Pengertian Dan Jenis Jenis Baterai


Sekarang ini, penjualan dan penggunaan jenis bateri Ni-Cd (Nickel-Cadmium) pada perangkat portable, konsumen sudah dilarang oleh EU (European Union) berdasarkan peraturan “Directive 2006/66/EC atau yang biasa disebut sebagai “Battery Directive”.

  • Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride)

Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride)



Baterai Ni-MH atau Nickel-Metal Hydride mempunyai kelebihan yang tidak berbeda jauh  dengan baterai jenis Ni-Cd. Baterai Ni-MH ini memiliki kapasitas daya sebesar 30% yang lebih tinggi daripada jenis baterai Ni-Cd. Bahkan baterai Ni-MH  juga sangat aman karena tidak memiliki kandungan zat cadmium yang bisa merusak lingkungan dan kesehatan manusia.

Jenis baterai ini juga bisa diisi ulang hingga ratusan kali sehingga sudah pasti akan lebih menghemat biaya dalam pembelian baterai jika dibandingkan dengan pemakaian baterai primer. Apabila tidak dipergunakan, baterai Ni-MH aman karena mempunyai self-discharge hingga 40% setiap bulat. Sekaran ini, baterai Ni-MH sudah mulai banyak digunakan dalam berbagai radio komunikasi dan kamera.

Meskipun tidak mengandung zat berbahaya cadmium, batera Ni-MH masih memiliki kandungan zat berbahaya dalam jumlah sedikit. Kandungan tersebut tetap saja masih bisa merusak kesehatan manusia dan lingkungan hidup. Supaya terhindar dari bahaya tersebut maka penting sekali untuk dilakukan daur ulang atau recyle dan jangan sampai dibuang di sembarang tempat.

  • Baterai Li-Ion (Lithium-Ion)

Baterai Li-Ion (Lithium-Ion)

Baterai Li-Ion atau Lithium-Ion merupakan salah satu jenis baterai yang paling umum digunakan di berbagai macam peralatan elektronika portable seperti digital kamera, ponse, video kamera maupun laptop. Kelebihan jenis baterai ini adalah mempunyai daya tahan siklus yang tinggi serta lebih ringan sekitar 30%. Bahkan juga memiliki kapasitas daya yang lebih tinggi hingga 30% daripada baterai Ni-MH.



Sedangkan untuk rasio self-discharge sebesar 20% per bulan. Dalam baterai Li-Ion ini tidak ada kandungan zat berbahaya cadmium sehingga penggunaan baterai ini dijamin lebih aman dan ramah lingkungan.

Meski tidak mempunyai kandungan zat berbahaya cadmium, jenis baterai Li-ion masih tetap memiliki kandungan zat berbahaya yang bisa merusak kesehatan manusia serta lingkungan hidup. Sehingga setelah digunakan perlu juga dilakukan daur ulang dan tidak boleh dibuang di sembarang tempat sama halnya dengan baterai Ni-MH.

Baca juga: Cara Menggunakan Tang Ampere

Itulah informasi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini mengenai berbagai macam jenis baterai secara lengkap beserta pembahasan dan juga fungsinya. Semoga informasi kali ini ini bisa memudahkan Anda untuk belajar serta mengenalinya dalam menentukan jenis baterai sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak akan salah pilih. Semoga bermanfaat, terima kasih sudah berkunjung!



Leave a Comment