Pengertian, Jenis, Dan Fungsi Osilator


Jenis, Dan Fungsi Osilator – Saat mempelajari tentang rangkaian elektronika, sebagian dari Anda tentunya sudah sering menjumpai yang namanya osilator. Rangkaian oscilator ini sendiri banyak digunakan di berbagai macam perangkat elektronika seperti pemancar televisi, pemancar radio, konsol video games, jam dan bepeer.



Osilator sendiri adalah suatu rangkaian yang bisa menghasilkan keluaran yang dimana amplitudonya bisa mengalami perubahan secara periodik terhadap waktu. Keluarannya sendiri bisa berupa suatu gelombang sinusoidal, persegi, pulsa, dan gigi gergaji atau segitiga. Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian Osilator

Oscillator atau yang biasa dengan osilator merupakan sebuah rangkaian elektronika yang mampu menghasilkan sejumlah gelombang atau getaran (sinyal listrik) secara periodik dengan amplitudo yang konstan. Gelombang sinyal yang dihasilkan adalah berupa Gelombang Sinus (Sinusoide Wave), Gelombang Kotak (Square Wave) dan Gelombang Gigi Gergaji (Saw Tooth Wave).

Sinyal DC atau arus searah yang berasal dari power supply akan diubah oleh rangkaian oscilator menjadi arus AC (arus bolak-balik) sehingga bisa menghasilkan sinyal listrik yang periodeik dengan amplitudo konstan.

Perlu diketahui bahwa ada 3 istilah penting yang berkaitan erat dengan rangkaian osilator, yaitu periodik, amplitudo, dan frekuensi. Berikut ini adalah sedikit penjelasan dari ke 3 istilah tersebut:



  • Periodik adalah waktu yang diperlukan untuk menempuh satu kali getaran atau bisa juga diartikan sebagai waktu yang diperlukan pada 1 siklus gelombang bolak-balik. Periodik dilambangkan dengan huruf t dengan satuan detik atau second.
  • Amplitudo adalah simpangan terjauh yang umumnya diukur mulai dari titik keseimbangan sebuah getaran.
  • Frekuensi adalah sejumlah getaran yang bisa dihasilkan dalam waktu 1 detik. Satuan yang digunakan untuk frekuensi adalah Hertz.

Baca juga: Macam Macam Modulasi Digital

Fungsi Osilator

Osilator memiliki fungsi sebagai pembangkit gelombang, dimana keluaran yang dihasilkan nantinya bisa dibangkitkan dengan suatu rangkaian. Selain itu, osilator juga berfungsi ketika gelombang pembawa tersebut harus digeser frekuensinya ke frekuensi yang lain. Sementara untuk syarat penting bagi suatu isolator adalah penstabilan, yang berarti frekuensinya tidak bisa mengalami perubahan.

Namun pada kenyataannya justru lebih sering dibutuhkan osilator yang frekuensinya mudah mengalami perubahan secara variabel. Bisa dilihat dengan jelas bahwa kedua kondisi ini sebenarnya sangat bertentangan. Stabil dalam hal ini berarti selalu tetapatau tidak mengalami perubahan, namun di sisi lain frekuensi tersebut harus diubah-ubah.

Penggolongan Osilator

Penggolongan osilator umumnya dilakukan berdasarkan karakateristik frekuensi keluaran yang telah dihasilkan. Adapun penggolongan osilator tersebut adalah sebagai berikut:

  • Osilator Frekuensi Rendah (Low Frequency Oscilator), adalah osilator yang biasa digunakan untuk membangkitkan frekuensi rendah dibawah 20Hz.
  • Osilator Audio (Audio Oscillator), adalah osilator yang biasa digunakan untuk membangkitkan frekuensi audio mulai dari 16Hz sampai 20kHz.
  • Osilator Frequency Radio (Radio Oscilator), adalah osilator yang biasa digunakan untuk membangkitkan frekuensi radio mulai dari 100kHz sampai dengan 100GHz.

Jenis-Jenis Osilator

Secara umum, osilator terbagi dalam 2 jenis yaitu osilator harmoninsa dan osilator relaksasi. Berikut ini kami akan menjelaskan mengenai jenis-jenis osilator tersebut.

A. Osilator Harmonisa

Osilator harmonisa atau yang biasa disebut sebagai osilator liner merupakan osilator yang bisa menghasilkan bentuk gelombang sinusoida. Osilator ini terdiri dari sebuah penguat dan filter yang membentuk umpan balik positif yang menentukan frekuensi output.

Prinsip osilator harmonisa ini dimulai dengan noise atau desah yang dinyalakan pertama kali. Noise atau desah tersebut lalu dimasukkan lagi pada input penguat dengan melewati filter yang tertentu. Hal ini akan terjadi secara berulang sehingga membuat sinyal noise menjadi semakin besar kemudian membentuk periode tertentu sesuai dengan jaringan filter yang telah dipasang. Periode ini yang nantinya dijadikan sebagai nilai frekuensi suatu osilator.



Osilator harmonisa ini terbagi lagi menjadi beberapa macam, yaitu:

  1. Osilator Armstrong

Osilator Armstrong

Osilator armstrong merupakan hasil penerapan rangkaian tangki (tank circuit) kapasitor dan induktor LC. Jenis osilator ini pertama kali ditemukan oleh seorang insinyur yang bernama Edwin Amstrong pada tahun 1912. Pada waktu itu, osilator armstrong menjadi rangkaian osilator pertama. Kemudian pada tahun 1913, osilator armstrong digunakan dalam tabung vakum pertama oleh insinyur Austria, yaitu Alexander Meissner.

  1. Osilator Hartley



Osilator Hartley

Osilator Hartley merupakan jenis osilator yang tergolong dalam jenis osilator LC. Osilator ini terdiri dari 2 buah induktor yang disusun dalam bentuk seri dan sebuah kapasitor tunggal. Osilator Hartley memiliki kelebihan yang dimana mudah dalam mengatur nilai frekuensi, yakni dengan menempatkan suatu kapasitor variabel pada komponen kapasitornya. Sedangkan untuk amplitudo output juga akan selalu tetap dalam range frekuensi kerja penguat osilator.

  1. Osilator Colpits

Osilator Colpits

Osilator Colpits tergolong dalam jenis osilator LC. Osilator ini terdiri dari dua buah kapasitor yang disusun dalam bentuk seri dan sebuah induktor tunggal. Bahkan juga mudah dalam mengatur nilai frekuensi, yaitu dengan menempatkan suatu induktor variabel pada komponen induktornya sama halnya dengan penggunaan kapasitor variabel pada Osilator Hartley. Amplitudo output osilator juga akan selalu tetap dalam range frekuensi kerja penguat osilator.

  1. Osilator Clapp

Osilator Clapp

Osilator Clapp tergolong dalam jenis osilator LC. Osilator ini terdiri dari tiga komponen kapasitor dan 1 buah induktor.  Konfigurasi Osilator Clapp tidak jauh berbeda dengan Osilator Colpits, hanya saja ada sedikit penambahan kapasitor yang disusun dalam bentuk seri dengan induktor (L). Osilator Clapp pertama kali diperkenalkan pada tahun 1948 oleh seorang ilmuwan bernama James K.

  1. Osilator Pergeseran Fasa

Osilator Pergeseran Fasa

Osilator Pergeseran Fasa ini juga termasuk dalam jenis osilator RC. Dalam osilator ini terdapat suatu pembalik fasa sebesar 180 derajat. Pembalik fasa ini akan menggeser fasa sinyal output atau keluaran hingga mencapai 180 derajat dan memasukkan lagi menuju input atau masukan sehingga menyebabkan terjadinya umpan balik positif. Rangkaian pembalik fasa iniumumnya terbentuk dari 3 buah rangkaian RC.

  1. Osilator Kristal

Osilator Kristal

Osilator Kristal merupakan salah satu jenis osilator yang rangkaian resonansinya tidak menggunakan LC ataupun RC, namun menggunakan sebuah kristal kwarsa. Rangkaian yang ada dalam kristal dapat mewakili rangkaian R, L, dan C  yang disusun dalam bentuk seri.



Leave a Comment