Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di RODABLOG

×

Prinsip Kerja Arrester Saat Kondisi Normal Dan Gangguan pada Gardu Listrik


Suatu arrester dapat dipasang sebagai proteksi saat terjadi surge petir atau surge hubung. Dimana alat atau benda tersebut dipasang pada sistem tenaga listrik baik distribusi maupun pada gardu induk. Pada artikel kali ini akan membahas mengenai prinsip kerja dari arrester pada dua kondisi yaitu saat mengalami kondisi normal dan saat pada kondisi gangguan. Berikut ini adalah penjelasannya.

Saat Kondisi Normal

Untuk dalam kondisi normal, arrester ni dapat bekerja sebagai isolator sehingga aliran listrik dari jaringan akan lewat melalui FCO (Fuse Cut Off) dan akan diteruskan menuju Transformator (pada gardu distribusi).



Saat Kondisi Gangguan

Untuk dalam kondsi gangguan disini merupakan saat terjadi sambaran petir atau terjadi gangguan lainnya yamh menyebabkan lonjakan tegangan. Pada saat terjadi lonjakan tegangan tersebut maka arrester akan bekerja sebagai konduktor dengan nilai tahanan yang relatif rendah dari keadan normal.

Dengan adanya tahanan rendah itu dapat membuat arus gangguan yang dihasilkan memilih untuk melalui arrester (bekerja sebagai konduktor) dan kemudian diteruskan ke tanah melalui sistem pentanahan atau pembumian (ground / arde). Ketika tegangan surge sudah hilang maka tahanan arrester berubah menjadi tingg sehingga membuatnya kembali menjadi isolator.

Pada intinya cara kerja arrester tersebut dengan membuat jalan arus gangguan akibat surge tegangan setelah itu diteruskan pada tanah. Dengan adanya arrester tersebut akan membuat peralatan listrik lainnya terlindungi. Akan tetapi bila tidak ada arrester maka apabila terjadi surge petir maka arus lebih yang dihasilkannya akan dialirkan ke peralatan listrik lainnya dan akan membuat peralatan listrik itu rusak.

Baca Juga: Harga Dan Ukuran Kabel AWG