Pengertian, Fungsi Dan Jenis Thyristor


Pengertian, Fungsi Dan Jenis Thyristor – Komponen elektronika terdiri dari berbagai macam, seperti transistor, resistor, dll. Disini kita akan membahas tentang thyristor yang termasuk pada salah satu komponen elektronika.

Thyristor dapat disebut juga pintu, seperti cara kerja dari komponen ini yang bekerja seperti pintu. Pintu disini diartika sebagai alat yang digunakan untuk membuka dan menutup agar dapat menahan dan membiarkan terjadinya perpindahan elektron pada arus listrik AS (Alternating Current) atau dapat juga disebut dengan arus bolak – balik.



Karena komponen ini bekerja seperti saklar maka komponen ini terdiri daru dua buah transistor yang apabila dibuka arus listrik dapat mengalir dari anoda ke katoda, lalu apabila saklar ini ditutup maka arus akan secara otomatis berhenti.

Baca juga: Perbedaan Rangkaian Thyristor, SCR, Triac, Diac

Simbol Thyristor

berikut adalah simbol dari komponen elektronika yaitu simbol dari thyristor:

Baca juga: Pengertian SCR (Silicon Controlled Rectifier)

Prinsip Dan Cara Kerja Thyristor

Prinsip Kerja Thyristor

pada komponen ini memiliki tiga terminal yang dapat meenggunakan arus tegangan rendah yang diberikan kepada salah satu dari kaki terminal yang dimiliki sebagai pengendali aliran arus tegangan tinggi yang melewati kedua terminal lainnya. Untuk thyristor yang hanya memiliki dua kaki terminal pada masing – masing terminal tidak memiliki kendali GATE, sehingga saklarnya akan aktif apabila kedua terminal tersebut mencapai level tertentu (Breakdown Voltage). Ketika kedua kaki tidak dialiri oleh arus listrik maka saklar dalam posisi OFF.



Cara Kerja Thyristor

Seperti yang telah dijelaskan pada prinsip kerja dari thyristor, untuk cara kerja dari komponen ini seperti dengan cara kerja dari sebuah saklar. Apabila kedua kabel terpasang arus tidak dapat mengalir pada kedua terminal tersebut. arus akan dapat mengalir apabila ditambahkan dengan tombol yang biasa disebut dengan GATE dan juga dialiri dengan arus listrik.

Baca juga: Pengertian DIAC (Diode Alternating Current)

Gambar Struktur thyristor

Strukturnya terdiri dari empat layer PNPN seperti gambar diatas. Struktur dapat dilihat sebagai struktur PNP dan NPN yang saling tersambung di tengah seperti gambar b. dua buah transistor tersebut tesambung pada masing – masing kolektor dan base. Berikut visualisasi dari transistor Q1 dan Q2:

Gambar Visualisasi Dengan Transistor

Terlihat di sini kolektor transistor Q1 tersambung pada base transistor Q2 dan sebaliknya kolektor transistor Q2 tersambung pada base transistor Q1. Rangkaian transistor yang demikian menunjukkan adanya loop penguatan arus di bagian tengah. Dimana diketahui bahwa Ic = β Ib, yaitu arus kolektor adalah penguatan dari arus base.

Jika misalnya ada arus sebesar Ib yang mengalir pada base transistor Q2, maka akan ada arus Ic yang mengalir pada kolektor Q2. Arus kolektor ini merupakan arus base Ib pada transistor Q1, sehingga akan muncul penguatan pada pada arus kolektor transistor Q1. Arus kolektor transistor Q1 adalah arus base bagi transistor Q2. Demikian seterusnya sehingga makin lama sambungan PN dari thyristor ini di bagian tengah akan mengecil dan hilang. Tertinggal hanyalah lapisan P dan N dibagian luar.





Leave a Comment