Pengertian, Fungsi Dan Prinsip Kerja Potensiometer


Skema



Rangkaian

Potensiometer dengan Voltmeter

Dalam melakukan pengukuran potensi (EMF) sel lebih menggunakan potensiometer dari pada voltmeter. Hal ini disebebkan apabila kita menggunakan voltmeter arus yang mengalir pada rangkaian memiliki resistansi internal sel dimana selalu potensial terminal akan memiliki nilai yang kurang dari potensial sel sebenarnya.

Dalam sirkuit ini apabila keadaan menyatakan perbedaan potensial seimbang (menggunakan deteksi nol Galvanomete), maka pada sirkuit tersebut tidak terdapat arus yang mengalir. Hal tersebut dapat menyebabkan potensial terminal memiliki nilai yang sama dengan potensial sel aktual.

Jadi dapat disimpulkan voltmeter pada sirkuit ini mengukur potensial terminal sel danjuga mengukur dari nilai potensi sel aktual. Gambar dibawah ini adalah simbol skematis yang dapat ditunjukkan.

Baca juga: Pengertian Resistor Dan Jenis-Jenisnya

Perbedaan Potensiometer dengan Variabel Resistor

Beberapa orang mungkin telah menyamakan antara potensiometer dengan variabel resistor. Keduanya memiliki fungsi yang sama, akan tetapi keduanya juga memilki sedikit perbedaan seperti pada bentuk dan juga karaktersitik penggunaanya.

Pada potensio meter memiliki 3 buah terminal atau kita bisa sebut dengan kaki yang nantinya akan dihubungkan ke rangkaian elektronika. Dimana kedua kaki potensiometer tersebut dapat difungsikan sebagai terminal yang merupakan ujung dari komponen konduktif yang ada pada potensiometer tersebut yang akan dihubungkan dengan sinyal input dan juga ground.

Sementara untuk terminal ketiga dapat difungsikan sebagai jalur output atau dapat disebut dengan wiper dari komponen ini. Apabila wiper digerkakan, maka nantinya dapat mengakibatkan perubahan sinyal yang keluar dari terminal output tersebut. perubahan sinyal ini tergantung pada posisi wiper lebih dekat dengan titik terminal yang mana.

Dapat diartikan bahwa potensio meter merupakan komponen resistif dengan 3 buah terminal yang dapat difungsikan sebagai pembagi tegangan secara kontinue degan besar sinyal output sebanding dengan posisi wiper yang ada diatas lintasan bahan konduktif.

Sedangkan untuk variabel resistor juga memiliki 3 terminal tetapi penggunaan salah satu terminal yang terhubung dengan jalur konduktif akan dihubungkan menuju terminal wiper ynag merupakan terminal output pada komponen ini.

Perubahan dari nilai resistansi atau hambatanya dilakukan dengan cara melakukan perubahan posisiwiper yang ada diatar track konduktif. Apabila posisi wier berubah maka akan mengasilkan perubahan besaran hambatan yang akan terjadi antara terminal wiper dengan terminal konduktif. Jadi dapa disimpulkan variable resistor ini merupakan komponen resistif yang memiliki dua terminal.

Baca juga: Jenis Jenis Motor DC (Arus Searah)

Demikian ulasan lengkap mengenai potensiometer. Semoga artikel yang ditulis ini dapat membantu anda dalam mengetahui salah satu komponen elektronika, serta dapat membedakan dua komponen yang berada pada satu jenis komponen elektronika (jenis resistor).



Leave a Comment