Pengertian Noise Dan Jenis-Jenisnya


Pengertian Dan Jenis Jenis Noise Suara – Dalam sebuah sistem komunikasi, keberhasilan untuk menyampaikan informasi dari pengirim (transmitter) kepada penerima (receiver) biasanya ditentukan oleh seberapa akurat penerima dalam menerima sinyal yang telah ditransmisikan dengan baik dan benar.

Namun pada kenyataannya, sinyal informasi yang telah diterima oleh penerima (receiver) seringkali mengalami kesalahan. Salah satu hal penting yang bisa menyebabkan terjadinya kesalahan pengiriman dalam sistem komunikasi adalah noise atau derau. Lalu apa yang dimaksud dengan noise? Untuk lebih jelasnya, simak pembahasannya berikut ini.

Baca juga: Pengertian Dan Cara Kerja Speaker

Pengertian Noise (Derau)

Noise atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut dengan “Derau” merupakan sinyal-sinyal yang tidak diinginkan oleh sebuah sistem komunikasi atau informasi. Sinyal-sinyal noise bisa menyebabkan terjadinya penurunan kualitas dalam penerimaan sinyal dan reproduksi sinyal yang ingin dipancarkan.

Selain itu, noise atau derau ini juga bisa membatasi jangkauan sistem pada daya pancaran yang tertentu dan dapat memberikan pengaruh terhadap sensitivitas atau kepekaan sinyal penerimaan. Bahkan noise juga bisa mengakibatkan pengurangan bandwith pada sebuah sistem.

Adapun contoh noise yang bisa dirasakan oleh manusia adalah seperti pada penerima radio, noise (derau) ini akan menimbulkan suara desis di loudspeaker sehingga nantinya dapat didengar oleh pendengarnya. Sedangkan pada televisi, noise bisa menyebabkan gambar terlihat tidak bersih atau muncul banyak titik yang memiliki bentuk seperti salju.

Jenis-Jenis Noise (Derau)

Setiap perangkat elektronik umumnya menghasilkan noise atau derau yang sangat bervariasi. Hal ini karena noise itu sendiri memang dihasilkan oleh berbagai macam efek yang berbeda. Sesuai dengan sumbernya, noise (derau) bisa dibedakan menjadi dua kategori penting, yakni noise dan external noise.

Berikut ini adalah jenis-jenis noise (derau) sesuai dengan kategori tersebut:

A. Internal Noise (Derau Internal)

Internal noise merupakan noise yang dibangkitkan oleh berbagai komponen yang ada dalam sistem komunikasi itu sendiri. Internal noise atau derau internal terbagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu thermal noise, shot noise, flicker noise, dan transit time noise.

  1. Thermal Noise (Derau Termal)

Thermal noise atau yang juga biasa disebut dengan jhonson noise merupakan salah satu jenis noise yang dibangkitkan oleh gerakan thermal acak pembawa muatan (seperti elektron) dalam suatu konduktor.

Amplitudo pada thermal noise sama sekali tidak terikat pada frekuensi yang tertentu sehingga jenis noise yang satu ini bisa terjadi pada semua jangkauan frekuensi. Therminal noise bisa dibilang merupakan jenis noise yang sangat sulit untuk dihindari.

  1. Shot Noise (Derau Tembakan)

Shot noise atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan derau tembakan ini terjadi karena adanya penghalang potensial (potential barrier). Shot noise seringkali muncul di berbagai perangkat atau komponen elektronika aktif seperti transistor dan dioda. Ini karena pada komponen aktif tersebut mempunyai persimpangan positif dan negatif (PN Junction). Jika elektron dan holes melewati penghalang maka bisa menimbulkan noise yang biasa disebut sebagai shot noise (derau tembakan).

  1. Flicker Noise (1/f Noise)

Flicker noise atau yang disebut dengan 1/f noise merupakan salah satu jenis noise yang terjadi pada rentang frekuensi di bawah beberapa kiloHertz (kHz). Densitas daya spektral pada noise ini akan mengalami peningkatan seiring dengan penurunan frekuensi.

Maka dari itu, flicker noise juga dikenal dengan sebutan low frequency noise atau derau frekuensi rendah. Selain itu, jenis noise yang satu ini juga biasa disebut sebagai contact noise atau pink noise.

  1. Transistor Time Noise

Transit time merupakan waktu yang diperlukan untuk membawa muatan dengan tujuan untuk berpindah dari input menuju ke output. Jadi pengertian dari transit time noise disini merupakan noise yang timbul ketika transit time pembawa muatan semikonduktor, yaitu ketika pembawa muatan melewati persimpangan yang dibandingkan dengan jangka waktu sinyal tersebut. Transit time noise ini juga biasa disebut sebagai high frequency noise.

B. External Noise (Derau Eksternal)

External noise atau derau eksternal merupakan derau yang dihasilkan oleh bagian luar rangkaian elektronik itu sendiri. Jenis noise yang satu ini sebenarnya tidak hanya disebabkan oleh komponen dari rangkaian atau perangkat elektronik atau listrik. Exsternal noise juga terdiri dari beberapa macam jenis, seperti atmospheric noise, industrial noise, dan extraterrestrial noise.

  1. Atmospheric Noise (Derau Atmosfer)

Atmospheric noise (derau atmosfer) atau yang juga biasa disebut dengan noise statis adalah sumber gangguan elektris yang umumnya terjadi secara alami karena berhubungan dengan atmosfer bumi. Derau atmosfer seringkali diakibatkan oleh petir, halilintar, badai, dan berbagai macam gangguan alam yang lainnya.

  1. Industrial Noise (Derau Industri)

Industrial noise (derau industri) merupakan salah satu jenis noise yang dihasilkan oleh manusia seperti menghidupkan motor elektrik, peralihan gigi mesin, mematikan serta menghidupkan lampu listrik dengan melalui sakelar, perubahan tegangan dan arus listrik tinggi secara tiba-tiba dan berbagai macam aktivitas manusia yang lainnya. Industrial noise ini juga biasa disebut sebagai Man-Made Noise (noise yang dihasilkan oleh manusia).

  1. Extraterrestrial Noise (Derau Luar Angkasa)

Extraterrestrial noise (ekstraterrestrial noise) atau derau luar angkasa merupakan sinyal elektris yang berasal dari bagian luar atmosfer bumi. Sesuai dengan asalnya, extraterrestrial noise ini masih bisa dibedakan lagi menjadi dua macam jenis, yakni solar noise dan cosmic noise.

Untuk solar noise sendiri adalah extraterrestrial noise yang berasal dari panas matahari, sedangkan cosmic noise merupakan jenis noise yang didistribusikan secara berkesinambungan di sepanjang galaksi.

Jenis-Jenis Noise Lainnya

Selain dibedakan berdasarkan sumbernya seperti yang sudah kami jelaskan di atas, sebenarnya masih ada beberapa jenis noise yang lainnya, yaitu:

  1. White Noise

White noise atau derau putih adalah sebuah noise yang memiliki kerapatan spektral daya secara merata di semua komponen frekuensinya. Disebut sebagai white noise karena berpacu pada kenyataan bahwa sebenarnya cahaya putih adalah kumpulan dari berbagai macam warna yang bisa diuraikan secara merata dengan melalui sebuah spektrum.

Begitu pula dengan white noise yang terdiri dari banyak sumber derau, lebar daerah energi elektron dan berbagai molekul yang merupakan pembangkit derau itu sendiri. Berikut ini adalah gambar dari bentuk bentuk white noise pada sebuah saluran komunikasi.

  1. Additive White Gaussian Noise

AWGN adalah singkatan dari Additive White Gaussian Noise. Jenis noise ini selalu terjadi dalam berbagai jaringan nirkabel, mempunyai sifat additive, white, dan juga gaussian. Additive dalam hal ini berarti bahwa noise dijumlahkan dengan sinyal dan white artinya tidak tergantung dalam frekuensi sistem operasi dan mempunyai rapat daya secara konstan. Sedangkan gaussian memiliki arti bahwa besarnya tegangan noise mempunyai rapat peluang terdistribusi gaussian.

Perlu diketahui bahwa dalam kanal tranmisi akan selalu ada penambahan derau yang timbul. Hal ini karena adanya akumulasi derau termal dari perangkat pemancar, kanal transmisi, dan juga perangkat penerima. Derau yang menyertai sinyal pada sisi penerima akan didekati oleh matematis statistik AWGN/

Derau AWGN adalah gangguan yang memiliki sifat additive terhadap sinyal transmisi, dimodelkan pada pola distribusi acak gaussian dengan rataan atau mean nol, standar deviasi 1, dan memiliki rapat spektral daya yang tersebar secara rata di lebar pita frekuesnsi yang tak terhingga.

  1. Pseudo Random Noise

Kode Pseudo-Noise (PN) sequence memiliki sifat seperti noise, biasa digunakan sebagai sinyal pembawa dalam sistem spread spectrum. Dalam hal ini penting sekali untuk memilih kode yang baik. Hal ini karena tipe dan panjang kode dapat menentukan batasan-batasan kapabilitas sistem.

Kode PNC sequence adalah pseudo random sequence dari 1 dan 0, namun sebenarnya tidak benar-benar sequence karena memiliki sifat yang periodis. Sedangkan untuk random sinyal tidak akan bisa diprediksi. Auto korelasi dari kode PN mempunyai sifat simular terhadap white noise. Adapun berbagai sifat yang dimiliki oleh pseudorandom noise adalah sebagai berikut:

  • Tidak random, namun akan terlihat seperti random bagi penggunaan yang tidak mengetahui kode tersebut.
  • Determenistik, yang dimana hanya bisa diketahui oleh transmitter dan receiver saja.
  • Mempunyai ciri-ciri statistik yang hampir sama dengan white noise.

Baca juga: Pengertian Osilator Dan Fungsinya

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai noise secara lengkap. Kami juga sudah melengkapi pembahasan ini menjelaskan berbagai macam jenis noise. Semoga bermanfaat dan bisa menambah sedikit wawasan pembaca semua.

Leave a Comment