Pengertian, Jenis Dan Fungsi PCB


Jenis PCB yang satu ini umumnya digunakan pada rangkaian elektronik yang membutuhkan cukup banyak konduktor didalamnya. Multilayer PCB ini biasanya memiliki 4, 6, 10 hingga 16 lapis tembaga tergantung dari kerumitan rangkaian elektronik yang akan dibuatnya.

Jenis-Jenis PCB Berdasarkan Fleksibilitasnya

Bukan hanya jumlah lapisannya saja, PCB juga bisa dibedakan berdasarkan fleksibilitasnya. Dalam hal ini PCB terbagi dalam 3 jenis, yaitu Rigid, Flex, dan Rigid Flex. Setiap jenis PCB ini pastinya juga memiliki perbedaan masing-masing. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai jenis-jenis PCB berdasarkan fleksibilitasnya yang perlu Anda ketahui:



  1. Rigid PCB

Rigid PCB

Rigid PCB bisa diartikan sebagai papan rangkaian yang kaku atau papan yang tidak bisa dilipat ataupun dilenturkan. Jenis PCB ini cocok sekali digunakan untuk lapisan substrat yang sangat kaku seperti Flame Resistance 4 atau Fiberglass.

  1. Flex PCB

Flex PCB

Kebalikan dari Rigid PCB, Flex PCB bisa diartikan sebagai papan rangkaian yang cukup fleksibel atau bisa dilenturkan. Lapisan substrat yang ada pada PCB ini  dibuat dari bahan dasar plastik yang fleksibel. Dengan menggunakan flex PCB maka dapat dipastikan bahwa rangkaian elektronik bisa dilipat dengan mudah tanpa kerusakan.

  1. Rigid-Flex PCB

Rigid-Flex PCB

Rigid-Flex PCB adalah papan rangkaian yang merupakan kombinasi dari PCB jenis Rigid dan Flex. Jadi PCB ini memiliki sifat yang kaku dan juga fleksibel atau bisa dilenturkan dengan mudah. Beberapa jenis Rigid PCB pada umumnya akan saling terhubung dengan Flex PCB.

Cara Membuat Layout PCB

  1. Siapkan terlebih dahulu gambar rangkaian yang ingin kalian buat dan telah kalian print atau copy menggunakan printer laser di kertas. Sebaiknya kertas yang digunakan adalah jenis kertas yang memiliki permukaan licin, contohnya dapat dilihat pada gambar.

  1. Bersihkan debu dan kotoran yang menempel pada permukaan papan PCB polos yang akan kalian gunakan. Akan lebih baik jika menggunakan cairan thiner dan permukaan PCB menjadi mengkilap.

  1. Rekatkan kertas berisi gambar rangkaian tadi pada pemukaan PCB yang telah dibersihkan. Lipat sisi-sisi kertas yang berlebih untuk memudahkan dan agar tidak bergeser posisi keduanya.

  1. Gunakan setrika untuk memanaskan kertas yang telah menempel sebelumnya. Gosok-gosok kertas secara merata dan berulang kali agar gambar rangkaian melekat sempurna pada permukaan PCB.

  1. Jika gambar rangkaian telah melekat pada PCB dan setelah selesai dipanaskan, tunggu dan diamkan sebentar. Lalu, basahi kertas yang menempel pada permukaan PCB dan bersihkan dengan hati-hati hingga bersih dan yang tertinggal hanya jalur rangkaian.

  1. Siapkan larutan Ferrit Cloryte di dalam wadah dan masukkan PCB ke dalam wadah tersebut. Goyang wadah berisi larutan Ferrit Cloryte sehingga menyebabkan larutan bergerak ke dua arah berlawanan. Lakukan berulang kali hingga tembaga pada permukaan PCB terkikis dan bersih, sehingga yang tersisa hanyalah jalur atau layout rangkaian. Hasil dapat dilihat pada gambar pertama.
  2. Langkah terakhir, cuci kembali dan bersihkan sisa-sisa kotoran yang masih menempel pada permukaan PCB. Kemudian bor dan lubangi PCB menyesuaikan lokasi dan susunan komponen yang akan digunakan. Jangan lupa sebelum digunakan agar dipastikan terlebih dahulu bahwa rangkaian jalur PCB tidak ada yang short atau konslet.

Baca juga: Komponen Komponen Elektronika

Demikian informasi pada kesempatan kali ini mengenai PCB atau Printed Circuit Board. Selain itu, kami juga sudah menjelaskan secara lengkap dan jelas tentang fungsi PCB, lapisan yang ada di dalam PCB, dan berbagai jenis PCB. Semoga dengan adanya informasi ini bisa memberikan manfaat dan dapat menambah wawasan Anda semua. Terima kasih sudah mengunjungi website kami



Leave a Comment