Pengertian Dan Fungsi CMOS


BIOS atau Basic Input Output System adalah sebuah firmware atau perangkat terintegrasi. Dalam hal ini CMOS mampu menyimpan pengaturan atau konfigurasi BIOS. Dengan begitu, maka hasil pemeriksaan data pada sebuah sistem komputer akan tersimpan dengan baik.

Penting untuk diketahui, jika misalnya pemeriksaan data pada sistem komputer macet maka perangkat komputer akan mengalami gagal booting, sistem komputer menjadi rusak, dan terjadi beberapa masalah yang lainnya.



  1. Menyimpan Informasi Dasar Sistem Komputer

CMOS memiliki fungsi untuk menyimpan beberapa informasi dasar  pada sistem komputer walaupun komputer sedang dalam kondisi mati seperti konfigurasi, diagnostic, dan juga informasi dasar yang lainnya.

Cara Kerja CMOS

Ketika power supply komputer dihidupkan, CMOS akan langsung melakukan beberapa pemeriksaan untuk dapat memastikan apakah sistem benar-benar berfungsi dengan baik ataukah tidak. Salah satunya adalah dengan memperhitungkan penggunaan RAM (Random Acces Memory). Akan tetapi, karena mengalami penundaan waktu boot maka banyak penggunaa yang mematikan fitur ini dalam pengaturan CMOS serta memilih untuk mem-boot cepat. Apabila Anda menggunakan RAM baru maka usahakan untuk mengaktifkan fitur ini sampai RAM selesai diperiksa dengan baik dan selanjutnya bisa Anda matikan.

CMOS sendiri bekerja dengan daya statis yang memiliki tegangan rendah, dimana untuk pengaturannya bisa dikonfigurasikan secara manual. Namun lebih baik Anda tidak melakukan perubahan pada pengaturan default terkecuali Anda memang sudah paham betul mengenai cara  kerja CMOS.

Apabila POST (Power-on Self Test) sudah selesai, CMOS akan langsung melakukan pemeriksaan pada pengaturan lainnya seperti format harddisk dan konfigurasi Redundant Array of Independent Disk (RAID), kehadiran periferal, preferensi boot, dan tweak overclocking. Disamping itu, ada banyak sekali pengaturan untuk meningkatkan kerja komputer yang diubah ke konfigurasi CMOS secara manual.

Cara Kerja CMOS



Leave a Comment