Pengertian Dan Jenis Jenis Baterai


Pengertian Dan Jenis Jenis Baterai –Di era modern seperti sekarang ini, baterai memiliki peran yang penting dan tak terlepas dalam kehidupan manusia. Seperti misalnya baterai yang digunakan dalam smartphone, baterai pada jam dinding, remote TV, AC dan lain sebagainya. Baterai sendiri memiliki berbagai macam jenis dan bentuk yang berbeda-beda.

Pengertian Dan Jenis Jenis Baterai

Maka dari itu, penting sekali untuk mengetahui pengertian baterai dan  berbagai macam jenis baterai yang akan kami ulas pada kesempatan kali ini. Untuk lebih jelasnya mari langsung saja silahkan simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

Baca juga: Jenis Jenis Motor DC

Pengertian Baterai

Pengertian Baterai

Baterai merupakan suatu komponen yang terdiri dari 2 sel elektromikimia dan memiliki fungsi untuk mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Pada umumnya baterai digunakan sebagai penambah daya pada berbagai perangkat lain seperti smartphone, senter, jam, dan juga mobil listrik.

Setiap baterai sudah pasti mempunyai dua kutub yang berbeda, yakni katoda (kutub positif) dan anoda (kutub negatif). Salah satu dari kedua kutub tersebut ada sebuah zat yang memiliki peran untuk mengalirkan arus listrik mulai dari anoda menuju katoda yang biasa disebut dengan elektrolit.

Kutub positif merupakan kutub yang memiliki energi potensial lebih tinggi dibandingkan kutub negatif. Sedangkan kutub negatif merupakan sumber elektron yang jika dihubungkan dengan rangkaian eksternal maka bisa mengalirkan energi menuju peralatan eksternal tersebut. Sementara itu, pengertian baterai menurut ahli adalah sebagai berikut:

  • Menurut lister (1993), baterai merupakan sekumpulan dari berbagai sel listrik yang biasa digunakan sebagai penyimpanan energi kimia yang kemudian diubah menjadi energi listrik.

Fungsi Baterai

Fungsi Baterai

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa baterai memiliki berbagai macam jenis. Setiap jenis baterai sudah pasti memiliki fungsi yang berbeda karena ditentukan oleh perangkat yang menjadi penggeraknya. Sebagai contoh, baterai yang digunakan pada kendaraan  yang biasa disebut sebagai aki. Dalam hal ini baterai memiliki fungsi sebagai penstabil tegangan listrik pada saat kendaran dinyalakan.

Berbeda halnya dengan fungsi baterai yang digunakan pada smartphone. Fungsi baterai disini adalah sebagai sumber daya atau tenaga smartphone yang digunakan. Namun pada dasarnya tetap saja, fungsi utama baterai adalah sebagai sumber energi. Tanpa adanya energi listrik ini maka perangkat tidak akan bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunannya.

Cara Kerja Baterai

Untuk lebih jelasnya, sebelum menjelaskan cara kerja baterai, saya perlu menjelaskan struktur atom dan bagaimana listrik mengalir.

Semua benda tersusun dari bagian yang sangat kecil yang disebut atom. Atom itu sendiri masih terdiri dari 3 bagian, proton, netron dan elektron. Proton bermuatan listrik positif, dan terletak di dalam nukleus atau inti atom, netron tidak bermuatan listrik, dan juga berada di dalam inti atom. Elektron bermuatan negatif, dan terletak di sekeliling inti atom dalam kulit elektron.

Saat ada arus listrik mengalir melewati kabel, maka yang terjadi adalah elektron berpindah melalui kabel, yang merupakan penghantar listrik.

Baterai terdiri dari beberapa bagian, ada dua zat penghantar listrik berbeda, yang disebut ELEKTRODA,dan cairan penghantar listrik yang disebut, ELEKTROLIT.

Baterai yang biasa kita pakai terdiri dari seng dan batang karbon. Kedua penghantar ini memiliki sifat yang berbeda dalam hal melepas dan menerima elektron. Seng adalah zat yang lebih mudah melepas elektron daripada batang karbon.

Akibatnya, saat baterai terhubung dengan rangkaian listrik, elektron dari karbon akan mengalir ke rangkaian melalui kabel/kawat hingga akhirnya kembali ke baterai dan mencapai batang karbon. Batang karbon sangat sulit bereaksi, elektron yang berada di permukaan batang karbon akan digunakan oleh elektrolit untuk menjalankan reaksi kimia.

Jenis-Jenis Baterai

Pada umumnya baterai digolongkan menjadi dua jenis utama,  yaitu baterai primer yang hanya bisa sekali pakai (single use battery) dan baterai sekunder yang bisa diisi ulang (rechargeable battery).  Dari kedua jenis baterai ini mempunyai jenis turunan sebagai berikut:

  1. Baterai Primer (Baterai Sekali Pakai atau Single Use)

Baterai primer atau baterai sekali pakai merupakan jenis baterai yang paling umum dijumpai dipasaran, hampir semua supermarket dan toko menjual jenis baterai ini. Hal ini karena pemakaian baterai primer yang luas dan dijual dengan harga yang lebih murah.

Jenis baterai ini umumnya memberikan tegangan sebesar 1,5 volt dan tersedia dalam berbagai jenis ukuran seperti AAA (sangat kecil), AA (kecil), C (medium), dan D (besar). Selain itu, ada pula baterai primer (sekali pakai) yang memiliki bentuk kotak dengan tegangan sebesar 6 volt dan 9 volt. Berikut ini adalah beberapa jenis baterai yang termasuk dalam kategori baterai primer (sekali pakai atau single use):

  • Baterai Alkaline (Alkali)

Baterai Alkaline

Baterai alkaline atau alkali merupakan baterai yang mempunyai daya tahan lebih lama dan harga yang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan baterai zinc-carbon. Eletrolit yang digunakan oleh baterai alkaline adalah pottasium hydroxide yang termasuk zat alkali atau alkaline. Inilah yang menjadi alasan mengapa baterai ini disebut sebagai baterai alkaline.

Berbagai jenis baterai sekarang ini sudah banyak sekali yang menggunakan alkaline sebagai elektrolit, namun kebanyakan menggunakan bahan aktif yang lainnya sebagai elektrodanya.

  • Baterai Zinc-Carbon (Seng-Karbon)

 Baterai Zinc-Carbon

Jenis baterai primer yang kedua adalah zinc-carbon atau seng-karbon, dimana jenis baterai ini juga banyak dijumpai di berbagai toko dan supermarket.  Baterai yang disebut sebagai heavy duty ini mengandung bahan zinc yang memiliki fungsi sebagai terminal negatif dan pembungkus baterainya.

Sementara itu, terminal positifnya dibuat dari bahan karbon yang memiliki bentuk batang (rod). Baterai zinc-carbon ini merupakan salah satu jenis baterai yang memiliki harga jauh lebih murah jika dibandingkan dengan jenis yang lainnya.

  • Baterai Lithium

Baterai Lithium

Baterai primer lithium memiliki cara kerja yang lebih baik dan efektif jika dibandingkan dengan jenis-jenis baterai primer (sekali pakai) yang lainnya. Jenis baterai ini bisa disimpan dan memiliki kemampuan dalam penyimpanan daya energi yang lebih dari 10 tahun. Bahkan baterai ini bisa bekerja dalam suhu yang sangat rendah.

Karena memiliki banyak kelebihan, baterai lithium banyak digunakan untuk aplikasi memory backup pada mikrokomputer ataupun pada jam tangan. Baterai lithium dibuat secara khusus hingga memiliki bentuk seperti uang logam sehingga biasa disebut sebagai baterai koin (coin battery). Banyak juga yang menyebutnya sebagai  baterai kancing (button cell).

  • Baterai Silver Oxide

Baterai Silver Oxide

Baterai silver oxide merupakan jenis baterai yang mempunyai harga jual paling mahal. Hal tersebut dikarenakan harga perak atau silver yang semakin tinggi dan juga tingginya bahan-bahan yang digunakan oleh baterai silver oxide. Baterai silver oxide dibuat sedemikian rupa hingga bisa menghasilkan energi yang tinggi tetapi memiliki bentuk yang cukup kecil dan ringan.

Jenis baterai yang satu ini biasanya dibuat dalam bentuk baterai koin (coin battery) atau baterai kancing (button cell). Baterai silver oxide banyak digunakan untuk kalkulator, jam tangan, dan aplikasi militer.

  1. Baterai Sekunder (Baterai Isi Ulang atau Rechargeable)

Baterai sekunder merupakan jenis baterai yang bisa di isi ulang atau biasa disebut sebagai rechargeable battery. Prinsip dan cara kerja baterai sekunder untuk mendapatkan arus listrik sebenarnya tidak berbeda jauh dengan baterai primer.

Perbedaannya hanyalah reaksi kimia pada baterai sekunder yang bisa berbalik atau reversible. Apabila penggunaan baterai dihubungkan langsung dengan beban pada terminal baterai (discharge), maka elektron nantinya akan mengali dari negatif menuju ke positif.

Sementara itu, jika sumber energi luar (charger) dihubungkan ke baterai sekunder maka elektron akan langsung mengalir mulai dari positif ke negatif sehingga menyebabkan terjadinya pengisian muatan pada baterai. Adapun beberapa jenis baterai yang paling umum dijumpai dan bisa diisi ulang (rechargeable battery) adalah batera  ni-cid (nickel-cadmium), ni-mh (nickel-metal hydride) dan juga li-ion (lithium-ion). Berikut di bawah ini kami akan memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis baterai sekunder tersebut:

  • Baterai Ni-Cd (Nickel-Cadmium)

 Baterai Ni-Cd (Nickel-Cadmium

Baterai Ni-Cd merupakan salah satu jenis baterai sekunder yang umumnya menggunakan Nickel Oxide Hydroxide dan Metallic Cadmium untuk dijadikan sebagai bahan elektrolitnya. Kelebihan jenis baterai sekunder ini adalah memiliki kemampuan beroperasi pada jangkauan suhu yang luas serta mempunyai siklus daya tahan yang jauh lebih lama.

Disamping itu, jika baterai Ni-Cd tidak digunakan maka nantinya akan melakukan discharge sendiri (self dischare) kurang lebih sebesar 30% per bulan. Didalam baterai ini terdapat 15% kandungan toxic atau racun, yakni bahan Carcinogenic Cadmium yang memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya.

Sekarang ini, penjualan dan penggunaan jenis bateri Ni-Cd (Nickel-Cadmium) pada perangkat portable, konsumen sudah dilarang oleh EU (European Union) berdasarkan peraturan “Directive 2006/66/EC atau yang biasa disebut sebagai “Battery Directive”.

  • Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride)

Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride)

Baterai Ni-MH atau Nickel-Metal Hydride mempunyai kelebihan yang tidak berbeda jauh  dengan baterai jenis Ni-Cd. Baterai Ni-MH ini memiliki kapasitas daya sebesar 30% yang lebih tinggi daripada jenis baterai Ni-Cd. Bahkan baterai Ni-MH  juga sangat aman karena tidak memiliki kandungan zat cadmium yang bisa merusak lingkungan dan kesehatan manusia.

Jenis baterai ini juga bisa diisi ulang hingga ratusan kali sehingga sudah pasti akan lebih menghemat biaya dalam pembelian baterai jika dibandingkan dengan pemakaian baterai primer. Apabila tidak dipergunakan, baterai Ni-MH aman karena mempunyai self-discharge hingga 40% setiap bulat. Sekaran ini, baterai Ni-MH sudah mulai banyak digunakan dalam berbagai radio komunikasi dan kamera.

Meskipun tidak mengandung zat berbahaya cadmium, batera Ni-MH masih memiliki kandungan zat berbahaya dalam jumlah sedikit. Kandungan tersebut tetap saja masih bisa merusak kesehatan manusia dan lingkungan hidup. Supaya terhindar dari bahaya tersebut maka penting sekali untuk dilakukan daur ulang atau recyle dan jangan sampai dibuang di sembarang tempat.

  • Baterai Li-Ion (Lithium-Ion)

Baterai Li-Ion (Lithium-Ion)

Baterai Li-Ion atau Lithium-Ion merupakan salah satu jenis baterai yang paling umum digunakan di berbagai macam peralatan elektronika portable seperti digital kamera, ponse, video kamera maupun laptop. Kelebihan jenis baterai ini adalah mempunyai daya tahan siklus yang tinggi serta lebih ringan sekitar 30%. Bahkan juga memiliki kapasitas daya yang lebih tinggi hingga 30% daripada baterai Ni-MH.

Sedangkan untuk rasio self-discharge sebesar 20% per bulan. Dalam baterai Li-Ion ini tidak ada kandungan zat berbahaya cadmium sehingga penggunaan baterai ini dijamin lebih aman dan ramah lingkungan.

Meski tidak mempunyai kandungan zat berbahaya cadmium, jenis baterai Li-ion masih tetap memiliki kandungan zat berbahaya yang bisa merusak kesehatan manusia serta lingkungan hidup. Sehingga setelah digunakan perlu juga dilakukan daur ulang dan tidak boleh dibuang di sembarang tempat sama halnya dengan baterai Ni-MH.

Baca juga: Cara Menggunakan Tang Ampere

Itulah informasi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini mengenai berbagai macam jenis baterai secara lengkap beserta pembahasan dan juga fungsinya. Semoga informasi kali ini ini bisa memudahkan Anda untuk belajar serta mengenalinya dalam menentukan jenis baterai sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak akan salah pilih. Semoga bermanfaat, terima kasih sudah berkunjung!

Leave a Comment