Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di RODABLOG

×

Pengertian Dan Fungsi PWM


Atau

Duty Cycle = tON / ttotal



Keterangan:

  • tON adalah waktu ON atau waktu yang dimana tegangan keluaran sedang berada di posisi tinggi (high atau 1)
  • tOFF adalah waktu OFF atau waktu yang dimana tegangan keluaran sedang berada di posisi (low atau 0)
  • tOFF adalah waktu siklus atau penjumlahan antara tON dengan tOFF atau yang biasa disebut sebagai periode satu gelombang.

Siklus kerja = waktu ON / (Waktu ON + Waktu OFF)

Berikut ini kami akan memberikan gambar yang dapat mewakili PWM dengan siklus kerja 60%. Bisa kita lihat, dengan mempertimbangkan semua periode yaitu ON time + OFF time, sinyal PWM hanya akan menjadi ON untuk 60% dari suatu periode waktu.

Siklus Kerja PWM

Baca juga: Pengertian Dan Jenis Jenis Mikrokontroler

Frekuensi PWM (PWM Frequency)

Frekuensi sinyal PWM dapat menentukan kecepatan PWM dalam menyelesaikan sebuah periode. Dalam hal ini, maksud dari satu periode adalah waktu ON dan OFF secara penuh dari sinyal PWM seperti yang telah ditunjukkan pada gambar di atas. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung frekuensi adalah sebagai berikut:

Frequency = 1 / Time Period

Keterangan : Time Periode atau Periode Waktu = Waktu ON + Waktu OFF

Mikrokontroler pada umumnya mampu menghasilkan sinyal PWM sebesar 500 Hz. Frekuensi ini biasa digunakan pada perangkatan switching yang memiliki kecepatan tinggi seperti inverter atau konverter.

Akan tetapi, ada juga aplikasi yang tidak membutuhkan frekuensi tinggi. Seperti misalnya jika ingin mengendalikan motor servo maka kita cukup membutuhkan sinyal PWM dengan frekuensi 50 Hz. Frekuensi sinyal PWM tersebut juga bisa dikendalikan oleh progam bagi seluruh mikrokontroler.

Perbedaan Antara Siklus Kerja dengan Frekuensi Sinyal PWM

Duty Cycle atau siklus kerja dan sinyal PWM seringkali membuat bingung. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sinyal PWM merupakan gelombang persegi dengan waktu ON dan waktu OFF. Untuk jumlah yang dimiliki oleh Waktu ON atau ON-Time dan Waktu OFF atau OFF-Time ini disebut dengan satu periode waktu.

Sedangkan kebalikan dari satu periode waktu biasa disebut sebagai frekuensi. Dan untuk jumlah waktu sinyal PWM harus selalu berada pada satu periode waktu yang ditentukan oleh siklus kerja (Duty Cycle) PWM.

Lebih singkatnya, kecepatan sinyal PWM harus dihidupkan (ON) atau dimatikan (OFF) umumnya akan dipengaruhi oleh frkuensi sinyal PWM. Sementara itu, seberapa  lama sinyal PWM harus selalu hidup atau ON dipengaruhi oleh siklus kerja sinyal PWM.

Cara Menghitung Tegangan Output Sinyal PWM

Tegangan output sinyal PWM yang mengalami perubahan menjadi analog akan menjadi persentasie dari Duty Cycle atau siklus kerja. Sebagai contoh, jika tegangan operasi sebesar 5V maka sinyal PWM nantinya juga akan sebesar 5V ketika semakin tinggi.

Namun jika siklus kerjanya adalah 100%, maka berarti untuk tegangan outputnya adalah sebesar 5V. Sementara untuk siklus kerja 50% akan berubah menjadi sebesar 2.5V. Demikian pula jika siklus kerja sebesar 60% maka tegangan output analog akan mengalami perubahan menjadi 3 V.

Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung output sinyal PWM ini bisa dilihat seperti pada persamaan berikut ini: