Pengertian Dan Fungsi Grounding Pada Instalasi Listrik


Selain lembar tembaga tersebut, juga terdapat larutan semen bentonite di titik grounding dari penangkal petir tersebut. adanya semen bentonite itu memiliki tujuan agar kualitas nilai resistansi dari gounding meningkat dan tetap terjaga. Penerappan sistem grounding ini dilakukan apabila daerah tersebut memili tanah yang bertekstur keras atau berbatu.

Baca juga: Pengertian Dan Jenis Jenis Kabel Listrik

Alat Ukur Grounding

Dalam melakukan instalasi sering kali digunakan jasa instalasi grounding jadi diminta untuk memastikan saat dulakukannya pengukuran nilai hambatan atau nilai resistansi grounding ikut untuk mengeceknya karena sangat penting dalam mengetahui apakan instalasi grounding yang digunakan sudah sesuai dengan standar (sesuai aturan PUIL 2011) yang telah ditetapkan atau tidak dimana nilai resistansi maksimum kabel yang digroundingkan ke bumi adalah 5 Ohm saja.



Alat yang dapat digunakan untuk mengukur sistem grounding tersebit adalah grounding tester atau dapat disebut juga dengan earth terster. Alat ukur yag digunakan untuk grounding tentu saja berbeda dengan alat ukur lainnya seperti multimeter atau avometer, dll yang dapat digunakan untuk mengukur tegangan dan arus.

Dalam melakukan pengukuran elektroda terdiri dari tiga terminal yaitu elektroda P (Potensial), E (Earth) dan C (Current). Adanya ketiga terminal ini memiliki tujuan agar dapat terukur dengan baik apakah tahanan dapat mengalirkan arus listrik dengan baik atau tidak. Dalam pengukuran apabila ingin mendapatkan nilai yang akurat maka disarankan untuk menggunakan grounding tester digital.

Cara Mengukur Nilai Sistem Ground pada Alat Elektronika

Pada pengukuran ini digunakan alat ukur berupa earth tester atau dapat disebut juga dengan ground tester. Berikut adalah langkah – langkah pengukurnanya yaitu:



Atur posisi alat ukur pada nilai 20 Ohm karena agar pengukuran dapat menghasilkan pengukuran yang akurat sebab untuk sistem grounding yang baik untuk rangkaian listrik adalah 1-2 Ohm

Alat ukur ini terdiri dari 3 buah kabel yang cukup panjang serta 2 buah tombah kecil yang nantinya akan ditancapkan ketanah dengan jarak tombah yang satu dengan tombak lainnya sekitar 10 meter.

Lalu untuk 1 kabel sisa akan di sambungkan dengan jalur ground dari rangkain listrik tersebut. pastikan sebelum melakukan pengukuran groun dalam instalasi listrik jalur ground sementara harus diputus terlebih dahulu dari rangkaian listrik tersebut. Setelah dilakukan pengukuran barulah jalur ground dapat dirangkai kembali dengan instalasi listrik.

Pada gambar diatas dapat dilihat untuk panah kuning menunjukkan titik groundingnya dari suatu rangkaian listrik. Titik tersebut akan dihubungkan dengan instalasi listrik dengan menggunakan kabel grounding



Cara Membuat Grounding Listrik yang baik

Berikut adalah langkah – langkah dalam membuat grounding yang baik yaitu:

1) Pertama buatlah lubang di tanah yang dekat dnegan letak kWh meter, sebagai tempat menancapkan besi beserta kawat arde yang terpasang.

2) Pasang kabel arde pada sepanjang instalasi listrik di rumah dan hubungkan pada setiap stop kontak yang ada. Ujung kabel arde dihubungkan pada terminal grounding yang berada pada Box kWh meter dan kemudian diteruskan menuju ke permukaan tanah tempat kawat arde dibenamkan bersama dengan pipa besinya.

3) Mulai dengan menanam kabel arde dengan melilitkan kawat secara kuat dan erat di sepanjang pipa besi. Kemudian tancapkan besi ke dalam tanah sedalam-dalamnya dan benar-benar terhubung ke bumi.



Baca juga: Pengertian Dan Rumus Tegangan Listrik

Fungsi Grounding

Sistem grounding yang terdapat pada peralatan listrik atau elektronuka dapat digunakan untuk memberikan perlindungan kepada seluruh sistem. Berikut beberapa fungsi dari sistem grounding yaitu:

  • Untuk keselamatan, sistem ini dapat digunakan sebagai penghantar arus listrik langsung ke bumi atau tanah saat terjad kebocaran dalam isolasi atau percikan api pada konsleting, contohnya kabel listrik yang terpasang pada badan alat elektronik seperti setrika listrik dapat mencegah kita dari sengatan listrik saat rangkaian setrika itu engalami kebocoran dan menempel pada badan setrika
  • Dalam instalasi penangkal petir, sistem ini dapat digunaan sebagai penghantar aris listrik yang bertegangan besar langsung menuju bumi. Meskipun memiliki sifat yang sama, tetapi dalam pemasangan kabel grounding instalasi rumah dengan grounsing untuk penangkal petir harus dipisah
  • Sebagai proteksi peralatan elektronik atau instrumen elektronik maupun listrik agar dapat mencega adanya kerusakan yang diakibatkan oleh kebocoran tegangan
  • Sistem ini dapat difungsikan sebagai penetralisir cacat (noise) yang dapat disebabkan oleh daya yang kurang baik atau dari kualitas komponen yang berada dibawah standar (tidak mengikuti standar yang ada)

Manfaat Grounding

Berikut adalah beberapa manfaat grounding pada instalasi listrik yaitu:

  • Mencegah timbulnya tegangan kejut listrik (shock) yang membahayakan orang di sekeliling daerah tersebut.
  • Sebagai sistem proteksi terhadap kinerja peralatan listrik dan juga elektronik, agar performanya tetap berjalan lancar.
  • Sebagai sistem perlindungan peralatan listrik dan rangkaian listrik, agar tidak rusak akibat timbulnya tegangan kejut listrik dari petir.
  • Menyalurkan energi dari sambaran petir yang mengenai komponen penangkal petir ke tanah.
  • Sebagai sistem untuk meningkatkan performa atau memperbaiki performa dari sistem kelistrikan.
  • Agar dapat menghasilkan arus tertentu yang besar dan juga lama timbulnya arus tersebut tidak akan menyebabkan ledakan dan juga kebakaran pada bangunan dan seisinya
  • Melindungi orang-orang dari bahaya sengatan listrik, baik dalam kondisi normal maupun tidak dari tegangan sentuh serta tegangan langkah.

Baca juga: Jenis Jenis Soket Listrik atau Colokan Listrik

Demikian ulasan tentang sistem grounding dari pengertian, simbo, standar sintem grounding, cara membuat sistem grounding, mancaat, fungsi, serta alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur nilai resistansi dari grounding tersebut yang diukur melalui tiga terminal. Semoga ilmu yang dibagikan kali ini dapat mebantu anda dalam mengerti bagaimana itu salah satu faktor yang harus dipahami ketika melakukan instalasi listrik.



Leave a Comment