Pengertian, Cara Kerja Dan Fungsi LED


Pengertian, Cara Kerja Dan Fungsi LED – Sebagian dari Anda tentu sudah pernah mendengar istilah LED, terutama bagi Anda yang bekerja dalam bidang elektronika atapun penghobi elektronika. Namun meski demikian, pastinya Anda masih belum sepenuhnya memahami bagaimana cara kerja lampu LED.

Pengertian, Cara Kerja Dan Fungsi LED

Nah, maka dari itu, pada uraian berikut ini kami akan menjelaskan pengertian dan cara kerja lampu LED secara lebih lanjut. Bagi Anda yang ingin mengetahui informasinya secara lebih lanjut, mari langsung saja simak pembahasan selengkapnya mengenai teknologi LED berikut ini.

Baca juga: Cara Merangkai Lampu LED Seri Dan Paralel

Pengertian Lampu LED

Pengertian, Cara Kerja Dan Fungsi LED

LED atau Light Emitting Diode merupakan salah satu komponen elektronika yang memiliki fungsi sebagai pemancar cahaya monokromatik saat mendapat tegangan maju (forward bias). LED tergolong dalam keluarga Dioda yang dibuat dari bahan dasar semikonduktor.

Lampu LED mampu memancarkan berbagai warna cahaya yang tergantung dari jenis bahan semikonduktor yang digunakan. Disamping itu, LED juga bisa menghasilkan sinar inframerah yang tidak terlihat oleh mata seperti yang banyak ditemui pada remote control TV maupun remote control perangkat elektronik yang lainnya.

Bentuk lampu LED tidak berbeda jauh dengan bohlam (bola lampu) yang memiliki ukuran kecil dan bisa dipasangkan dengan mudah di berbagai macam perangkat elektronika. Namun lampu LED sangat berbeda dengan lampu pijar karena lampu LED tidak membutuhkan pembakaran filamen.

Dengan demikian maka tidak akan menimbulkan panas saat menghasilkan cahaya. Inilah yang membuat lampu berukuran kecil ini banyak digunakan sebagai lampu penerang penerang pada LCD TV untuk menggantikan lampu tube.

Simbol dan Bentuk LED

Sebelumnya perlu Anda ketahui bahwa lampu LED mempunyai simbol yang khas dan mudah untuk dikenali.  Berikut ini adalah simbol dan bentuk dari LED:

Simbol lampu LED mempunyai ciri khas yang dapat dikenali secara langsung pada suatu rangkaian atau layout pcb. Dari gambar diatas sudah terlihat dengan jelas bahwa simbol LED mempunyai dua kaki (kutub) yang berbeda, yaitu anoda dan katoda. Simbol tersebut juga menunjukkan bahwa suatu rangkaian LED tidak boleh terbalik. Jika dipasang secara terbalik maka dapat dipastikan lampu LED tidak akan bisa dailiri oleh listrik sehingga tidak bisa menghasilkan cahaya.

Fungsi LED (Light Emitting Diode)

Ada banyak sekali fungsi LED yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya dalam dunia elektronika saja, lampu LED dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan yang membutuhkan LED sebagai komponennya. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari lampu LED:

  • LED memiliki fungsi sebagai sensor infrared pada remote AC, remote TV, dan berbagai remot yang lainnya. Bahkan banyak juga smartphone yang memasang LEF sebagai fitur infrared-nya.
  • Teknologi LED sekarang ini juga banyak digunakan untuk layar monitor komputer (PC) ataupun televesi.
  • LED memiliki fungsi sebagai lampu indikator atau petunjuk pada rangkaian elektronika dengan beragam warnanya.
  • LED kini juga memiliki fungsi sebagai lampu sen pada kendaraan bermotor.
  • Dan masih banyak sekali fungsi LED lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

Cara Kerja LED (Light Emitting Diode)

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa LED berasal dari keluarga yang dibuat dari bahan semikonduktor. Cara kerjanya pun tidak berbeda jauh dengan dioda yang mempunyai dua kutub, yaitu kutub positif (P) dan kutub negatif (N).  Akan tetapi, LED hanya bisa memancarkan cahaya jika mendapat tegangan maju atau bias forward mulai dari anoda menuju ke katoda.

Sebuah LED memiliki chip semikonduktor yang di doping sehingga menghasilkan junction P dan N. Proses doping dalam semikonduktor disini memiliki arti bahwa sebuah proses yang menimbulkan ketidakmurnian (impurity) pada semikonduktor yang murni sehingga bisa menghasilkan kelistrikan yang sesuai dengan keinginan.

Jika LED dialiri oleh tegangan maju (bias forward) yakni dari Anoda (P) mengalir ke Katoda (K), kelebihan elektron yang dimiliki oleh N-Type material akan langsung mengalami perpindahan ke wilayah yang kelebihan Hole (lubang), yakni wilayah yang mengandung muatan positif (P-Type material). Ketika elektron bertemu dengan hole maka akan langsung melepaskan photon serta menghasilkan cahaya monokromatik (satu warna).

Cara Kerja LED

LED (Light Emitting Diode)  yang bisa menghasilkan cahaya saat dialiri oleh tegangan maju tersebut juga termasuk dalam golongan transduser yang memiliki kemampuan dalam menghubah energi listrik menjadi energi cahaya.

Warna-Warna LED (Light Emitting Diode)

Warna Warna Pada lampu LED

Sekarang ini, LED sudah tersedia dalam berbagai macam warna. Beberapa macam warna diantaranya adalah warna kuning, merah, biru, hijau, putih, jingga dan juga infra merah. Warna yang dimiliki oleh LED ini tergantung dari wavelength (panjang gelombang) serta senyawa semikonduktor yang digunakannya. Berikut ini merupakan tabel senyawa semikonduktor yang pada umumnya digunakan untuk menghasilkan berbagai macam warna pada LED:

Bahan Semikonduktor Wavelength Warna
Gallium Arsenide (GaAs) 850-940nm Infra Merah
Gallium Arsenide Phosphide (GaAsP) 630-660nm Merah
Gallium Arsenide Phosphide (GaAsP) 605-620nm Jingga
Gallium Arsenide Phosphide Nitride (GaAsP:N) 585-595nm Kuning
Aluminium Gallium Phosphide (AlGaP) 550-570nm Hijau
Silicon Carbide (SiC) 430-505nm Biru
Gallium Indium Nitride (GaInN) 450nm Putih

Mengetahui Polaritas pada Lampu LED (Light Emitting Diode)

Mengetahui Polaritas Pada Lampu LED

Untuk bisa melihat polaritas pada lampu LED yang ada pada terminal Anoda (+) dan Ketoda (-) maka caranya adalah dengan mengetahui ciri-ciri dari kedua terminal tersebut. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut ini:

Ciri-ciri yang dimiliki terminal Anoda (+):

  • Mempunyai kaki yang jauh lebih panjang,
  • Lead frame yang cukup kecil.

Ciri-ciri yang dimiliki terminal Katoda (-):

  • Mempunyai kaki yang lebih pendek,
  • Lead frame yang besar,
  • Posisinya berada pada sisi flat.

Tegangan Maju (Forward Bias) LED

Setiap warna yang dimiliki oleh LED (Light Emitting Diode) sudah pasti akan membutuhkan tegangan maju (forward bias) untuk bisa menyalakannya. Tegangan maju untuk LED ini bisa dibilang cukup rendah sehingga membutuhkan komponen resistor yang nantinya berfungsi sebagai pembatas antara arus dengan tegangan sehingga tidak akan merusak LED yang bersangkutan. Untuk tegangan maju (forward bias) sendiri umumnya dilambangkan dengan tanda VF .

Warna Tegangan Maju @20mA
Infra Merah 1,2V
Merah 1,8V
Jingga 2,0V
Kuning 2,2V
Hijau 3,5V
Biru 3,6V
Putih 4,0V

Contoh Penggunaan LED dalam Kehidupan Sehari-hari

LAMPU LED

Teknologi LED ini sudah banyak digunakan karena memiliki beberapa kelebihan. Adapun kelebihan LED adalah tidak menimbulkan panas, menghasilkan cahaya putih yang jauh lebih terang dibandingkan lampu bohlam, mampu tahan lama, tidak memiliki kandungan yang berbahaya seperti merkuri, dan lebih hemat listrik. Bahkan ukuran  LED juga terbilang cukup kecil sehingga membuatnya semakin populer dalam bidang teknologi pencahayaan.

Sekarang ini berbagai macam produk yang membutuhkan cahaya pun  sudah banyak yang mengadopsi teknologi LED (Light Emitting Diode) ini. Berikut ini adalah beberapa contoh pengaplikasian LED:

  • Sebagai lampu penerang rumah
  • Sebagai lampu penerang jalan
  • Sebagai papan iklan atau advertising
  • Sebagai backlight LDC seperti TV, Monitor, dan Display Handphone
  • Sebagai lampu dekorasi interior ataupun eksterior
  • Sebagai lampu indikator
  • Sebagai pemancar infra merah yang ada pada remote control TV, AC, ataupun AV player.

Baca juga: Cara Menghitung Resistor Untuk LED

Demikian penjelasan kali ini mengenai pengertian LED (Light Emitting Diode), fungsi, simbol, cara kerja, dan contoh penggunaannya. Semoga dengan adanya informasi yang disampaikan oleh rodablog.com kali ini bisa memberikan wawasan bagi Anda semua. Terima kasih sudah berkunjung!

Leave a Comment