Pengertian Dan Contoh Perhitungan Reaktansi Induktif


Baca juga: Menghitung Resistor Dengan Warna Dan Angka

Hubungan Reaktansi Induktif dengan Impedansi

Impedansi memiliki pengertian yaitu gabungan nilai dari hambatan yang dihasilkan oleh beban berupa resistor, yang nantinya akan dihubungkan engan kapasitor atau induktor. Impedansi ini sering digunakan untuk menjelaskan pengukuran dari penolakan arus bolak – balik pada gelombang sinus. Pada impedansi ini dapat memperluas konsep dari reaktansi listrik yang membahas tentang relatif tegangan, arus, dan fase relatif yang ada pada rangkaian listrik dengan arus bolak – balik (AC).



Gambar diatas adalah bentuk rangkaian impedansi pada rangkaian dengan arus bolak – balik, berikut cara untuk mengetahui nilai impedansi pada rangakain diatas dengan menggunaka persamaan impedansi yang berasal dari hasil subtitusi langsung dari hukum Ohm (Ω)

Keterangan:

Z= Impedansi (Ω)

V= Tegangan listrik (V)

I= Arus listrik (A)

Terdapat cara lain untuk mengetahui nilai impedansi dengan mengetahui nilai dari masing – masing hambatan seperti resistor merupakan nilai resistansinya, kapasitor nilai reaktansi kapasisitfnya, dan induktor merupakan nilai reaktansi induktifnya. Lalu akan dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus yang sesuai dengan bentuk rangkaiannya.

Pada reaktansi induktif ini arus listrik yang mengalir pada induktor didalam rangkaian AC memiliki nilai hambatan yang ditentukan oleh resistansi AC yang dapat disebut juga dengan impedansi (Z). Resistansi sering juga dikaitkan dengan rangkaian DC. Jadi untuk melakukan perbedaan antara resistansi AC dan DC maka dapat digunakan istilah reaktansi (reactance).



Leave a Comment