Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di RODABLOG

×

Pengertian Photodioda Dan Prinsip Kerjanya


photodioda

Pemisahan muatan negatif dan positif ini membuat terjadinya perbedaan potensial pada persimpangan PN. Saat dihubungkan dengan sebuah beban maupun kabel menuju katoda (sisi semikonduktor N) dan anoda (sisi semikonduktor P), elektron akan langsung mengalir melewati beban atau kabel itu sendiri mulai dari katoda menuju anoda atau yang biasa disebut dengan aliran arus listrik.

Model Pengoperasian Photodioda (Dioda Foto)

Photodioda



Ada dua macam model pengoperasian pada komponen photodioda, yaitu dengan menggunakan model Photovoltalic dan model Photoconductive. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai kedua model pengoperasian photodioda tersebut:

  1. Model Photovoltaic

Sama halnya dengan sel surya (solar sel), dioda foto juga akan menghasilkan tegangan yang bisa diukur. Meski demikian, tegangan atau listrik yang dihasilkan oleh dioda foto bisa dibilang sangat kecil atau bahkan tidak cukup untuk menyala sebuah lampu ataupun perangkat elektronika.

Berikut ini adalah contoh rangkaian photodioda yang dikerjakan pada model Photovoltaik:

Model Photovoltaic

  1. Model Photoconductive

Karena tidak mampu menghasilkan arus listrik dalam jumlah yang cukup untuk keperluan rangkaian elektronika, maka dioda foto biasanya akan digabungkan dengan sumber tegangan yang dipasangkan secara bias terbalik (reverse biased voltage).

Model Photoconductive ini pada umumnya akan menggunakan sumber tegangan lain untuk difungsikan sebagai penggerak beban atau rangkaian elektronika. Sedangkan dioda foto sendiri memiliki fungsi sebagai saklar (switch) yang akan mengalirkan arus listrik saat dikenakan cahaya.

Berikut ini adalah contoh rangkaian photodioda yang dikerjakan pada model Photoconductive:

mode Photoconductive

Penggunaan Dioda Foto

Penggunaan Photodioda