Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di RODABLOG

×

Pengertian Mikrokontroler Dan Jenis-Jenisnya


mikrokontroler

Awal mulanya, PIC adalah singkatan dari Programmable Interface Controller. Akan tetapi, seiring dengan perkembangannya maka mengalami perubahan menjadi Programmable Intelligent Computer.

PIC adalah jenis MicroController tipe RISC, dimana MicroController ini menggunakan arsitektur Harvard yang telah dibuat oleh Microchip Technologi. Pertama kali dikembangkan oleh Divisi Mikroelektronik General instrument yang memiliki nama PIC1640.



MicroController PIC adalah rangkaian tunggal yang memiliki ukuran kecil dan didalamnya berisi memori pengolahan nit, jam dan input atau output dalam sebuah unit. PIC bisa dibeli kosongan yang kemudian ditambahkan dengan program kontrol tertentu.

Jenis MicroController sangat populer di kalangan developer dan para penghobi ngoprek karena biayanya yang terbilang sangat murah, ketersediaan dan pemakaian secara luas, database aplikasi yang besar, dan juga pemograman dengan melalui hubungan port serial yang ada pada komputer.

  1. MicroController ARM

Mikrokontroler ARM

MicroController merupakan suatu prosesor dengan arsitektur set instruksi 32 bit keluarga RISC yang telah dikembangkan oleh ARM Holdings. ARM atau Advanced RISC Machine sebelumnya biasa disebut sebagai Acorn RISC Machine.

Pada awalnya, ARM Processor ini dikembangkan oleh PC atau Personal Computer oleh Acorn Computers. Akan tetapi, dengan dominasi Intel X86 Proses Microsoft pada IBM PC Kompatibel telah membuat Acorn Computer mengalami gulung tikar.

Baca juga: Pengertian Dan Jenis Jenis Sensor

Kelebihan Dan Kekurangan Menggunakan Mikrokontroler

Plus (+)

  • Mikrokontroler bertindak sebagai mikrokomputer tanpa harus ada komponen digital tambahan lainnya
  • Dapat mengurangi biaya dan ukuran sistem karena integrasi yang lengkap dalam sebuah mikrokontroler.
  • Penggunaan mikrokontroler sederhana dan mudah untuk memecahkan masalah dan pemeliharaan sistem.
  • Sebagian besar pin dapat diprogram oleh pengguna untuk melakukan berbagai fungsi.
  • Mudah menghubungkan port RAM, ROM dan I / O tambahan.
  • Waktu yang diperlukan untuk melakukan operasi rendah.

Minus (-)

  • Mikrokontroler memiliki arsitektur yang lebih kompleks daripada mikroprosesor.
  • Hanya melakukan eksekusi dalam jumlah terbatas dalam waktu yang bersamaan.
  • Kebanyakan hanya digunakan dalam peralatan-peralatan mikro.
  • Tidak dapat terhubung dengan perangkat yang berdaya tinggi secara langsung.