Komponen Elektronika, Jenis Dan Fungsinya


Beberapa fungsi dari kapasitor atau kondensator adalah untuk memilih gelombang radio pada rangkaian tuner dan meratakan arus pada rectifier. Selain itu, kapasitor juga berfungsi sebagai filter pada rangkaian power supply (catu daya). Adapun satu nilai dalam kapasitor adalah Farad (F).

Kapasitor (kondesator) terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:



  • Kapasitor Biasa (Non Polaritas) adalah kapasitor yang nilainya tetap atau tidak bisa dirubah. Berdasarkan bahan pembuatannya, yang termasuk dalam jeni kapasitor tetap adalah kapasitor mika, kapasitor kertas, kapasitor polyster, dan kapasitor keramik.
  • Kapasitor Variabel (Variable Capasitor) adalah kapasitor yang nilainya tidak tetap atau bisa dirubah.
  • Kapasitor Elektrolit (Memiliki Polaritas) adalah kapasitor yang nilainya tetap namun memiliki polaritas positif dan negatif. Contoh kapasitor ini adalah kapasitor tantalum dan kapasitor elektrolit (Electrolyte Condensator).

Berikut ini adalah gambar dan simbol Kapasitor:

Gambar dan Simbol Kapasitor

  1. Induktor (Inductor)

Induktor atau yang biasa disebut sebagai coil (kumparan) merupakan suatu komponen elektronika pasif yang memiliki fungsi untuk mengatur frekuensi, filter, dan sebagai alat kopel (penyambung).

Komponen dasar yang satu ini banyak dijumpai pada suatu rangkaian atau peralatan elektronika yang berhubungan dengan frekuensi, seperti misalnya tuner pada pesawat radio. Nilai satuan dalam induktor adalah Henry (H). Induktor sendiri dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

  • Induktor (Inductor) yang nilainya tetap
  • Induktor (Inductor) yang nilainya bisa diatur atau yang juga biasa disebut dengan Coil Variable.

Berikut ini adalah gambar dan simbol Induktor:

gambar dan simbol Induktor

  1. Dioda (Diode)

Dioda atau Diode merupakan salah satu komponen rangkaian elektronika yang memiliki fungsi sebagai penghantar arus listrik ke satu arah dan sebagai penghambat arus listrik dari arah yang sebaliknya.

Komponen yang satu ini terdiri dari 2 elektroda, yaitu anoda dan katoda. Berdasarkan fungsinya, dioda memiliki banyak sekali jenisnya. Adapun jenis-jenis dioda adalah sebagai berikut:

  • Dioda Biasa (Dioda Penyearah) merupakan salah satu jenis dioda yang dibuat dari bahan silikon. Jenis dioda ini memiliki fungsi sebagai penyearah arus bolak balik (AC) ke arus yang searah (DC).
  • Dioda Zener (Zener Diode) adalah dioda yang memiliki fungsi untuk mengamankan rangkaian setelah tegangan yang ditentukan oleh dioda itu sendiri. Untuk tegangannya biasa disebut sebagai tegangan zener.
  • Dioda Emisi Cahaya atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Light Emmiting Diode merupakan jenis dioda yang mampu memancarkan cahaya monokromatik.
  • Dioda Foto (Photo Diode) merupakan jenis dioda yang sangat peka terhadap cahaya sehingga sering digunakan sebagai sensor.
  • Dioda Shockley atau Silicon Control Rectifier (SCR) merupakan jenis dioda yang memiliki fungsi sebagai pengendali.
  • Dioda Laser (Laser Diode) merupakan salah satu jenis dioda yang mampu memancarkan cahaya laser. Diode laser ini biasa disingkat dengan LD.
  • Dioda Schottky merupakan jenis dioda yang memiliki tegangan rendah.
  • Dioda Varaktor merupakan dioda yang sifat kapasitasnya bisa berubah-ubah sesuai dengan tegangan yang telah diberikan.

Berikut ini adalah gambar dan simbol Dioda:

gambar dan simbol Dioda

  1. Transistor

Transistor adalah komponen rangkaian elektronika aktif yang memiliki banyak sekali fungsi. Bahkan komponen ini memiliki peran yang terbilang cukup penting dalam dunia elektronika modern ini.

Adapun fungsi dari transistor adalah sebagai switch (untuk memutus dan menghubung), untuk penguat arus, modulasi sinyal, stabilitas tegangan, penyearah, dan lain sebagainya. Komponen ini memiliki 3 terminal (kaki), yakni Base/Basis (B), Emitor (E), dan juga Kolektor atau Collector (K).



Leave a Comment