Pengertian, Cara Kerja Dan Fungsi Phototransistor


Baca juga: Pengertian Relay Dan Cara Kerjanya

Prinsip dan Cara Kerja Photo Transistor

Prisip Kerja Photo Transistor



Prinsip kerja sensor ini mirp dengna transistor yaitu sebagai saklar, tetapai terapat perbedaan yaitu denyut yang masuk ke dalam basis. Kaki basi yang terdapat pada photo transistor tidak diperlihatkan sebab memiliki fungsi yang dapat dikendalikan berdasarkan ada adatu tidaknya berkas cahaya yang mengenai permukaan bebahan photokonduktif.

  • Pada saat photo transistor tidak menerima cahaya, maka photo transistor tidak aktif, sehingga aliran arus listrik (I) tidak mengalir dari kaki collector (C) menuju kaki emitter (E) atau VCE = 0 volt
  • Pada saat photo transistor menerima cahaya, maka photo transistor aktif, sehingga aliran arus listrik (I) mengalir dari kaki collector (C) menuju kaki emitter (E) atau VCE > 0 volt

Penggunaan komponen ini biasanya digunakan pada rangkaian yang dapat mendeteksi cahaya (sensor optik). Biasanya komponen sensor cahaya ini dirangkai sebagai resistor (resistor tetap). Berikut rangkaian dalam mengkondisikan sinyal dari sensor photo transistor

Cara Kerja Photo Transistor

Photo transistor memiliki cara kerja dimana ketika arus yang berada pada basis transistor akan dikalikan dalam memberikan arus kepada kolektor, pada sensor ini arus yag ada pada basis dapat dikendalikan berdasarkan jumlah cahaya atau infrared yang telah diterima. Oleh karena itu photo transistor memiliki dua kaki

Dari kedua kaki tersebut dapat disebut dengan emitor dan kolektor. Untuk terminal yang terdapat pada basis biasanya bebrbentuk lensa yang memilik fungsi untuk mendeteksi datangnya cahaya.

Jadi cara kerjanya apabila terminal yang terdapat pada basis menerima cahaya maka akan dialirkan pada kedua kaki tersebut, dan jika jahaya tersebut semakin tinggi nilai intensitasnya maka arus yang dialirkan dari kolektor ke emitor akan semakin besar juga.

Oleh karena cara kerja yang hampir sama dengan transistor sehingga dapat dijelakan menjadi kondisi cut oof akan terjadi apabila tidak menerima cahaya infrared dan kondisi saturasinya terjadi apabila menerima cahaya infrared.

Baca juga: Pengertian, Jenis Dan Fungsi Optocoupler

Mengapa Bias Balik Photo Transistor

Pada photo diode terjadi bias balik yang digunakan untuk mengurangi area muatan dan mempersempit nilai dari kapasitansi yang ada dipersimpangan PN. Hal ini dapat memungkinkan menggunakan badwidth yang lebih tinggi. Dimana cahaya nantinya akan bertindak sebagai akuB, untuk photo transistor NPN kolektro dapat memiliki tegangan +ve oleh beban resistif sedangkan nantinya emitor akan dihubungkan ke ground.

Keuntungan dan Kekurangan Photo Transistor

Suatu sensor pasti memiliki keuntungan dan kekurangan, berikut adalah keuntungan dan kekurangan dari sensor photo transistor:

Keuntungan Photo Transistor

  • Efisiensi transistor jenis ini lebih besar dari pada fotodioda. Keuntungan arus transistor juga lebih banyak dibandingkan dengan dioda; Bahkan jika cahaya datang sama, foto transistor akan menghasilkan lebih banyak arus foto.
  • Dibandingkan dengan dioda foto, waktu respons dari foto transistor lebih banyak. Artinya transistor jenis ini memiliki waktu respon yang lebih cepat.
  • Photo-transistor kebal terhadap gangguan kebisingan apapun.
  • Photo-transistor lebih murah.
  • Sirkuit transistor jenis ini tidak terlalu rumit.

Kekurangan Photo Transistor

  • Efisiensi fototransistor menurun dengan adanya gangguan medan elektromagnetik.
  • Pada frekuensi yang lebih tinggi, transistor foto tidak berfungsi dengan baik. Karena masalah ini, ia gagal untuk mengubah arus foto secara efektif pada frekuensi tinggi.
  • Lonjakan Listrik sering terjadi.

Contoh Komponen Photo Transistor

  • KDT00030TR
  • PS5042
  • OP506A, OP550A, OP506B
  • TEKT5400S, TEMT1030
  • SFH314-2 / ​​3, SFH 325 FA-Z
  • QSE113E3R0
  • BPW17N, BPV11F, BPW85C dll.

Aplikasi Photo Transistor

Pengaplikasiaan photo transistor dapat digunakan dalam berbagai bidang. Berikut adalah beberapa contoh pengaplikasian dari sensor cahaya photo transistor:

  • Photo-transistor digunakan dalam sistem penghitungan.
  • Jenis transistor ini digunakan dalam sistem komputasi.
  • Jenis transistor ini dapat digunakan untuk menghasilkan tegangan variabel.
  • Jenis transistor ini digunakan dalam.
  • Karena efisiensi konversi cahaya ke arus yang tinggi, ini banyak digunakan di remote, mesin cetak.
  • Aplikasi terpenting dari jenis transistor ini adalah dengan menggunakannya sebagai pendeteksi cahaya. Itu juga dapat mendeteksi cahaya yang sangat sedikit juga.
  • Mereka juga memainkan peran penting dalam pembuatan kartu berlubang.
  • Jenis transistor ini adalah perangkat optoelektronik penting yang juga digunakan dalam serat optik

Baca juga: Pengertian, Cara Kerja Dan Fungsi LED

Perbedaan Photo Diode dengan Photo Transistor

Kedua komponen ini dapat bekerja berdasarkan pada prinsip efek phobolistrik bagian dalam. Pada photo diode menggunakan diode PN junction biasa dengan dua terminal yaitu katoda dan anoda, sedangkan pada photo transstor tidak memiliki terminal basis dan bagian dari sisi dasarnya dapat menangkap cahaya dari sumbernya. Dibawah ini adalah tabel perbedaan antara kedua sensor cahaya yaitu photo diode dengan photo transistor:

Baca juga: Komponen Elektronika, Jenis Dan Fungsinya

Perbedaan Photo Resistor dengan Photo Transistor

Tabel dibawah merupakan penjelasan perbedaan dari photo transistor dengan photo resistor:



Leave a Comment