Pengertian, Fungsi Dan Contoh Mikroprosesor


Pengertian Dan Contoh Mikroprosesor – Mikroprosesor adalah sebuah komponen yang memiliki peran penting dalam sistem komputer. Bahkan komponen ini juga biasa disebut sebagai otak komputer, meskipun sebutan ini kurang begitu tepat.



Mikroprosesor hanya berperan sebagai pemroses saja,  yang dimana tidak memiliki fungsi sebagai pengingat. Fungsi pengingat ini sendiri dimiliki oleh komponen lain yang dinamakan dengan memori, dan berbagai komponen lain yang digunakan dalam komputer. Lalu apa yang dimaksud dengan mikroprosesor? Bagaimanakah fungsinya? Lebih jelasnya silahkan simak pembahasan berikut ini.

Baca juga: Pengertian Dan Fungsi Mikrokontroler

Pengertian Mikroprosesor

Mikroprosesor adalah suatu chip IC (Sirkuit Terintegrasi) yang merupakan gabungan fungsi inti dari unit pemrosesan pusat (CPU) atau Central Processing Unit komputer.  Chip IC atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai microprocessor ini merupakan perangkat multifungsi yang bisa diprogram secara khusus untuk menerima data digital sebagai input, yang kemudian melakukan pemrosesan sesuai dengan prosedur yang ada dalam memorinya serta memberikan hasil sebagai output.

Dalam mikroproseseor terdapat sebuah logika kombinasional dan logika digital sekuensial yang dimana keduanya beroperasi pada angka serta simbol yang diwakili dengan sistem angka biner. Selain itu, dalam komponen inijuga terdapat ALU (Arithmetic Logic Unit), unit kontrol, register, sistem bus dan jam atau clock  untuk menjalankan tugas komputasi. Seperti yang sudah kami singgung sebelumnya bahwa microprocessor bisa dikatakan sebagai otak dari seluruh bagian komputer, baik itu komputer yang berupa laptop, dekstop, ataupun server.

Perkembangan komponen ini dimulai dari penemuan IC oleh Fair Child Semikonduktor pada tahun 1959. Selanjutnya beberapa tahun kemudian atau lebih tepatnya pada tahun 1968, Gordan Moore (ahli kimia), Robert Noyce (fisikawan) dan Andrew Grove (Investor) memutuskan untuk berhenti dari Fair Child Semikonduktor dan membangun sebuah perusahaan yang bernama INTEL (Integrated Electronics). Pada tahun 1971, mereka telah berhasil membuat mikroprosesor untuk pertama kali yaitu intel 4004.



Baca juga: Pengertian Dan Fungsi Semikonduktor

Diagram Blok Mikroprosesor pada Komputer

Komponen mikroprosesor pada umumnya terdiri dari ALU (unit aritmatika dan logika atau Arithmetic Logic Unit), unit pengendali dan register array. Adapun bentuk diagram blok mikroprosesor pada komputer adalah sebagai berikut:

Fungsi Mikroprosesor

Mikroprosesor memiliki fungsi utama sebagai komponen untuk mengendalikan seluruh kinerja sistem komputer. Selain itu, mikroprosesor juga memiliki fungsi lain sebagai berikut:

  • Mengambil data dan intruksi dari memori
  • Memindahkan data dari sebuah memori ke memori
  • Mengirimkan sinyal-sinyal kendali dan melayani kerja sinyal interupsi
  • Mengerjakan berbagai fungsi operasi logika ataupun logaritma
  • Menyediakan pewaktuan siklus kerja sistem mikroprosesor dan menjadi fungsi cip itu sendiri.

Berbagai fungsi yang dimiliki oleh mikroprosesor tersebut dipengaruhi oleh beberapa bagian yang ada di dalamnya, salah satunya adalah register. Register merupakan sejumlah memori komputer yang dapat bekerja dengan kecepatan ini. Bagian ini mampu untuk melakukan eksekusi pada program-program dari komputer dengan cara menyediakan akses secara cepat khusus untuk beberapa nilai yang penggunaannya umum.

Register memiliki fungsi sebagai penyimpanan secara sementara, seperti data, kode intruksi, alamat, dan bit status dari berbagai operasi mikroprosesor. Sedangkan bagian lain yang mempengaruhi fungsi microprosesor adalah ALU (Arithmetic Logic Unit), yang akan mengerjakan seluruh perintah logika dan artimetmetika. ALU dalam hal ini memiliki fungsi utama untuk melakukan perhitungan aritmatika dan matematika.



Operasi aritmatika pada ALU umumnya dilakukan dengan menggunakan dasar pertambahan. Operasi pengurangan, perkalian dan pembagian dilakukan menggunakan dasar dari penjumlahan, sehingga operasi matematika pada ALU (Arithmetic Logic Unit) ini disebut sebagai adder. Selain itu, ALU juga bertugas untuk melakukan berbagai keputusan sesuai dengan operasi logika berdasarkan instruksi dari program.

Bagian terakhir yang dapat mempengaruhi fungsi suatu mikroprosesor adalah Timing and Control Unit. CU (Control Unit) ini merupakan bagian yang memiliki fungsi untuk memberikan kendali ataupun arahan bagi operasi yang telah dilakukan oleh ALU. CU kemudian akan menghasilkan output yang dapat mengatur aktivitas seluruh bagian dari CPU. CU akan menghidupkan sinyal-sinyal kendali ke bagian lain dari komponen mikroprosesor.

Baca juga: Pengertian Dan Perbedaan Bit Dengan Byte

Jenis-Jenis Mikroprosesor

Berdasarkan jumlah bit yang dikerjakan oleh ALU (Arithmetic Logic Unit), mikroprosesor terbagi dalam 4 jenis yaitu:

  1. Bit Slices Prosesor: Perancangan mikroprosesor dengan menambahkan jumlah irisan bit atau slices untuk berbagai aplikasi yang tertentu. Mikroprosesor atau CPU jenis ini biasa disebut sebagai CPU custome.
  2. General Purpose CPU: CPU multifungsi atau sebuah mikrokomputer yang memiliki semua kemampuan dari kini komputer terdahulu.
  3. I/O Prosessor: Prosesor khusus yang memiliki fungsi untuk menangani input atau outpu request membantu prosesor utama.
  4. Dedicated/Embedded Controller: Membuat sebuah mesin menjadi lebih smart, seperti mesin cuci, oven, microwave, mesin jahit, sistem pengapian otomotif. Jenis prosesor yang satu ini dikenal dengan sebutan mikrontroler.

Contoh Mikroprosesor

Jika membahas tentang contohnya, ada banyak sekali contoh mikroprosesor. Namun contoh yang paling umum adalah mikroprosesor 8085 dan mikroprosesor 8086. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai contoh-contoh tersebut.

  1. Mikroprosesor 8085

Mikroprosesor 8085 ini dibuat pertama kali pada tahun 1977 oleh perusahaan Intel. Namun untuk sekarang ini sudah dikembangkan dengan menggunakan teknologi NMOS. Mikroprosesor ini mempunyai bus data 8-bit, bus alamat 16-bit, pencacah program 16 bit, dan penghitung tumpukan. Bahkan juga sudah mempunyai register 6-bit yang disusun secara berpasangan BC, DE, dan HL. Ini membutuhkan catu daya sebesar 5 volt.



  1. Mikroprosesor 8086

Mikroprosesor ini juga diciptakan oleh Intal. Ini merupakan mikroprosesor 16-bit yang mempunyai 16 jalur data dan 20 jalur alamat. Penyimpanannya adalah sebesar 1 MB. Mikroprosesor yang satu ini terdiri dari set instruksi yang dimana kita bisa melakukan operasi kompleks secara lebih mudah. Pada umumnya beroperasi dalam dua mode, yakni mode maksimum dan mode minimum.

Pengertian Mikrontroler

Mikrokontroler merupakan suatu chip yang di bagian dalamnya terdapat mikroprosesor yang sudah digabungkan dengan I/O dan memori (ROM/RAM) . Penggunaan mikrontroler dinilai lebih menguntungkan daripada mikroprosesor. Hal ini karena mikrokontroler sudah tidak perlu lagi menggunakan memori ataupun I/O eksternal. Namun dengan syarat untuk memori dan I/O  internal yang digunakan masih mencukupi.



Leave a Comment