Pengertian, Fungsi Dan Jenis Thyristor


Karakteristik Thyristor

Pada thyristor memiliki tiga karakteristik yang berdasarkan pada kondisi yang dialami oleh thyristor tersebut. berikut adalah beberapa kondisi tersebut:



Kondisi Reverse Blocking (Kondisi Thyristor Tegangan Balik). Kondisi ini terjadi apabila thyristor menutup aliran arus seperti yang terjadi pada sebuah dioe bias reverse. Jadi arus akan dialirkan pada satu arah dan akan menutup arah dari arus sebaliknya.

Kondisi Forward Blocking (Kondisi Thyristor Tegangan Maju). Kondisi ini terjadi apabila thyristor menutup arus maju dan tetap mengalirkan arus tetapi dengan cara normal dalam mengantarkan arus seperti diode bias arus maju. Jadi pada kondisi ini gerbang tidak dalam kondisi hidup karena tidak mengalami stimulais.

Kondis Conducting (Kondisi Thyristor Konduksi). Untuk kondisi ini thyristor sudah dalam keadaan menghantarkan arus yang diakibatkan oleh arus di gerbang dan akan terus mengalir sesuai dengan kondisi yang ada di gerbang tersebut. arus akan berhenti dialirkan apabila arus maju turun diabawah arus holding atau arus kerja gate.

Baca juga: Cara Mengukur Triac Yang Benar

Jenis – Jenis Thyristor

Silicon Controlled Rectifier (SCR)

Jenis ini merupakan dioda yang digunakan sebagai pengendali. SCR ini terbuat dari bahan yang semi konduktor dengan karakteristinya seperti tabung thiratron. Untuk bagian pengendali dari SCR ini dapat disebut dengan GATE yang tebuat dari bahan dengan kutub P dan N dan tersusun menjadi PNPN (Positif Negatif Positif Negatif).

SCR ini dapat juga diartikan apabila gate sudah terpasang dengan tepat (PNPM) maka elektron akan merambat dari katode ke anode. Oleh karena mekanisme yang seperti ini yang dapat disebut dasar dari fungsi SCR.

Gate Turn Off Thyristors (GTO)

GTO adalah salah satu dari jenin khusus dari thyristor. Jenis ini terbuat dari bahan semikonduktor yang memiliki daya tinggi. GTO memiliki keunggulan daripada jenis thyristor lainnya yaitu memiliki saklar yang dapat dikendalikan sepenuhnya dengan gate lead.

Jika menggunakan penerapan impuls positif antara katoda dan gate lead ini dapat mengalirkan arus melewati saklar. Apabila melakukan penerapan impuls negatif antara katoda dan gate lead arus pada saklar akan terhalang.

Emitter Turn Off Thyristors (ETO)

Dalam kerjanya EtO menggunakan MOSFET untuk menghubungkan dan memutus dari arus listrik. Apabila ingin menyalakan ETO maka diharuskan untuk menerapkan tegangan positif pada gate satu dan dua, lalu MOSFET akan berfungsi untuk menghubungkan dengan terminal katoda dari struktur thyristor PNPN akan menyala. Tegangan positif yang telah masuk pada gate 1 akan terhubung menggunakan MOSFET ke bagian gate dari thyristor.

Reverse Conducting Thyristors (RCT)

Untuk jenis ini memiliki perbedaan dengan jenis thyristor normal yang bertegangan tinggi lainnya karena jenis ini memiliki komponen reverse diode yang terintegrasi, oleh karena itu untuk jenis ini dapat memblokir arus listrik secara terbalik



Leave a Comment