Contoh Rangkaian Inverter DC to AC


Lalu untuk menghasilakan efek seperti saklar yang dipindahkan secara bolak balik dapat dilakukan dengan cara menggunakan sebuah sirkuit atau rangkauan astable multivibratir (multivibrator tidak stabil) yang terdapat pada sepasang transistor, atau denga menggunakan MOSFET yang lebih efisien dalam hal daya. Berikut adalah ilustrasi multivibrator tak stabil yang digambarkan sebagai osilator dan diteruskan ke power amplifier:



Baca juga: Menghitung Ampere Hour Baterai Powerbank Dan Aki

Contoh Rangkaian Inverter

Berikut adalah dua contoh rangkaian inverter beserta dengan penjelasan pada masing – masing contoh yaitu:

Contoh 1

Berikut adalah salah satu contoh rangkaian sederhana yang dapat difungsikan sebagai konversi arus DC seperti baterai aki maupun solar cell menjadi bentuk arus AC. Pada rangkaian ini output akan dihubungkan dengan peralata elektronik seperti TV, charger HP, komputer, dll dengan pemanfaat baterai sebesar 12 VDC yang akan diubah oleh sirkuit inverter menjadi tegangan 220 VAC.

Rangkaian ini menggunakan trafo dengan nilai sebesar 5A dan berjenis CT atau center tap. Berikut adalah diagram blok dari rangkaian inverter ini yang menunjukkan cara kerja dari rangkaian ini agar tidak terjadi kesalahan yang dapat menyebabkan tidak berfungsinya rangkaian tersebut.

Penjelasan diagram blok:

1) Baterai. Kapasitas yang terdapat ada baterai ini akan menentukan berapa lama inverter dapat digunakan. pada umumnya sebuah UPS dapat digunakan baterai kering dengan tegangan 12 Volt DC 7AH. Dan arus dari baterai akan digunakan sebagai supply utama rangkaian dan sekaligus sebagai arus listrik yang akan dikonversikan ke arus listrik seperti PLN

2) MOSFET Driver Sirkuit. Pada blok ini sudah termasuk juga dengan isolator yang memiliki fungsi sebagai pembangkit multivibrator tak stabil yang akan diumpankan pada penguat jenis MOSFET. Penggunaan MOSFET (2N 3055 jenis FET) ini lebih unggul dalam hal pengutan dan efisiensi daya dibanding dengan transistor silikon

3) St Up Transformer. Untuk blok ini tegangan yang dialirkan akan dinaikkan dengan cara menguman sinyal dari MOSFET, trafo yang digunakan pada inverter haruslah jenis CT (center tap)

4) AC Power. Blok ini berupa hasil atau output dari trafo inverter yang memiliki tegangan sebesar 220 – 230 Volt dan dapat dihubungkan langsung dengan beban listrik.

Baca juga: Pengertian, Fungsi Dan Jenis Thyristor

Skema Rangkaian Inverter 100 watt.



Leave a Comment