Pengertian Dan Fungsi MCB Listrik


Pengertian Dan Fungsi MCB Listrik – Kini listrik sudah menjadi kebutuhan penting untuk menjalankan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi dengan teknologi yang sudah semakin berkembang tentu akan membutuhkan energi listrik dalam jumlah banyak untuk mendukung keberlangsungan hal tersebut.

 Fungsi MCB Listrik

Maka tak heran jika sekarang ini pasokan listrik semakin hari semakin mengalami peningkatan, dimana hal tersebut biasanya dilakukan oleh penyedia tenaga listrik seperti PLN. Supaya aliran listrik berjalan lancar maka dibutuhkan komponen penting yang digunakan sebagai penunjangnya seperti bagian pengukur wat listrik termasuk KWH, MCB, dan lainnya.

Namun salah satu komponen dalam instalasi listrik yang memiliki peran penting adalah MCB (Miniature Circuit Breaker). Meskipun komponen ini ukurannya sangat kecil tetapi untuk masalah fungsi benar-benar penting dan dibutuhkan. Jika komponen ini tidak digunakan maka dapat dipastikan bahwa listrik dirumah akan sering bermasalah dan tidak bisa mengalir dengan baik sebagaimana semestinya.

Baca juga: Jenis Jenis Kabel Listrik

Pengertian MCB Listrik

Pengertian MCB Listrik

Seperti yang sudah kami singgung sebelumnya bahwa MCB adalah singkatan dari Miniature Circuit Breaker. Komponen listrik ini memiliki fungsi utama sebagai pemutus aliran listrik ketika sedang mengalami konsleting atau arus berlebih.

Pemutusan listrik pada suatu rangkaian listrik akan terjadi secara otomatis, dan biasanya juga sering disebut dengan komponen keamanan.  Fungsi MCB listrik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan komponen sekering (fuse).

MCB listrik bisa diaktifkan atau digunakan kembali jika sudah berhasil memutus arus listrik yang berlebih atau korsleting. Disamping itu, MCB juga bisa digunakan sebagai pemutus dan penghubung kembali aliran listrik secara manual seperti halnya saklar meskipun sedang tidak terjadi konsleting atau arus berlebih.

Fungsi MCB Listrik

Fungsi MCB Listrik

Pada umumnya, MCB merupakan sebuah komponen listrik yang memiliki fungsi utama, yaitu untuk memutuskan arus, proteksi terhadap beban yang berlebih (overload) dan untuk memproteksi adanya hubung singkat (konsleting). Berikut ini adalah penjelasan singkat dari masing-masing fungsi tersebut:

  1. Sebagai Pemutus Arus

Fungsi pemutus arus ini juga bisa disebut sebagai bentuk pengamanan dan pengendali aliran listrik. Pengendalian aliran listrik dalam hal ini berarti  pengguna bisa mematikan ataupun menghidupkannya secara manual, caranya adalah dengan menurunkan toggle switch yang ada pada komponen MCB. Dengan demikian, maka bisa dikatakan bahwa komponen MCB memang sangat dibutuhkan pada rangkaian besar seperti rumah, kantor, ataupun beberapa tempat yang lainnya.

  1. Proteksi Overload

Dalam sebuah komponen MCB, overload adalah suatu kondisi yang dimana aliran listrik telah mengalir melampaui beban batas pemakaian. MCB sendiri merupakan alat yang bisa mendeteksi adanya beban berlebih (overload) yang ada pada elemen bimetalnya dengan menggunakan prinsip thermal tripping.

Sebagai misalnya, MCB pada rumah kita memiliki batas sebesar 7A, maka listrik yang mengalir tidak seharusnya melampui hingga lebih dari 7A. Saat kita menggunakan berbagai peralatan elektronik dan penggunaan arus listrik mengalami kenaikan hingga melebihi 7A, maka untuk elemen bimetalnya nanti akan menjadi melengkung. Sebab, elemen bimetal yang ada MCB sudah terkena panas yang melampui batas, sehingga ia bisa menghentikan arus litrik yang telah mengalir melalui kontaknya.

  1. Proteksi Konsleting

Konsleting merupakan hubungan singkat arus listrik yang bisa menjadi penyebab terjadinya kebakaran pada suatu bangunan. Akan tetapi, dengan menggunakan komponen MCB maka masalah terjadinya konsleting bisa ditangani dan dicegah.

Komponen yang memiliki fungsi sebagai pendeteksi konsleting listrik yaitu magnetic trip yang berupa solenoid. Magnetic nantinya akan bereaksi dengan lebih cepat dan bahkan melebihi komponen.

Komponen ini akan bereaksi akibat panas yang telah diterima, jika terjadi hubungan singkat aliran listrik yang masuk terlalu tinggi. Besarnya panas ini kemudian akan memicu timbulnya gaya magnet pada solenoid dan secara tidak langsung akan menarik switch sehingga membuat aliran listriknya menjadi terputus.

Konstruksi dan Komponen MCB Listrik

Kontruksi dan Komponen MCB Listrik

Untuk melengkapi pembahas ini, kami juga akan menjelaskan mengenai beberapa bagian yang dimiliki oleh sebuah komponen MCB (Miniature Circuit Breaker), diantaranya:

  • External Casing, adalah bagian yang menahan seluruh komponen internal dan melindunginya dari debu sehingga akan aman. Bagin ini dibuat dari bahan isolasi seperti plastik dan keramik.
  • Contact, dalam sebuah komponen MCB akan ditemukan sepasang kontak. Salah satu contoh sepasang kontak tersebut adalah Fixed Contact & Moving Contact.
  • Knob, komponen MCB listrik dapat dinyalakan atau dimatikan dengan menggunakan bagian knob.
  • Mechanical Latch, pengaturan kait atau latch juga dibuat dalam sebuah komponen MCB yang bisa digunakan sebagai penahan kontak di bawah tegangan spring agar pada posisi ON.
  • Bimetallic strip, memiliki perlindungan secara berlebih beban yang tertunda dengan merasakan aliran arus yang berkepanjangan jauh lebih tinggi dibandingkan nilai arus sekarang ini.
  • Solenoid, Solenoid memberikan perlindungan lebih ketika sedang terjadi konsleting listrik dengan cara melepaskan kait mekanis. Komponen ini akan diaktifkan saaat arus melalui koil yang melampui nilai tertentu, pada umumnya memiliki nilai 3 kali lebih jika dibandingkan dengan nilai arus yang dimilikinya.
  • Arc Chutes, memiliki fungsi untuk membelah dan memadamkan arc.

Prinsip Kerja MCB

Untuk cara kerjanya, MCB listrik merupakan komponen yang bisa dioperasikan secara manual hanya dengan menekan toogle switch untuk mematikan ataupun menghubungkannya. Komponen MCB juga memiliki dua prinsip kerja untuk bisa berfungsi, yaitu thermal tripping dan magneting tripping.

  1. Thermal Tripping

Cara Kerja MCB

Thermal tripping bisa memutuskan aliran arus listrik saat terjadi arus berlebih atau overload. Cara kerjanya adalah saat elemene bimetal yang ada pada komponen MCB mendapatkan panas yang melampaui batasnya, maka ia akan berubah menjadi menggelembung. Kemudian elemen tersebut akan menghentikan arus listrik yang telah melalui switch secara otomatis.

  1. Magnetic Tripping

Cara Kerja MCB

Magnetic tripping bisa memutuskan arus listrik saat terjadi hubungan singkat atau yang biasa disebut dengan konsleting. Cara kerjanya adalah saat elemen magnet yang ada pada MCB mendapatkan panas dalam waktu yang singkat maka ia akan langsung bereaksi. Kemudian untuk gaya magnet pada solenoit yang muncul karena adanya panas tersebut akan memutus arus listrik dengan melalui switch secara otomatis.

Baca juga: Cara Membaca Kode MCB

Tips Memilih MCB

Tips Memilih MCB

Bagi anda yang ingin menggunakan atau mengganti MCB, ada beberapa hal yang harus dipertikan supaya komponen tersebut nantinya bisa bekerja dengan optimal. Berikut ini kami akan memberikan beberapa tips dalam memilih komponen MCB:

  • Memiliki standar proteksi yang sudah diakui (SNI)
  • Jika digunakan pada tegangan operasional, usahakan untuk memilih daya yang lebih besar dari penggunaan listrik tersebut.
  • MCB harus memiliki frekuensi yang sesuai dengan sistemnya. Seperti misalnya pada MCB merlin gerin yang bisa beroperasi dengan baik pada frekuensi 50Hz atau 60Hz.
  • Kelas energi harus sesuai dengan besarnya arus beban yang melalui kabel.
  • Untuk masalah type MCB, jika digunakan di rumah maka sebaiknya memilikih yang 1 fasa. Namun jika digunakan dalam industri ataupun pabrik lebih disarankan untuk memilih MCB tipe 3 fasa.
  • Untuk masalah batas arus juga harus sesuai dengan kebutuhan anda. Batasan ini bisa anda lihat jenisnya dari beberapa arus nominal.
  • Pilih komponen MCB dengan kualitas terbaik, namun biasanya memiliki harga yang sangat mahal. Karena memang basanya MCB yang memiliki harga mahal bisa memberikan jaminan yang lebih baik dan sudah pasti aman.

Demikian informasi mengenai komponen MCB listrik yang memiliki peran penting sebagai pengendali aliran arus listrik di rumah, kantor, gedung, dan bangunan lainnya. Semoga informasi yang telah kami sampaikan pada pembahasan kali ini bisa bermanfaat bagi pembaca semua. Terima kasih sudah berkunjung di website rodablog.com !

Leave a Comment