol, dan ada pula saklar yang menggunakan satu tombol.

pengertian, Cara Kerja Dan Rangkaian Saklar

Disamping itu, setiap peralatan elektronik selalu membutuhkan aliran listrik sebagai sumber energinya, baik itu yang digunakan untuk menghidupkannya (penggerak) ataupun untuk penyimpangan cadangan energi.

Hal inilah yang kemudian membuat seseorang bisa melakukan pengontrolan terhadap listrik dengan baik supaya penggunaannya nanti dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan terhindar dari pemborosan listrik. Maka dari itu, dibutuhkan sebuah alat yang digunakan sebagai pengontrolnya, yaitu saklar.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai  pengertian dan cara kerja saklar listrik secara lengkap. Untuk lebih jelasnya mari langsung saja simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Jenis Jenis Saklar Dan Fungsinya

Pengertian Saklar

Pengertian Saklar

Saklar atau yang biasa disebut dengan saklar listrik merupakan salah satu komponen atau perangkat yang memiliki fungsi sebagai pemutus atau penghubung aliran listrik. Komponen yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Switch ini menjadi komponen listrik yang paling umum digunakan.

Hal ini karena hampir semua peralatan listrik dan elektronika selalu membutuhkan saklar untuk menghidupkan ataupun mematikan alat listrik yang digunakan.

Berikut ini kami akan memberikan beberapa contoh  penggunaan saklar di berbagai peralatan listrik ataupun elektronik:

  • Tombol ON/OFF dan Volume Up Down di Ponsel
  • Tombol ON/OFF di TV, Tombol-tombol di Remote TV
  • Saklar dinding untuk menghidupkan dan mematikan lampu listrik
  • Tombol ON/OFF di Laptop atau Komputer
  • Tombol-tombol Keyboard pada Laptop atau Komputer
  • Tombol ON/OFF dan Tombol pilihan kecepatan di Kipas Angin
  • Dan masih banyak lagi.

Pada umumnya saklar memiliki dua keadaan, yaitu saklar yang keadaan terbuka dan saklar tertutup. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai dua keadaan tersebut:

  • Saklar Keadaan Terbuka

Mungkin Anda sudah paham bahwa saklar yang sedang dalam keadaan terbuka, maka akan membuat aliran arus listrik tidak dapat tersambung (mati) sehingga hal ini biasa disebut sebagai saklar off.

  • Saklar Keadaan Tertutup

Saklar keadaan tertutup merupakan kebalikan dari saklar  keadaan terbuka, dimana dengan keadaan tertutup berarti memungkinan masuknya aliran listrik dengan melalui saklar tersebut sehingga bisa mendapatkan energi listrik.

Komponen saklar sendiri sudah dirancang secara khusus sehingga memiliki fungsi sebagai pemutus atau penyambung aliran listrik. Hal ini akan memudahkan Anda saat melakukan pengontrolan terhadap penggunaan listrik.

Cara Kerja Saklar Listrik

Komponen saklar pada umumnya terdiri dari dua bilah konduktor (umumnya adalah logam) yang terhubung secara langsung rangkaian eksternal. Ketika dua bilah konduktor ini terhubung maka akan memicu terjadinya hubungan arus listrik pada rangkaian. Begitu sebaliknya, ketika kedua konduktor ini dipisahkan maka hubungan arus listrik nantinya juga akan ikut terputus.

Adapun saklar yang paling umum dijumpai adalah saklar yang dioperasikan langsung oleh manusia dengan satu atau lebih pasang kontak listrik. Masing-masing pasangan kontak biasanya terdiri dari 2 keadaan atau yang biasa disebut sebagai “State”.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kedua keadaan tersebut adalah keadaan tertutup (close) dan keadaan terbuka “open”.  Close berarti telah terjadi adanya sambungan aliran listrik, sementara open merupakan terjadinya pemutusan aliran arus listrik.

Cara Kerja Saklar ListrikCara Kerja Saklar Listrik

Berdasarkan dua kondisi tersebut, saklar memiliki istilah Normally Open (NO) untuk saklar yang sedang dalam kondisi terbuka (Open) pada kondisi awal. Jika ditekan, maka saklar Normally Open (NO) ini akan mengalami perubahan menjadi kondisi tertutup (Close) atau ON.

Sementara Normally Close (NC) adalah saklar yang sedang dalam kondisi tertutup (close) pada awal yang kemudian berubah menjadi kondisi terbuka (Open) saat ditekan.

Baca juga: Macam Macam Colokan Listrik

Cara Kerja Saklar Berdasarkan Jenis-Jenisnya

  • Cara Kerja Saklar SPST

Single Pole Single Through (SPST) merupakan saklar ON atau OFF yang digunakan sebagai penghubung atau pemutus koneksi diantara dua terminal. Daya supply yang digunakan untuk rangkaian akan diaktifkan oleh saklar SPST.  Berikut ini adalah bentuk dari SPST sederhana:

Saklar Switch SPST

 

 

Saklar atau Switch SPST

Saklar ini biasa disebut dengan switch toggle. Jenis saklar ini mempunyai dua kontak, satu input dan juga output. Berdasarkan diagram saklar lampu, kemudian mampu mengontrol satu kawat (pole) serta  membuat sebuah sambungan (throw).

Ini merupakan saklar ON/OFF, saat saklar ditutup ataupun hidup maka arus akan mengalir dengan melalui terminal serta bohlam dan rangkaian menjadi menyala. Namun jika saklar sedang dalam keadaan terbuka (off) maka tidak akan ada aliran arus listrik pada rangkaian.

Rangkaian Saklar SPST

Rangkaian Saklar SPST

  • Cara  Kerja Saklar SPDT

Saklar single pole double throw (SPDT) merupakan saklar yang terdiri dari 3 terminal, satu untuk input dan dua yang lainnya untuk output. Menjadi penghubung terminal umum antara satu ke lainnya dari dua terminal.

Jika ingin menggunakan SPDT sebagai saklar SPST maka sebaiknya menggunakan terminal COM yang merupakan pengganti terminal yang lainnya. Seperti misalnya menggunakan COM dan A atau bisa juga COM dan B.

Sakelar atau Switch SPDTSakelar atau Switch SPDT

Dari gambar diatas sudah terlihat dengan jelas apa yang akan terjadi jika sakelar SPDT bergerak bolak balik. Umumnya saklar ini digunakan pada rangkaian 3 arah untuk ON/OFF lampu dari dua lokasi, seperti misalnya dari atas ataupun bawah tangga. Jika saklar A OFF maka arus akan mengalir dengan melalui dua terminal. Hanya lampu A saja yang ON, dan lampu B menjadi OFF.

Jika saklar B OFF maka arus akan mengalir dengan melalui dua terminal. Hanya lampu B saja yang akan ON dan lampu A menjadi OFF. Berikut ini kita akan mengendalikan dua rangkaian (jalur) dengan melalui satu cara (sumber).

Rangkaian Saklar SPDT

Rangkaian Saklar SPDT

  • Cara Kerja Saklar DPST

DPST merupakan singkatan dari double pole, single throw. Double pole memiliki arti bahwa unit berisi dua saklar identik, berdampingan, serta dioperasikan dengan tuas tunggal. Ini menandakan bahwa dua rangkaian secara terpisah dalam satu waktu yang dikendalikan dengan melalui satu dorongan.

Sakelar atau Switch DPSTSakelar atau Switch DPST

Saklar DPST biasa digunakan untuk menghidupkan atau mematikan dua rangkaian. Jenis saklar yang satu ini empat terminal, yang dimana terdiri dari dua input dan dua output.

Namun saklar DPST umumnya digunakan sebagai pengontrol 240 volt, kedua saluran supply harus dalam aktif, tetapi untuk kawat netral bisa dihubungkan secara permanen. Dalam hal ini jika saklar dimatikan maka arus akan mengalir dengan melalui dua rangkaian dan terputus ketika dimatikan.

  • Cara Kerja Saklar DPDT

DPDT merupakan saklar double pole double throw yang sebanding dengan saklar SPDT. Rute dua rangkaian secara terpisah, masing-masing dihubungkan dari dua input ke salah satu dari dua output. Posisi saklar dapat menentukan jumlah yang dimana masing-masing dari dua kontak bisa dialihkan.

 Sakelar atau Switch DPDTSakelar atau Switch DPDT

Lalu dalam mode ON-ON atau ON-OFF-ON mereka memiliki  fungsi seperti dua sklar SPDT secara terpisah yang dijalankan oleh aktuator yang sama. Dalam satu waktu, hanya ada dua beban saja yang bisa ON. Saklar DPDT bisa digunakan di berbagai aplikasi yang membutuhkan sistem kabel terbuka ataupun tertutup.

Adapun contohnya adalah permodelan kereta api yang umumnya menggunakan kerta api dalam skala kecil dan kereta api, jembatan dan juga mobil. Closed berarti sistem akan selalu ON setiap saat, sedangkan Open berarti bagian lain dalam kondisi On atau diaktifkan dengan melalui relai.

Bisa Anda lihat pada rangkaian berikut ini, koneksi A, B dan C membentuk sebuah pole saklar dan koneksi D,  E, dan E membentuk pole yang lainnya. Koneksi B dan E merupakan yang paling umum di setiap kutub atau pole. Apabila catu daya positif (Vs) masuk dalam koneksi B dan saklar diatur pada posisi yang paling atas, koneksi A berubah positif dan motor akan menjadi berputar hanya dalam satu arah.

Sedangkan jika saklar diatur pada posisi yang paling bawah, catu daya menjadi terbalik dan koneksi berubah positif sehingga motor akan menjadi berputar pada arah secara berlawanan. Pada posisi tengah, catu daya tidak akan terhubung langsung pada motor dan tidak berputar sama sekali.

Jenis saklar ini pada umumnya digunakan dibeberapa pengendali motor yang dimana untuk kecepatan motor tersebut harus dibalik.

Rangkaian Saklar DPDT

Rangkaian Saklar DPDT

Demikian informasi mengenai pengertian,  fungsi dan juga cara kerja saklar yang dapat disampaikan oleh rodablog.com. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda semua!

Leave a Comment