Pengertian Dan Jenis Jenis Baterai


Baterai primer lithium memiliki cara kerja yang lebih baik dan efektif jika dibandingkan dengan jenis-jenis baterai primer (sekali pakai) yang lainnya. Jenis baterai ini bisa disimpan dan memiliki kemampuan dalam penyimpanan daya energi yang lebih dari 10 tahun. Bahkan baterai ini bisa bekerja dalam suhu yang sangat rendah.

Karena memiliki banyak kelebihan, baterai lithium banyak digunakan untuk aplikasi memory backup pada mikrokomputer ataupun pada jam tangan. Baterai lithium dibuat secara khusus hingga memiliki bentuk seperti uang logam sehingga biasa disebut sebagai baterai koin (coin battery). Banyak juga yang menyebutnya sebagai  baterai kancing (button cell).



  • Baterai Silver Oxide

Baterai Silver Oxide

Baterai silver oxide merupakan jenis baterai yang mempunyai harga jual paling mahal. Hal tersebut dikarenakan harga perak atau silver yang semakin tinggi dan juga tingginya bahan-bahan yang digunakan oleh baterai silver oxide. Baterai silver oxide dibuat sedemikian rupa hingga bisa menghasilkan energi yang tinggi tetapi memiliki bentuk yang cukup kecil dan ringan.

Jenis baterai yang satu ini biasanya dibuat dalam bentuk baterai koin (coin battery) atau baterai kancing (button cell). Baterai silver oxide banyak digunakan untuk kalkulator, jam tangan, dan aplikasi militer.

  1. Baterai Sekunder (Baterai Isi Ulang atau Rechargeable)

Baterai sekunder merupakan jenis baterai yang bisa di isi ulang atau biasa disebut sebagai rechargeable battery. Prinsip dan cara kerja baterai sekunder untuk mendapatkan arus listrik sebenarnya tidak berbeda jauh dengan baterai primer.

Perbedaannya hanyalah reaksi kimia pada baterai sekunder yang bisa berbalik atau reversible. Apabila penggunaan baterai dihubungkan langsung dengan beban pada terminal baterai (discharge), maka elektron nantinya akan mengali dari negatif menuju ke positif.



Sementara itu, jika sumber energi luar (charger) dihubungkan ke baterai sekunder maka elektron akan langsung mengalir mulai dari positif ke negatif sehingga menyebabkan terjadinya pengisian muatan pada baterai. Adapun beberapa jenis baterai yang paling umum dijumpai dan bisa diisi ulang (rechargeable battery) adalah batera  ni-cid (nickel-cadmium), ni-mh (nickel-metal hydride) dan juga li-ion (lithium-ion). Berikut di bawah ini kami akan memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis baterai sekunder tersebut:

  • Baterai Ni-Cd (Nickel-Cadmium)

 Baterai Ni-Cd (Nickel-Cadmium

Baterai Ni-Cd merupakan salah satu jenis baterai sekunder yang umumnya menggunakan Nickel Oxide Hydroxide dan Metallic Cadmium untuk dijadikan sebagai bahan elektrolitnya. Kelebihan jenis baterai sekunder ini adalah memiliki kemampuan beroperasi pada jangkauan suhu yang luas serta mempunyai siklus daya tahan yang jauh lebih lama.

Disamping itu, jika baterai Ni-Cd tidak digunakan maka nantinya akan melakukan discharge sendiri (self dischare) kurang lebih sebesar 30% per bulan. Didalam baterai ini terdapat 15% kandungan toxic atau racun, yakni bahan Carcinogenic Cadmium yang memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya.



Leave a Comment