Apa Itu Multiplexer Dan Demultiplexer


Rangkaian Multiplexer Dan Demultiplexer – Di jaman modern seperti sekarang ini, perkembangan informasi maju dengan kecepatan maju sudah semakin cepat, mudah, dan efisien. Hal ini bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia supaya lebih mudah.



Ada banyak sekali komponen yang berperan penting dalam teknologi informasi, seperti misalnya multiplexer dan demultiplexer. Kedua komponen ini banyak dijumpai pada perangkat komputer, agar bisa melakukan perintah yang diinginkan oleh operator.

Baca juga: Fungsi Rangkaian Flip Flop

Pengertian Multiplexer

Multiplexer adalah sebuah komponen yang biasa disebut dengan Mux atau Mpx. Komponen ini merupakan susunan logika yang mempunyai beberapa jalur input yang kemudian dipindahkan pada sebuah jalur output saja.

Perlu diketahui bahwa output yang dihasilkan oleh multiplexer bukan merupakan gabungan dari berbagai perintah yang dimasukkan. Namun data tersebut akan diseleksi untuk dikeluarkan satu per satu.

Rangkaian digital ini mempunyai kecepatan yang cukup tinggi untuk meneruskan perintah yang telah diseleksi dengan beberapa logika untuk selanjutnya di pindahkan ke sebuah jalur. Perintah dalam bentuk sinyal digital atau biner akan langsung diubah menjadi sinyal analog dengan menggunakan transistor. Setelah itu akan diteruskan kembali menuju proses yang selanjutnya.



Fungsi Multiplexer Pada Kehidupan Sehari-Hari

  • Sistem Komunikasi

Penggunaan komponen ini memungkinkan digunakannya sistem komunikasi, seperti stasiun Tributary, Relay, dan sistem transmisi, sehingga menjadi lebih cepat dan efisien. Tidak hanya itu, proses transmisi berbagai jenis data seperti audio dan video dapat digunakan bersamaan.

  • Jaringan Telepon

Sinyal radio yang berasal dari berbagai perangkat akan diintegrasikan ke dalam satu jalur menggunakan multiplexer, kemudian signal tersebut diteruskan ke perangkat tujuan Anda.

  • Hard Drive Komputer

Penggunaan multiplexer bertujuan untuk mengurangi jalur yang terhubung langsung dengan hard drive dengan komponen lain dalam komputer, agar penyimpanan bisa dilakukan dengan maksimal dan minim kesalahan.

  • Transmisi Sistem Komputer Satelit

Mux juga digunakan untuk mentransmisikan data dari komputer satelit ke sistem di bumi menggunakan satelit GPS.

Jenis-Jenis Multiplexer

Untuk menyelesaikan semua prosesnya, multiplexer akan membutuhkan komponen tambahan yang disebut dengan demultiplexer. Komponen ini berfungsi untuk memisahkan sinyal multiplex yang telah dibawa oleh media atau perangkat bersama tunggal.

Multiplexer dan demultiplexer seringkali digabungkan menjadi sebuah perangkat sehingga sangat memungkinkan untuk memproses sinyal masuk dan juga sinyal keluar. Sebagai alternatif, output tunggal multiplexer bisa dihubungkan menuju input tunggal demultiplexer dengan melalui saluran tunggal. Salah satu metode yang biasa digunakan untuk menghemat biaya.



Hal tersebut karena kebanyakan sistem komunikasi akan mentransmisikan dalam kedua arah, perangkat gabungan tunggal, atau dua perangkat terpisah sehingga sangat dibutuhkan di kedua ujung saluran transmisi.

Berikut ini adalah beberapa jenis dari teknologi dan proses multiplexing yang perlu Anda ketahui:

      • IMUX atau Inverse Multiplexing
      • WDM atau Wavelength Division Multiplexing
      • DWDM atau Dense Wavelengt Division Multiplexing
      • CWDM atau Conventional Wavelengt Divion Multiplexing
      • ROADM (Reconfigurable Optical Add-Drop Multiplexer)
      • FDM (Frequency Division Multiplexing)
      • OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
      • ADM (Add/Drop Multiplexing)

Cara Kerja Multiplexer

Untuk lebih mudah dalam memahami cara kerja multiplexer, kami disini akan mengambil sebuah contoh sakelar rotari atau sakelar single-pole multi-position seperti yang telah ditunjukkan pada gambar diatas.

Bisa dilihat bahwa dalam sakeler rotari tersebut ada 4 input, yaitu D0, D1, D2, dan D3, Sedangkan output yang dimilikinya hanyalah 1. Untuk kenop pengendali pada sakelar memiliki fungsi untuk memilih salah satu input yang kemudian dihubungkan ke jalur output. Dengan begitu maka pengguna bisa memilih satu sinyal yang hanya dibutuhkan saja. Ini adalah contoh dari multiplexer atau multiplekser secara mekanis.



Namun dalam sebuah rangkaian elektronik yang membutuhkan perpindahan dengan kecepatan sangat tinggi dan juga transfer data, maka kita diharuskan untuk bisa memilih input yang dibutuhkan dengan sangat cepat, yaitu dengan menggunakan rangkaian digital.

Sinyal pengendali (S1 dan S0) akan melakukan cara yang sama, yang dimana akan memilih sebuah input dari banyaknya input yang tersedia sesuai dengan sinyal yang telah diberikan padanya. Jadi, bisa dibilang bahwa setidaknya ada 3 syarat penting yang harus ada pada suatu multiplexer, yakni terminal input, terminal output, dan juga terminal sinyal pengendali.

      • Terminal Input: Terminal input atau yang biasa disebut dengan jalur input merupakan jalur sinyal yang tersedia dan harus dipilih (umumnya lebih dari satu input). Sinyal-sinyal tersebut bisa dalam bentuk sinyal digital atau bisa juga sinyal analog.
      • Terminal Output: Multiplexer memang hanya mempunyai satu jalur outputsaja. Sinyal input yang sudah dipilih akan dihubungkan menuju jalur output.
      • Terminal Pengendali (Terminal Pemilih): Terminal pengendali memiliki fungsi untuk memilih sinyal jalur iniput. Jumlah jalur pengendali yang ada dalam sebuah multiplexer tergantung dari jumlah jalur input yang dimiliki. Seperti misalnya jika sebuah multiplexer mempunyai 4 input, maka akan memiliki 2 terminal sinyal pengendali. Namun jika multiplexer mempunyai 2 input maka berarti hanya memiliki 1 terminal sinyal pengendali.

Untuk lebih jelasnya, silahkan simak pembahasan mengenai multiplexer 2-input di bawah ini. Multiplexer 2 input ini hanya mempunyai sebuah sinyal kontrol yang bisa digunakan untuk memilih salah satu input dari dua jalur input yang ada. Tabel kebenaran ini akan menggambarkan status poin kontrol (A) untuk memilih pin input yang dibutuhkan.

Multiplexer 2 Input

Pada intinya, multiplexer 2 input ini dibangun dari gerbang NAND standar sebagai pengendali input manakah yang ingin diteruskan menuju output pada Q. Berdasarkan tabel kebenaran tersebut maka bisa dilihat bahwa saat memilih input, jika terminal pengendali A sedang dalam posisi logika 0 (rendah), I1 akan langsung meneruskan datanya dengan melalui rangkaian multiplexer gerbang NAND menuju output, sedangkan untuk input I0  akan diblokir. Tetapi jika pengendali data sedang dalam posisi logika 1 (tinggi), maka input I0 akan langsung meneruskan datanya menuju output Q, sedangkan input  I1 diblokir.



Leave a Comment