Perbedaan Rangkaian Lampu Paralel Dan Seri


Perbedaan Lampu Paralel Dan Seri – Sebagian dari Anda pastinya sudah sering mendengar istilah tentang rangkaian lampu seri dan paralel. Kedua rangkaian ini memiliki perbedaan dengan berbagai macam kelebihan dan kelemahan masing-masing.



Namun,meski memiliki perbedaan tetapi keduanya juga mempunyai kesamaan, yaitu bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti misalnya untuk lampu rumah, penyusunan baterai lampu senter, pencahayaan untuk proyek pembangunan dalam skala besar, dan lain sebagainya.

Baca juga: Cara Kerja Lampu TL Led Dan Neon

Pengertian dan Ciri-Ciri Rangkaian Seri

Rangkaian seri merupakan salah satu jenis rangkaian listrik yang dimana seluruh komponen atau beban listriknya disusun secara berurutan. Dalam hal ini berarti bahwa inputan satu komponen atau beban akan berasal dari output komponen yang lainnya. Supaya lebih jelas, silahkan perhatikan gambar lampu yang sudah dirangkai dalam bentuk seri berikut ini:

Gambar tersebut menunjukkan bahwa lampu sudah disusun secara berurutan, sehingga kuat arus air yang akan mengalir di masing-masing lampu memiliki nilai sama. Setiap lampu pada dasarnya mempunyai suatu hambatan atau resistansi yang nilainya sudah ditentukan oleh pabrikan.

Perlu diketahui bahwa rangkaian seri mempunyai berbagai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan rangkaian paralel. Adapun ciri-ciri dari rangkaian seri adalah sebagai berikut:



  • Besarnya kuat arus yang telah mengalir di setiap komponen atau beban adalah sama.
  • Rangkaian seri juga biasa disebut dengan rangkaian pembagi tegangan. Hal ini karena sumber tagangan nantinya akan dibagi ke dalam beberapa komponen yang dirangkai dalam bentuk seri.

Pengertian dan Ciri-Ciri Rangkaian Paralel

Rangkaian paralel merupakan salah satu jenis rangkaian yang dimana seluruh komponen atau beban listriknya dirangkai secara berderet. Sehingga untuk inputan dari setiap beban akan berasal dari sumber yang sama. Supaya lebih jelasnya, silahkan perhatikan gambar lampu yang dirangkai dalam bentuk paralel bawah ini.

Pada gambar diatas bisa dilihat dengan jelas bahwa input setiap lampu berasal dari sumber tegangan yang sama. Hal ini berarti bahwa setiap beban nantinya akan memperoleh tegangan yang sama, sehingga arus yang mengalir di masing-masing beban akan berbeda-beda.

Itulah yang menjadi alasan mengapa rangkaian paralel juga biasa disebut dengan rangkaian pembagi arus. Lalu bagaimana ciri-ciri dari rangkaian yang satu ini? Apakah sama dengan ciri-ciri rangkaian seri? Berikut ini adalah ciri-ciri dari rangkaian paralel.

  • Setiap beban akan menerima tegangan yang sama.
  • Besarnya arus yang mengalir pada beban tergantung dari besar kecilnya hambatan.
  • Hambatan total rangkaian paralel memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan hambatan seri. Ini menyebabkan arus total yang mengalir juga akan semakin besar.

Baca juga: Jenis Jenis Lampu Dan Simbolnya

Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel pada Bentuk Rangkaian

Selain memiliki ciri-ciri khusus, rangkaian seri dan paralel sebenarnya mempunyai banyak sekali perbedaan yang cukup signifikan. Adapun berbagai perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:



  1. Perbedaan Susunan Rangkaian

Perbedaan yang pertama bisa dilihat pada bentuk dari susunan rangkaian seri dan paralel. Susunan ini bisa dilihat pada percabangan kabel atau penempatan komponenennya.

a. Rangkaian Seri Lebih Sederhana

Rangkaian seri mempunyai susunan yang terlihat sederhana sehingga susunan seri tidak mempunyai kabel diantara beban atau sumber tegangan yang terpasang. Aliran listrik yang berasal dari sumber tegangan seperti baterai akan langsung menjuu suatu hambatan dengan satu kabel. Jadi, dalam hal ini hanya ada satu kabel yang digunakan sebagai penghubung hambatan listrik secara lurus berjajar.

b. Rangkaian Paralel Lebih Kompleks

Berbeda halnya dengan rangkaian yang sebelumnya, rangkaian paralel ini terlihat lebih kompleks. Hal ini dikarenakan adanya percabangan dalam rangkaian. Jadi, tidak hanya ada satu kabel utuh saja. Namun, ada pembagian arah arus yang terjadi menuju hambatan yang dimana letaknya sudah tidak lagi dalam satu garis lurus seperti rangkaian seri.



  1. Perbedaan pada Komponen yang Digunakan

Selain dari perbedaan susunan yang nampak sangat jelas, untuk membedakan antara rangkaian seri dan paralel juga bisa dilihat dari komponen yang digunakan. Berikut ini kami akan memberikan sedikit penjelasan dari komponen yang digunakan pada rangkaian seri dan paralel:

a. Komponen Pada Rangkaian Seri Lebih Sedikit

Komponen yang digunakan dalam rangkaian seri jauh lebih sedikit karena hanya terdiri dari sumber tegangan, kabel, dan beban. Meskipun biasanya menggunakan saklar, tetapi saklar yang dibutuhkan oleh rangkaian seri cukup satu.

b. Komponen Pada Rangkaian Paralel Lebih Banyak

Komponen yang digunakan pada rangkaian paralel jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan rangkaian seri. Seperti misalnya, kabel yang digunakan pada rangkaian paralel biasanya akan jauh lebih panjang. Hal ini karena rangkaian paralel mempunyai percabangan. Disamping itu, rangkaian paralel pada umumnya menggunakan satu saklar khusus untuk satu beban saja.

Baca juga: Cara Merangkai Lampu Led Seri Dan Paralel

Perbedaan pada Rumus Rangkaian Seri dan Paralel

Selain dari bentuk rangkaian yang berbeda, rangkaian seri dan rangkaian paralel mempunyai rumus yang berbeda. Rumus yang digunakan dalam perhitungan kedua rangkaian tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Kuat Arus Listrik

Kuat arus listrik adalah besaran yang digunakan untuk menyatakan setiap muatan listrik yang telah mengalir pada komponen. Pada rangkaian seri ataupun paralel, kuat arus listrik mempunyai perhitungan yang tidak sama dalam setiap komponennya.

a. Mencari Kuat Arus pada Rangkaian Seri

Dalam rangkaian seri, jumlah muatan listrik yang mengalir di masing-masing hambatan adalah sama. Jadi, hambatan yang ada di sebuah titik akan sama dengan hambatan pada titik lain.

Rumusnya: I = I1 = I2 = I3 = I4

b. Mencari Kuat Arus pada Rangkaian Paralel

Seperti yang disinggung diatas bahwa rumus yang digunakan pada rangkaian paralel tidak sama dengan rangkaian seri. Namun untuk kuat arus total pada rangkaian ini adalah hasil dari penambahan kuat arus yang ada pada hambatan.

Rumusnya: I = I1 + I2 + I3 + I4

  1. Kuat Tegangan Listrik

Tegangan adalah besaran energi potensial (V) pada sebuah medan listrik yang mempunyai satuan volt. Tegangan listrik pada rangkaian seri dan paralel mempunyai perhitungan yang berbeda.

a. Kuat Tegangan Rangkaian Seri

Pada rangkaian seri, energi potensial atau tegangannya memiliki nilai yang tidak bisa disamakan seperti halnya kuat arus. Untuk mencari besarnya energi potensial atau tegangan total bisa menggunakan rumus sebagai berikut ini:

Rumusnya: V = V1 + V2 + V3 + V4

b. Kuat Tegangan Rangkaian Paralel

Pengukuran tegangan pada rangkaian paralel sama untuk semuat titik. Energi potensial akan total memiliki nilai yang sama dengan energi potensial di semua titik.

Rumusnya: V = V1 = V2 = V3 = V4

  1. Besar Hambatan di Kedua Rangkaian

Pada rangkaian seri dan paralel, hambatan dapat diketahui dengan cara membandingkan antara tegangan dengan kuat arus listrik yang melalui sebuah titik pada satu rangkaian.

a. Besar Hambatan Rangkaian Seri

Pada rangkaian seri, jumlah hambatan total adalah penjumlahan dari semua hambatan yang ada dalam rangkaian listrik.

Rumusnya: R = R1 + R2 + R3 + R4

b. Besar Hambatan Rangkaian Paralel

Hambatan yang ada pada rangkaian listrik paralel tentu tidak sama antara satu titiknya. Hal ini dikarenakan dalam sebuah rangkaian listrik paralel terjadi percabangan.

Rumus hambatan total: 1/R = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/R4

Cara Membuat Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel

Pembuatan rangkaian seri`dan paralel bisa dibilang sangat sederhana. Adapun berbagai bahan yang digunakan untuk pratikum ini bisa didapatkan dengan mudah di lingkungan sekitar, seperti misalnya bahan-bahan bekas dari seorang pekerja listrik. Kreativitas dan imajinasi tentunya bisa dituangkan dalam kegiatan ini.

Perencanaan

  1. Mengindetifikasi Kebutuhan

Pembuatan rangkaian seri dan rangkaian paralel bisa dilakukan sekaligus dalam satu kali praktis. Pratikum ini terbilang sederhana untuk dikembangkan.

  1. Perencanaan Fisik

Pembuat rangkaian seri dan rangkaian paralel bisa dibuat sesuai dengan bahan dan alat yang ada disekitar Anda. Pembuatannya harus secara teliti dengan selalu memperhatikan prinsip kerja.

Persiapan

Pembuatan rangkaian seri dan paralel memang bisa menggunakan berbagai bahan sisa yang sudah digunakan oleh pekerja listrik. Dalam hal ini baterai bisa digunakan sebagai sumber arus listrik, kabel sebagai penghantar listrik, dan lampu bohlam sebagai penerang.

Pembuatan Rangkaian Seri

Alat dan Bahan

  • Dua buah bohlam berukuran kecil
  • Satu buah saklar
  • Kabel sesuai kebutuhan
  • Dua buah baterai

Langkah Percobaan

  1. Pertama buatlah rangkaian dengan buah bohlam berukuran kecil, sakelar, dan dua buah baterai seperti gambar berikut ini. Lalu sambung dan tutup sakelar tersebut. Perhatikan kedua bohlam berukuran kecil tersebut.
  2. Selanjutnya cabut salah satu bohlam pada tempatnya. Kemudian amati nyala lampu yang satunya lagi.

Baca juga: Rangkaian Power Supply

Pembuatan Rangkaian Paralel

Alat dan Bahan

  1. Dua buah bohlam berukuran kecil
  2. Sebuah sakeler
  3. Kabel sesuai kebutuhan
  4. Dua buah baterai

Langkah Percobaan

  1. Buatlah rangkaian dua yang terdiri dari dua bohlam berukuran kecil, dan juga dua buah baterai seperti pada gambar berikut ini. Lalu jika sudah terhubung maka sakelar tersebut bisa langsung ditutup. Perhatikan kedua bohlam tersebut.
  2. Setelah itu, cabut salah satu bohlam dari tempatnya. Perhatikan nyala lampu bohlam yang satunya lagi.


Leave a Comment