Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di RODABLOG

×

Perbedaan Rangkaian Seri Dan Paralel Pada Baterai


Pada gambar di atas bisa dilihat bahwa 4 buah baterai masing-masing bisa menghasilkan Current atau kapasitas arus listrik (Ampere) yang sama dengan arus listrik pada 1 buah baterai. Namun bisa menghasilkan tegangan hingga 4 kali lipat dari tegangan 1 buah baterai. Tegangan sendiri dalam dunia elektronika merupakan perbedaan potensial listrik diantara dua titik pada suatu rangkaian listrik yang dinyatakan dalam satuan VOLT.

Pada gambar rangkaian seri baterai di atas, 4 buah baterai yang masing-masing memiliki tegangan 1,5 Volt dan 1.000 miliampere per jam (mAh) bisa menghasilkan tegangan sebesar 6 Volt. Namun untuk kapasitas listrik yang dihasilkan (Current) akan tetap sama, yakni 1.000 miliampere per jam (mAh).



Vtot = Vbat1 +Vbat2 + Vbat3 + Vbat4
Vtot = 1,5V + 1,5V + 1,5V + 1,5V
Vtot = 6 V

Rangkaian Paralel Baterai

Selanjutnya kami akan menjelaskan mengenai rangkaian paralel yang terdiri dari 4 buah baterai. Rangkaian paralel baterai pada gambar di atas menghasilkan tegangan yang sama, yaitu sebesar 1,5 Volt. Namun menghasilkan kapasitas arus listrik (current) sebesar 4.000 mAH miliampere per jam, yakni total dari seluruh kapasitas arus listrik yang ada pada baterai.

Itot = Ibat1 +Ibat2 + Ibat3 + Ibat4
Itot = 1.000mAh + 1.000mAh + 1.000mAh + 1.000mAh
Itot = 4.000mAh

Arti Kode mAh pada Baterai

Kapasitas suatu baterai umumnya diukur dengan satu mAh. Lalu apa yang dimaksud dengan mAH ini? mAH sendiri merupakan singkatan dari mili ampere Hour yang berarti miliampere per jam. Semakin tinggi mAH pada suatu baterai maka akan semakin tinggi juga kapasitasnya.

Pada intinya, mAH atau miliampere Hours (Miliampere per jam) pada baterai digunakan untuk menyatakan kemampuan baterai dalam menyediakan energi yang dimilikinya dalam jangka waktu satu jam.

Contoh: