Pengertian Dan Fungsi Rheostat


Komponen ini memiliki cara kerja yaitu arus listrik akan melewati salah satu kaki dari terminalnya lalu akan mengalir melalui lilitan kawat yang berupa kumparan serta kontak, lalu akan keluar melalui kaki pada terminal satunya. Rheostat tidak memiliki polaritas, oleh karena itu dapat melakukan pekerjaannya apabila kedua kakinya dilakukan pemasangan secara terbalik.

Baca juga: Cara Menghitung Resistor Untuk LED

Baca juga: Menghitung Resistor Dengan Warna Dan Angka

Kontruksi Rheostat

Rheostat memiliki kontruksi yang berkaitan dengan kontruksi dari potensiometer. Berbeda dengan potensiometer, rheostat dapat membawa jumlah arus yang signifikan. Oleh karena itu perancangan resistor ini menggunakan resistor wound wire yang dilakukan secara teratur.



Kontruksi untuk rheostat memiliki tiga terminal yang dapat dilambangkan saja dengan A, B, dan C. namun hanya digunakan dua terminal, sehingga menjadi AB. Dan BC. Untuk kontruksi ini terminal A dan C akan tetap terhubng pada trek yang dikenal dengan elemen resistif. Tetapi untuk terminal B yang tidak rata akan terhubung ke slider atau sliding wiper.

Perubahan resistansi rheostat terjadi karena wiper bergeser bergerak dengan elemenresistif diatas jalur resistif. Elemen resistif sendiri terbuat dari putaran kawat atau film karbon dan juga sering dibuat dengan luka kawat (wire wound) atau dapat juga disebut dengan variabel resistor wire wound

Rheostat dirancang denfan melilitkan nichrome (kawat) di daerah inti keramik isolasi. Keramik tersebut sebagai bahan isolasi terhadap panas. Jadi inti keramik akan membiarkan panas memalui keramik tersebut.

Baca juga: Pengertian Dan Contoh Perhitungan Reaktansi Induktif

Jenis – Jenis Rheostat

Rheostat memiliki 3 jenis yang berbeda. Berikut adala jenis – jenis dari komponen elektronika yaitu rheostat:



  • Rheostat Linier

Rheostat ini juga dapat disebut juga dengan rheostat slide. Jenis ini termasuk pada jalur resistif linier, jadi terminal geser memiliki pergerakan yang lancar pada jalur ini. Dengan memiliki dua terminal yang permanen, komponen ini hanya menggunakan salah satu dari terminal tersebut dan terminal yang lainya dapat dihubungkan ke slider. Rheostat jenis ini sering digunakan pada aplikasi laboratorium.

  • Rheostat Rotary

Seperti nama, jenis reostat ini memiliki jalur resistif yag berputar. Untuk rheostat jenis ini biasa dirancang denga poros tempat penyeka ditempatkan dan biasnya digunakan dalam aplikasi daya. Peran penghapus dari jenis ini adalah kontak geser yang dapat memindahkan tiga per-empat dari lingkaran duiatas  terminal

  • Rheostat Preset

Untuk rheostat jenis ini dapat disebut juga dengan rheostat trimmer. Jenis ini memilki bentuk kecil yang biasanya dipasang pada PCB (papan sirkuit tercetak) oleh karena itu rheostat ini digunakan sebagai trimmers (pemangkas). Rheostat ini sering digunakan pada rangkaian untuk kalibarasi. Terdapat dua dan tiga pemangkas terminal yang ad dalam kasus, perangkat yang memiliki tiga terminal akan digunakan seperti perangkat dengan dua terminal.



Baca juga: Pengertian Dan Contoh Perhitungan Reaktansi Kapasitif

Cara Menggunakan dan Memelihara Rheostat

Cara Menggunakan Rheostat



Leave a Comment