Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di RODABLOG

×

Pengertian, Menghitung Dan Rumus Impedansi


Impedansi dan resistansi mempunyai kesamaan, dimana hambatan listrik yang dimiliki oleh suatu komponen terhadap arus listrik  dan satuan yang digunakan sebagai pengukuran  adalah Ohm (Ω). Namun berbeda halnya dengan resistansi, jumlah hambatan listrik yang dimiliki oleh impedansi akan mengalami perubahan seiring dengan berubahnya frekuensi sinyal. Hal tersebut menandakan dengan jelas bahwa tahanan (hambatan) sebuah komponen sangat bervariasi karena tergantung dari frekuensi sinyal yang masuk ke komponen itu sendiri.

Jadi sudah jelas bahwa resistansi memiliki nilai dan ukuran yang tidak ditentukan oleh frekuensi. Resistansi juga tidak memperhitungkan frekuensi sinyal yang melampuinya, karena pada umumnya frekuensi tidak akan memberikan pengaruh terhadap ketahanan komponen yang tidak reaktif.



Hal ini tentu berbeda jauh dengan komponen reaktif yang dimana jumlah hambatan listriknya bisa mengalami perubahan tergantung dari frekuensi inputnya. Impedansi memang sangat bervariasi berdasarkan frekuensi sinyal yang masuk. Inilah yang menjadi perbedaan antara impedansi (impedance) dan resistansi (resistance).

Komponen Reaktif dan Komponen Tidak Reaktif

Komponen Reaktif dan Komponen Tidak Reaktif

Komponen elektronika tidak reaktif merupakan komponen elektronika yang tidak bisa dipengaruhi oleh frekuensi sinyal yang melewatinya, nilai resistansi atau nilai hambatannya tidak akan mengalami perubahan walaupun telah terjadi perubahan frekuensi.

Adapun salah satu contoh komponen elektronika yang tidak reaktif adalah resistor. Baik tegangan AC (bolak-balik) ataupun DC (searah) yang melewatinya, nilai hambatan yang dimiliki oleh komponen resistor tidak akan mengalami perubahan. Atau dapat dikatakan bahwa nilai hambatan pada komponen resistor akan menjadi sama jika dihubungkan dengan sinyal DC ataupun sinyal AC.

Sementara itu, pengertian dari komponen reaktif adalah suatu komponen yang nilai hambatan listriknya bisa mengalami perubahan jika frekuensi sinyal yang telah masuk ke dalamnya berubah. Adapun yang termasuk komponen reaktif tersebut adalah kapasitor dan konduktor.

Kapasitor sendiri merupakan komponen reaktif yang mempunyai impedansi tinggi pada frekuensi rendah serta impedansi rendah pada frekuensi yang semakin tinggi. Jika frekuensi meningkat maka reaktansi pada komponen kapasitor akan menjadi berkurang.

Berbeda jauh dengan kapasitor, induktor merupakan komponen reaktif yang mempunyai impedansi rendah dalam frekuensi rendah dan impedansi akan mengalami perubahan semakin tinggi dalam frekuensi yang lebih tinggi. Jika frekuensi mengalami peningkatan, impedansi pada konduktor juga akan mengalami peningkatan. Inilah yang disebut  dengan reaktansi kapasitif dan reaktansi induktif.

Impedansi Kompleks

Impedansi Kompleks